Senin, 16 MARET 2026 • 14:00 WIB

Banyak Wanita Belum Tahu! 10 Hal yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Author

Ilustrasi wanita pengidap kanker payudara (Freepik/black.salmon)

INDOZONE.ID - Kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak dikhawatirkan oleh perempuan di seluruh dunia. Walau penyebab utamanya belum bisa dipastikan secara mutlak, para ahli telah menemukan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan peluang seseorang terkena penyakit ini.

Di berbagai negara, kanker payudara bahkan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan setelah kanker paru-paru. Karena itu, penting bagi wanita untuk lebih peka terhadap faktor risiko, memahami tanda-tandanya, serta melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Berikut beberapa hal yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan:

1. Bertambahnya Usia

Semakin bertambah usia seseorang, risiko terkena kanker payudara juga ikut meningkat. Kebanyakan kasus ditemukan pada perempuan yang sudah berusia di atas 50 tahun atau telah memasuki masa menopause.

2. Riwayat Kanker dalam Keluarga

Faktor keturunan juga bisa berperan. Jika ada anggota keluarga dekat yang pernah mengalami kanker payudara atau kanker ovarium, maka risiko seseorang untuk mengalami kondisi yang sama bisa lebih tinggi. Hal ini sering dikaitkan dengan mutasi gen tertentu yang diwariskan dalam keluarga.

Baca juga: Enggak Hanya Deteksi Kanker Payudara, Mammografi Bisa Ungkap Risiko Penyakit Jantung

3. Pernah Mengalami Masalah pada Payudara

Wanita yang sebelumnya pernah didiagnosis kanker payudara atau memiliki perubahan sel abnormal di jaringan payudara cenderung memiliki peluang lebih besar untuk mengalaminya kembali. Tidak semua benjolan berbahaya, tetapi beberapa kondisi jaringan memang dapat meningkatkan risiko di masa depan.

4. Kepadatan Jaringan Payudara

Payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan kelenjar. Pada sebagian perempuan, jaringan kelenjar lebih dominan sehingga payudara menjadi lebih padat. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko kanker, tetapi juga bisa membuat pemeriksaan seperti mamografi lebih sulit mendeteksi kelainan sejak awal.

5. Paparan Estrogen dalam Waktu Lama

Hormon estrogen memiliki peran penting dalam sistem reproduksi wanita. Namun, jika tubuh terpapar hormon ini terlalu lama, risiko pertumbuhan sel abnormal di payudara bisa meningkat. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita yang mengalami menstruasi lebih awal, menopause lebih lambat, atau belum pernah hamil.

6. Terapi Penggantian Hormon

Sebagian wanita menjalani terapi penggantian hormon untuk meredakan gejala menopause. Penggunaan terapi ini dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker payudara, meski risikonya biasanya akan menurun setelah terapi dihentikan.

7. Konsumsi Pil Kontrasepsi

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penggunaan pil KB dapat sedikit meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, efek tersebut umumnya akan berkurang secara perlahan setelah penggunaan dihentikan.

8. Kelebihan Berat Badan

Ilustrasi obesitas. (Freepik)

Obesitas juga menjadi salah satu faktor penting, terutama pada perempuan yang sudah menopause. Lemak tubuh yang berlebihan dapat memicu produksi estrogen tambahan yang berpotensi merangsang pertumbuhan sel kanker di payudara.

Baca juga: Benarkah Tumor Payudara Bisa Berkembang Jadi Kanker? Ini Penjelasan Medisnya

9. Kebiasaan Mengonsumsi Alkohol

Minum alkohol secara rutin dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Semakin sering dan semakin banyak alkohol dikonsumsi, semakin tinggi pula risiko terkena kanker payudara.

10. Paparan Radiasi

Paparan radiasi tertentu, misalnya dari prosedur medis seperti sinar X atau CT scan, juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Radiasi dapat merusak DNA pada sel tubuh, dan jika kerusakan ini tidak diperbaiki dengan baik, sel dapat tumbuh tidak terkendali dan memicu kanker.

Pentingnya Waspada Sejak Dini

Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan terkena kanker payudara. Namun, memahami faktor-faktor tersebut bisa membantu meningkatkan kewaspadaan.

Menjalani gaya hidup sehat, rutin memeriksa kondisi payudara, serta segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika menemukan perubahan yang tidak biasa merupakan langkah penting untuk mendeteksi penyakit ini lebih awal.

Semakin cepat kanker payudara ditemukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang efektif dan meningkatkan peluang kesembuhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ciputrahospital.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU