Ilustrasi tumor payudara. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Menemukan benjolan di payudara sering kali langsung memicu rasa cemas. Banyak orang bertanya-tanya, apakah tumor payudara pasti akan berubah menjadi kanker? Secara medis, jawabannya tidak sesederhana itu.
Pada dasarnya, tidak semua tumor payudara bersifat ganas. Bahkan, sebagian besar kasus justru tergolong tumor jinak dan jarang berkembang menjadi kanker. Namun, tetap ada kondisi tertentu yang membuat pemantauan medis menjadi sangat penting.
Baca juga: 75 Ribu Pelajar di Bandung Terindikasi Gangguan Mental, Pemkot Siapkan Layanan Psikologi
Umumnya tidak, mayoritas tumor payudara itu jinak dan jarang berkembang menjadi kanker. Sel-sel tumor jinak punya karakteristik genetik yang berbeda dari sel kanker, jadi nggak otomatis berubah jadi ganas.
Tapi dalam kondisi tertentu, risiko tetap ada. Beberapa kelainan jaringan payudara bisa meningkatkan peluang terjadinya kanker di kemudian hari.
Perubahan ke arah keganasan biasanya terjadi jika ada mutasi genetik yang membuat sel tumbuh nggak terkendali.
Risiko bisa meningkat kalau kamu punya faktor berikut:
Kalau ada faktor-faktor ini, dokter biasanya akan menyarankan pemantauan lebih rutin.
Baca juga: Puasa Tetap Kuat dan Badan Nggak Drop: Rahasia Pola Makan Seimbang Selama Puasa
Dari luar atau ketika diraba, kadang memang susah membedakan. Maka dari itu pemeriksaan seperti USG atau mamografi penting untuk lihat kondisi jaringan lebih jelas. Secara umum, perbedaan medis dari tumor jinak dan kanker seperti berikut ini.
Tumor Jinak:
Kanker Payudara:
Tapi ingat, ini hanya gambaran umum. Diagnosis pastinya tetap lewat pemeriksaan dokter dan, kalau perlu, biopsi.
Nggak semua benjolan itu bahaya, tapi ada beberapa tanda yang perlu membuat kamu lebih waspada.
Kalau ada salah satu dari tanda ini, jangan tunda lagi untuk periksakan diri ke dokter.
Baca juga: Asam Lambung Sering Kambuh Saat Puasa? Ini 8 Menu Iftar Aman Bagi Penderita Asam Lambung
Biasanya dokter mulai dari wawancara medis terlebih dahulu, sejak kapan benjolan muncul, ada perubahan nggak, ada riwayat keluarga atau tidak.
Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik. Kalau dibutuhkan, dokter akan menyarankan USG atau mamografi. Jika hasilnya mencurigakan, langkah berikutnya adalah biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.
Biopsi ini adalah cara paling akurat untuk memastikan apakah benjolan tersebut jinak atau ganas.
Benjolan di payudara memang bikin cemas, tapi nggak semua berarti kanker. Periksa ke dokter, lakukan pemantauan kalau disarankan, dan jaga selalu kesehatan tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloam Hospital