INDOZONE.ID - Bulan Ramadhan menghadirkan suasana ibadah yang lebih intens dibandingkan bulan-bulan lainnya. Salah satu ibadah yang paling dinanti dan menjadi ciri khas adalah sholat tarawih.
Namun, bagi sebagian jamaah, tantangan terbesar bukanlah menahan lapar di siang hari, melainkan melawan rasa kantuk yang luar biasa saat malam hari.
Pernahkah kamu merasa sangat bersemangat saat berangkat ke masjid, namun tiba-tiba menguap hebat saat imam baru memulai rakaat kedua?
Fenomena penyebab mengantuk saat tarawih ini sering terjadi bahkan sejak awal salat Isya. Ketika imam membaca ayat yang sedikit lebih panjang, rasa kantuk tersebut biasanya semakin kuat dan sulit tertahankan.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh kita? Mengapa rasa lemas ini muncul tepat saat kita ingin beribadah? Ternyata, kuncinya ada pada pola makan dan reaksi biologis tubuh terhadap menu berbuka puasa.
5 Faktor Utama Penyebab Mengantuk Saat Tarawih
Memahami penyebab kantuk adalah langkah pertama agar kamu bisa menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. Berikut adalah beberapa faktor yang sering tidak disadari oleh para jamaah:
Baca juga: Aksi Tak Terduga Seusai Salat Tarawih, Bapak dan Bocil Gen Alpha Unjuk Gaya di Halaman Masjid
1. Lonjakan Gula Darah Akibat Karbohidrat Sederhana
Banyak orang berbuka puasa dengan menu yang didominasi karbohidrat sederhana seperti nasi putih, aneka gorengan, dan kue-kue manis.
Jenis makanan ini sangat cepat dicerna oleh tubuh dan menyebabkan kadar gula darah melonjak secara drastis dalam waktu singkat.
Secara medis, lonjakan gula darah yang cepat akan memicu tubuh memproduksi hormon insulin dalam jumlah besar.
Proses ini diikuti dengan penurunan kadar gula darah secara mendadak atau yang sering disebut dengan sugar crash.
Penurunan energi yang drastis inilah yang menjadi makanan penyebab kantuk saat buka puasa yang paling umum. Tubuh akan merasa lemas dan otak kehilangan ketajaman fokusnya.
2. Konsumsi Minuman Manis yang Berlebihan
Sirup dingin, es buah, atau minuman bersusu sering menjadi pilihan utama untuk melepas dahaga. Meskipun memberikan kesegaran instan, kandungan gula cair di dalamnya mempercepat proses penurunan energi.
Menurut penjelasan medis yang sering dibahas dalam platform kesehatan seperti Neuroversiti, energi dari gula cair bersifat semu.
Efeknya hanya bertahan sebentar, dan saat waktu tarawih tiba, tubuh justru berada dalam fase "lelah" karena kehabisan bahan bakar yang stabil.
3. Kandungan Garam (Sodium) yang Tinggi
Lauk berbumbu kuat atau camilan asin yang dikonsumsi saat berbuka, dapat memengaruhi kondisi fisik kamu. Konsumsi garam berlebihan menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan (water retention).
Baca juga: Walau Sama-sama Sakit, Bapak Ini Tetap Setia Dampingi Istri di Rumah Sakit Sambil Salat dan Berdoa
Kondisi ini membuat tubuh terasa lebih berat, kaku, dan kurang nyaman saat harus berdiri lama dalam salat tarawih. Akibatnya, kelelahan fisik ini bertransformasi menjadi rasa kantuk.
4. Beban Kerja Sistem Pencernaan (Makan Berlebihan)
Berbuka puasa sering kali menjadi momen "balas dendam" dengan porsi makan yang besar. Ketika perut yang kosong seharian tiba-tiba diisi makanan dalam jumlah banyak, sistem pencernaan harus bekerja ekstra keras.
Untuk memproses makanan tersebut, tubuh akan mengalihkan aliran darah dan oksigen lebih banyak ke arah perut, sehingga suplai oksigen ke otak sedikit berkurang.
Inilah alasan mengapa kamu merasa mengantuk dan malas bergerak setelah makan besar.
5. Dehidrasi dan Kurangnya Sirkulasi Oksigen
Selama berpuasa, tubuh kehilangan banyak cairan. Jika saat berbuka kamu tidak menghidrasi tubuh dengan benar (hanya minum manis tanpa air mineral), kekentalan darah bisa sedikit meningkat.
Darah yang kental lebih sulit mengedarkan oksigen secara optimal ke otak.
Ditambah lagi dengan suasana masjid yang terkadang padat dan kurang ventilasi, kadar karbondioksida di sekitar jamaah meningkat, yang secara alami memicu otak untuk memberikan sinyal mengantuk.
Cara Agar Tidak Mengantuk Saat Sholat Tarawih
Agar ibadah malam kamu tetap lancar dan terjaga, berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
- Pilih Karbohidrat Kompleks: Ganti nasi putih dengan nasi merah atau konsumsi lebih banyak sayur dan buah. Serat akan membantu energi dilepaskan secara bertahap sehingga tidak terjadi sugar crash.
- Berbuka Sesuai Sunnah: Mulailah dengan kurma dan air putih. Kurma mengandung gula alami dan serat yang menjaga kestabilan energi tubuh.
- Atur Porsi Makan: Makanlah dalam porsi kecil saat berbuka, lalu lanjutkan makan berat setelah menunaikan sholat tarawih. Ini akan mencegah sistem pencernaan bekerja terlalu berat di waktu ibadah.
- Hidrasi yang Cukup: Pastikan minum air putih yang cukup antara waktu berbuka dan dimulainya tarawih untuk menjaga fokus otak.
- Cuci Muka dengan Air Dingin: Jika rasa kantuk menyerang di tengah rakaat, berwudhu kembali atau sekadar mencuci muka dengan air dingin dapat membantu menyegarkan saraf.
Kesimpulan
Rasa kantuk saat tarawih bukanlah sekadar rasa malas, melainkan reaksi biologis tubuh terhadap pola konsumsi saat berbuka.
Dengan mengurangi karbohidrat sederhana, menghindari minuman yang terlalu manis, dan menjaga porsi makan, kamu bisa menjaga kestabilan energi sepanjang malam.
Ibadah tarawih adalah kesempatan langka yang hanya datang setahun sekali. Jangan biarkan pola makan yang salah menghambat kualitas ibadah kamu.
Dengan tubuh yang segar dan fokus yang tajam, menjalankan puluhan rakaat pun akan terasa lebih ringan dan bermakna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Neuroversiti.com