Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 18:15 WIB

Menahan Bersin Bisa Berbahaya bagi Kesehatan, Ini Penjelasan Medisnya

Author

Ilustrasi menahan bersin. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Saat suasana lagi hening, tiba-tiba muncul rasa ingin bersin? Kebanyakan orang refleks langsung menahannya. Padahal untuk kesehatan, kebiasaan menahan bersin itu bukan hal sepele.

Menurut dr. Monik Alamanda, Sp.THT-BKL, menahan bersin bisa meningkatkan tekanan di saluran pernapasan dan berdampak ke area Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT). Jadi, sebenarnya apa sih yang terjadi di tubuh saat bersin ditahan?

Apa Itu Bersin dan Kenapa Terjadi?

Bersin adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan, terutama hidung. Debu, asap, serbuk sari, virus, atau iritan lain akan merangsang saraf di rongga hidung, lalu sinyalnya dikirim ke otak.

Baca juga: AstraZeneca Indonesia dan PAPDI Jaya Kampanyekan Pemahaman aHUS sebagai Bagian Penyakit Langka

Otak kemudian memicu refleks bersin, yang membuat udara keluar dengan kuat melalui hidung dan mulut. Tujuannya, untuk mengusir partikel asing agar saluran napas tetap bersih dan lega. Jadi, bersin itu proses normal dan justru bermanfaat buat tubuh.

Apa yang Terjadi saat Bersin Ditahan?

Masalah muncul ketika refleks ini sengaja ditahan, misalnya dengan menutup hidung dan mulut rapat-rapat. Udara yang seharusnya keluar malah kembali dan menciptakan tekanan tinggi di dalam saluran napas bagian atas.

Tekanan ini bisa menyebar ke beberapa area, seperti:

  • Telinga tengah yang terhubung ke hidung lewat tuba Eustachius
  • Sinus di sekitar hidung dan wajah
  • Pembuluh darah kecil di area wajah dan kepala

Akibatnya, beberapa keluhan yang bisa muncul antara lain telinga terasa penuh atau nyeri, gangguan pada gendang telinga, nyeri sinus, sampai sakit kepala mendadak.

Dalam kasus yang jarang tapi serius, tekanan ekstrem bahkan bisa memicu cedera pada struktur tertentu di area THT. Memang tidak sering terjadi, tapi tetap ada risikonya.

Baca juga: Sahur Mepet Subuh Ternyata Bikin Lebih Fokus Seharian, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Cara Bersin yang Aman dan Tetap Sopan

Daripada ditahan, ada cara yang lebih aman tanpa harus membuat orang sekitar risih.

  • Biarkan bersin keluar secara alami, jangan tekan hidung terlalu kuat.
  • Tutup dengan siku bagian dalam kalau tidak ada tisu, supaya droplet tidak menyebar.
  • Gunakan tisu sekali pakai, lalu langsung buang dan cuci tangan.
  • Hindari menutup hidung dan mulut terlalu rapat saat bersin karena bisa meningkatkan tekanan di dalam.
  • Pastikan tangan tetap bersih setelahnya untuk mencegah penularan kuman.

Dengan cara ini, kamu tetap menjaga etika di tempat umum tanpa mengorbankan kesehatan sendiri.

Kapan Harus Periksa ke Dokter THT?

Kalau setelah menahan bersin muncul gejala seperti nyeri telinga, pendengaran terasa berkurang, telinga berdenging terus-menerus, nyeri wajah atau sinus yang berkepanjangan, atau mimisan yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis THT.

Baca juga: Viral Kopi Susu Gula Aren Disebut Bisa Picu Diabetes dan Sakit Ginjal, Benarkah?

Pemeriksaan lebih awal bisa membantu memastikan tidak ada kerusakan pada gendang telinga, sinus, atau struktur lainnya.

Bersin itu refleks alami yang memang dirancang untuk keluar. Jadi, daripada ditahan dan berisiko bikin masalah, lebih baik keluarkan dengan cara yang benar dan tetap higienis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Tzu Chi Hospital

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU