INDOZONE.ID - Kini, semakin banyak orang menjadikan penurunan berat badan dan gaya hidup sehat, sebagai target utama.
Salah satu pola makan yang kian populer adalah diet bebas gluten (gluten free).
Diet ini kerap dikaitkan dengan klaim manfaat seperti pencernaan yang lebih baik, hingga penurunan peradangan dalam tubuh.
Namun, apa iya. makanan bebas gluten bikin hidup lebih sehat? Seorang ahli gizi mengingatkan, agar masyarakat memahami fakta medis sebelum memutuskan menjalani pola makan tersebut.
Baca juga: Kenapa Banyak Orang Sensitif Gluten Sekarang? Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan
Apa Itu Gluten?
Menurut Dietisien dan Ahli Gizi Nisha kepada Health Shots, gluten adalah protein yang terdapat dalam gandum, jelai (barley), dan gandum hitam (rye).
Gluten membantu makanan mempertahankan bentuknya.
“Bagi sebagian besar orang, termasuk anak-anak, gluten tidak berbahaya. Namun pada kondisi tertentu, gluten dapat menyebabkan gangguan pencernaan,” jelas Nisha, dikutip dari Hindustan Times.
Apa Itu Makanan Bebas Gluten?
Mengacu pada publikasi di Science Direct, makanan bebas gluten adalah, santapan yang tidak mengandung gluten dalam jumlah terdeteksi. Jenis makanan ini meliputi:
- Buah dan sayuran segar
- Daging, ikan, dan telur
- Produk susu seperti susu, yoghurt, dan keju tanpa tambahan
- Serealia seperti beras, quinoa, dan millet
Secara alami, makanan tersebut mengandung protein, asam amino, asam lemak tidak jenuh, serta serat pangan. Serat pangan ini, berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan, dan membantu mengatur kadar gula darah.
Selain itu, tersedia pula berbagai mikronutrien seperti vitamin dan mineral.
Jenis-jenis Makanan Bebas Gluten
Secara umum, makanan bebas gluten terbagi menjadi dua kategori:
1. Makanan Bebas Gluten Tanpa Proses (Unprocessed)
Jenis ini merupakan bahan pangan alami yang memang tidak mengandung gluten, antara lain:
- Sumber protein: Daging segar, ikan, dan telur
- Produk susu: Susu, yoghurt, dan keju polos
- Buah dan sayuran: Semua jenis buah dan sayur\Kacang-kacangan dan biji-bijian: Kacang merah, lentil, buncis, kacang arab, serta aneka biji
- Lemak dan minyak: Minyak zaitun, minyak kelapa, ghee, dan mentega
2. Makanan Bebas Gluten Olahan (Processed)
Produk ini diproduksi secara khusus diolah tanpa gluten, seperti:
- Produk roti, biskuit, kue, dan crackers bebas gluten
- Pasta berbahan dasar beras, jagung, atau kacang-kacangan
- Tepung bebas gluten
- Camilan seperti keripik polos dan popcorn
Baca juga: Gluten Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Dampaknya bagi Kesehatan
Apakah Diet Gluten Free Lebih Sehat?
Menurut Nisha, makanan bebas gluten terutama bermanfaat bagi mereka yang memang harus menghindari gluten. Pilihan makanan bebas gluten yang alami, lebih dianjurkan dibandingkan produk olahan.
Sementara itu, bagi anak-anak dan orang dewasa yang tidak memiliki gangguan terhadap gluten, makanan yang mengandung gluten justru bisa tetap sehat.
Biji-bijian utuh seperti gandum dan jelai mengandung serat, vitamin, serta energi yang penting untuk pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.
Kapan Gluten Tidak Sehat?
Gluten dapat berbahaya bagi individu dengan kondisi medis tertentu, seperti:
- Penyakit celiac
- Alergi gandum
- Sensitivitas gluten non-celiac
Pada kondisi tersebut, konsumsi gluten dapat merusak saluran cerna, mengganggu penyerapan nutrisi, hingga memengaruhi pertumbuhan, terutama pada anak-anak.
Apakah Makanan Bebas Gluten Lebih Sehat dari Makanan Biasa?
Jawabannya tidak selalu. Menurut ahli gizi, produk bebas gluten tidak otomatis lebih sehat dibandingkan makanan biasa.
Bahkan, beberapa produk olahan bebas gluten bisa saja kekurangan nutrisi penting seperti serat, zat besi, dan vitamin B.
Sehingga, masyarakat disarankan untuk tidak mengikuti tren diet tanpa pertimbangan medis.
Hal Penting Sebelum Memilih Diet Gluten-Free
Sebelum memutuskan menjalani diet bebas gluten, perhatikan beberapa hal berikut:
- Selalu periksa label komposisi makanan
- Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi, terutama jika memiliki kekurangan serat, zat besi, atau vitamin B
- Terapkan pola makan seimbang dengan mengonsumsi millet, jagung, wortel, mentimun, brokoli, kembang kol, dan beras
Nisha menekankan, keputusan untuk menjalani diet bebas gluten, sebaiknya didasarkan pada kebutuhan medis dan rekomendasi profesional, bukan sekadar mengikuti tren.
Pada akhirnya, pola makan sehat merupakan gaya hidup yang seimbang, beragam, dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing individu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times