INDOZONE.ID - Nyeri otot bokong sering dianggap sepele, padahal bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari duduk, berdiri, hingga berjalan.
Rasa nyeri bisa muncul karena berbagai hal, seperti duduk terlalu lama, hingga gangguan saraf. Jika tidak ditangani dengan tepat, keluhan ini bisa bertahan lebih lama dan memengaruhi kualitas hidup.
Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab, gejala, serta cara mengatasinya sejak dini. Yuk, kenali lebih jauh agar nyeri otot bokong tidak makin parah dan tubuh tetap nyaman beraktivitas:
Penyebab Nyeri Otot Bokong
Tahukah kamu nyeri pada otot bokong paling sering dipicu oleh beberapa aktivitas sehari-hari, seperti kebiasaan duduk terlalu lama, terutama dengan posisi yang kurang ergonomis sehingga otot gluteus terus tertekan dan aliran darah menjadi tidak lancar.
Kondisi ini membuat otot kaku, tegang, lalu muncul rasa nyeri yang mengganggu saat duduk maupun berdiri.
Selain itu, saraf kejepit juga bisa menjadi penyebab nyeri otot bokong, karena nyeri dari punggung bawah dapat menjalar hingga ke bokong bahkan kaki.
Baca juga: Nyeri Ulu Hati Sering Muncul? Kenali Berbagai Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Selain itu, cdera otot gluteus karena olahraga berlebihan, kurang pemanasan, atau mengangkat beban dengan posisi salah juga dapat memicu pembengkakan dan spasme otot sehingga membuat otot bokong terasa nyeri
Postur tubuh yang buruk juga memperparah ketidakseimbangan otot dan membuat tekanan pada bokong semakin besar.
Lebih dari itu, faktor usia, masalah tulang belakang, hingga kondisi medis tertentu juga bisa berkontribusi terhadap munculnya nyeri otot bokong ini.
Gejala Nyeri Otot Bokong
Adapun gejala nyeri otot bokong yang perlu kamu ketahui:
- Nyeri tumpul atau rasa pegal di area bokong
- Otot terasa kaku, terutama setelah duduk terlalu lama
- Rasa nyeri berkurang setelah beristirahat atau mengubah posisi
- Kesemutan atau sensasi panas seperti terbakar
- Otot kaki terasa lemah atau tidak bertenaga
- Nyeri semakin terasa saat batuk, bersin, atau duduk lama
Cara Penanganan Awal Nyeri Otot Bongkong
Nah, berikut beberapa penangana awal juntuk nyeri otot di bokong:
- Istirahatkan tubuh dan hindari dulu aktivitas yang memperparah nyeri agar otot bokong punya waktu untuk pulih.
- Kompres dingin area yang sakit selama 15-20 menit setiap 2-3 jam pada 48 jam pertama untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan.
- Gunakan perban elastis bila perlu untuk menopang otot dan membantu mengurangi pembengkakan.
- Saat berbaring, posisikan area yang nyeri sedikit lebih tinggi agar aliran darah lebih lancar dan tekanan berkurang.
- Lakukan peregangan ringan seperti menarik lutut ke dada lalu diarahkan ke sisi berlawanan untuk membantu merilekskan otot piriformis.
- Coba peregangan gluteus dengan duduk dan meletakkan pergelangan kaki di atas lutut, lalu condongkan tubuh perlahan ke depan.
- Regangkan hamstring dengan berbaring telentang dan mengangkat satu kaki lurus ke atas secara perlahan.
- Tambahkan gerakan lembut seperti Cat Cow atau Child’s Pose untuk membantu mengurangi ketegangan dan membuat otot lebih rileks.
Jika nyeri tidak membaik, makin menjalar, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis agar mendapat penanganan yang tepat.
Cara Pencegahan Nyeri Otot Bongkong
Agar kamu tidak mengalami nyeri otot bongkon, berikut beberapa cara:
Baca juga: Hilangkan Pegal dan Nyeri Otot Usai Olahraga dengan 4 Cara Ini
- Atur workspace seergonomis mungkin, posisikan monitor sejajar dengan tinggi mata agar tubuh tidak membungkuk dan tekanan pada bokong berkurang.
- Pilih kursi dengan dukungan lumbar yang baik supaya punggung tetap stabil dan otot tidak mudah tegang saat duduk lama.
- Biasakan menjaga postur tubuh tetap tegak saat duduk, berdiri, maupun berjalan untuk mencegah ketidakseimbangan otot.
- Gunakan standing desk secara bergantian agar tubuh tidak terus-menerus berada dalam posisi duduk.
- Perkuat otot inti dengan latihan seperti plank, bridge, atau dead bug untuk membantu menopang tubuh dan mengurangi beban pada bokong.
- Lakukan peregangan rutin atau yoga agar otot tetap lentur dan tidak mudah kaku.
- Tambahkan olahraga kardio seperti jalan kaki, berenang, atau bersepeda untuk melancarkan aliran darah dan menjaga kesehatan otot.
- Usahakan berolahraga secara konsisten 3-4 kali seminggu dengan intensitas sedang agar otot tetap kuat dan risiko nyeri bokong bisa dicegah.
Kapan Harus Ke dokter?
Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri bokong tidak kunjung membaik setelah beberapa hari istirahat atau justru semakin parah.
Waspadai juga jika nyeri menjalar ke kaki, disertai kesemutan, mati rasa, atau kelemahan otot karena bisa menandakan saraf terjepit.
Jika nyeri muncul setelah cedera, jatuh, atau membuat kamu sulit duduk, berdiri, maupun berjalan, sebaiknya jangan ditunda untuk memeriksakan diri.
Penanganan medis lebih cepat membantu mencegah kondisi memburuk dan mempercepat proses pemulihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Spine-health.com