Minggu, 01 MARET 2026 • 12:05 WIB

Bahaya Kebiasaan Ngisap Jempol pada Gigi Anak dan Cara Mengatasinya

Author

Ilustrasi bayi menghisap jempol (freepik). 

INDOZONE.ID - Melihat bayi atau balita menghisap jempolnya seringkali terlihat menggemaskan. 

Tapi di balik itu, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini bisa mempengaruhi pertumbuhan gigi dan mulut si kecil jika berlangsung terlalu lama?

Menghisap jempol, jari, dot, atau benda lain sebenarnya adalah refleks alami pada anak. 

Aktivitas ini membuat mereka merasa aman, nyaman, dan bahagia. 

Tak heran, banyak anak melakukannya untuk menenangkan diri, terutama saat lelah atau menjelang tidur.

Baca juga: MyINDAH Diet: Solusi Digital untuk Pola Makan Sehat dan Berkelanjutan Kolaborasi Indonesia-Australia

Dampak pada Gigi: Intensitas Hisapan Menentukan

Masalah gigi akibat menghisap jempol sangat bergantung pada intensitasnya. Jika anak hanya meletakkan jempol secara pasif di mulut, risikonya lebih kecil. 

Sebaliknya, mereka yang menghisap dengan kuat dan agresif berisiko mengalami masalah, bahkan pada gigi susu.

Setelah gigi permanen anak mulai tumbuh (biasanya sekitar usia 4-5 tahun), kebiasaan ini dapat menyebabkan masalah serius, seperti:

Pertumbuhan mulut yang tidak tepat

  • Susunan gigi yang tidak rapi (misalnya gigi atas dan bawah tidak bertemu dengan benar, atau istilahnya maloklusi)

Baca juga: Jangan Salah Langkah, Ini Pertolongan Pertama Luka Bakar Sesuai Anjuran Medis

  • Perubahan bentuk pada langit-langit mulut (atap mulut)
  • Dot atau empeng dapat mempengaruhi gigi dengan cara yang sama seperti jempol. 

Namun, kebiasaan menggunakan dot biasanya lebih mudah dihentikan daripada menghisap jempol.

Kapan Anak Harus Berhenti?

Umumnya, anak akan berhenti menghisap jempol secara alami antara usia 2 hingga 4 tahun, atau saat gigi depan permanen mereka siap tumbuh. 

Jika Anda melihat perubahan pada gigi susu anak atau merasa khawatir, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi.

Baca juga: Jangan Salah Langkah, Ini Pertolongan Pertama Luka Bakar Sesuai Anjuran Medis

Tips Jitu Membantu Anak Berhenti

Menghentikan kebiasaan ini perlu kesabaran. Berikut beberapa langkah yang bisa orang tua coba:

1. Pujian adalah Kunci

Setiap kali anak berhasil tidak menghisap jempol, berikan pujian tulus. Apresiasi ini akan memotivasinya.

2. Atasi Penyebab Kecemasan

Anak sering menghisap jempol saat merasa tidak aman atau cemas. Cari tahu sumber kecemasannya, lalu berikan kenyamanan dan perhatian lebih.

3. Libatkan Anak dalam Proses 

Untuk anak yang lebih besar, ajak ia berdiskusi dan memilih sendiri metode yang menurutnya paling nyaman untuk berhenti.

Baca juga: Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan, Dijamin Tetap Percaya Diri

4. Minta Bantuan Dokter Gigi

Dokter gigi bisa menjadi "polisi yang baik". Mereka bisa memberikan semangat dan menjelaskan dengan cara yang mudah dipahami anak tentang akibat buruk jika kebiasaan itu diteruskan.

5. Buat Pengingat Fisik (Jika Perlu)

Jika tips di atas belum mempan, coba buat pengingat sederhana di malam hari, seperti membalut jempol dengan perban atau mengenangkan kaos kaki di tangan. 

Dokter gigi atau dokter anak juga bisa meresepkan obat pahit yang aman untuk dioleskan ke jempol, atau merekomendasikan penggunaan alat khusus di mulut.

Kuncinya adalah pendekatan yang positif dan konsisten. Dengan kasih sayang dan bantuan tepat, si kecil pasti bisa melewati fase ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mouthhealthy.org

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU