INDOZONE.ID - Osteoarthritis adalah salah satu masalah sendi yang paling sering dijumpai, terutama seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini terjadi akibat peradangan dan kerusakan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan di antara tulang. Akibatnya, sendi terasa nyeri, kaku, hingga membengkak.
Meski bersifat progresif atau berkembang perlahan, Osteoarthritis tetap bisa dikelola dengan berbagai terapi agar penderitanya tetap bisa beraktivitas nyaman.
Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Imunitas Anak di Musim Pancaroba, Biar Nggak Gampang Sakit!
Terapi untuk Penderita Osteoarthritis
Berikut adalah beberapa jenis terapi yang perlu dipahami penderita Osteoarthritis.
1. Perubahan Gaya Hidup
Sebelum masuk ke obat-obatan, perubahan pola hidup sering kali jadi kunci utama untuk mengurangi beban pada sendi.
- Terapi Fisik dan Olahraga Ringan
Siapa bilang nyeri sendi nggak boleh olahraga? Justru, gerakan yang tepat bisa memperkuat otot penopang sendi.
Aktivitas fisik yang disarankan meliputi latihan aerobik seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda statis untuk meningkatkan daya tahan tanpa membebani sendi secara berlebihan.
Selain itu, latihan keseimbangan dan mini squat juga membantu melatih kontrol gerakan saat menahan beban.
Baca juga: BAB Anak Ada Darahnya? Ini Penyebab Umum dan Tanda Harus Segera ke Dokter
- Menjaga Berat Badan Ideal
Bayangkan sendi lutut kamu harus menopang beban berlebih setiap hari. Semakin berat badan kalian, semakin cepat tulang rawan mengalami gesekan.
Menurunkan berat badan, akan sangat membantu mengurangi tekanan pada sendi lutut dan pinggul secara signifikan.
2. Manajemen Obat-obatan
Dalam kasus Osteoarthritis, obat biasanya berfungsi sebagai pereda nyeri dan radang, bukan menyembuhkan kerusakan tulang rawan secara total.
- Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)
Contohnya seperti ibuprofen atau asam mefenamat untuk membantu meredakan bengkak dan nyeri hebat.
- Obat Oles (Topikal)
Krim atau gel yang mengandung diclofenac atau capsaicin yang dioleskan langsung ke area yang sakit agar lebih cepat terserap tanpa efek samping ke lambung.
3. Intervensi Medis Lanjutan
Jika cara alami dan obat-obatan biasa tidak mempan, dokter biasanya akan menyarankan tindakan medis yang lebih spesifik agar fungsi sendi kembali normal.
- Injeksi atau Suntik Sendi
Tindakan ini dilakukan dengan menyuntikkan zat langsung ke dalam ruang sendi. Ada injeksi kortikosteroid untuk meredakan peradangan hebat dalam waktu singkat, serta injeksi hyaluronic acid yang berfungsi sebagai pelumas alami untuk mengurangi gesekan antar tulang.
Baca juga: Kapan Bayi Mulai Tumbuh Gigi? Ini Umur Normal dan Ciri-Cirinya
- Tindakan Pembedahan
Operasi biasanya jadi pilihan terakhir jika nyeri sudah sangat mengganggu kualitas hidup. Prosedurnya bisa berupa penggantian sendi (arthroplasty) dengan implan buatan, atau osteotomi untuk memperbaiki posisi tulang agar tekanan pada sendi berkurang.
Osteoarthritis itu bukan akhir dari segalanya, kunci utama ada pada konsistensi dalam menjaga pola hidup dan tidak ragu untuk konsultasi ke ahli kalau keluhan sudah mulai terasa.
Jangan ditunggu sampai kondisinya parah, karena sendi adalah modal utama untuk menikmati masa tua yang tetap aktif dan seru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloam Hospital