Ilustrasi perempuan alami penyakit jantung. (pexels.com)
INDOZONE.ID - Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian pada perempuan di Amerika Serikat, dan dapat menyerang pada berbagai usia.
Risiko ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi biologis, hormon, hingga perbedaan anatomi tubuh.
Selain itu, gejala penyakit jantung pada perempuan sering kali lebih sulit dikenali dibandingkan pada laki-laki.
Meskipun sekitar 90 persen perempuan di Amerika Serikat memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit kardiovaskular, penanganan dan pencegahan yang optimal masih belum sepenuhnya tercapai.
Oleh karena itu, banyak pakar kesehatan mendorong peningkatan strategi skrining, dan kesadaran terhadap penyakit jantung pada perempuan.
Salah satu metode skrining yang umum dilakukan adalah mammografi. Metode ini dilakukan dengan pemeriksaan pencitraan payudara yang digunakan untuk mendeteksi kanker payudara.
Baca juga: Hidden Risk! Wanita Bisa Alami Penyakit Jantung Meski Plak Arteri Rendah
Pemeriksaan tersebut biasanya dianjurkan secara berkala. Misal, setiap tahun atau dua tahun sekali, tergantung pada tingkat risiko seseorang.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan, mammografi mungkin tidak hanya bermanfaat untuk mendeteksi kanker payudara, tapi juga berpotensi membantu mengidentifikasi risiko penyakit jantung.
Ilustrasi wanita rentan mengalami penyakit jantung. (Freepik)
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal European Heart Journal menunjukkan, teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk menganalisis gambar mammografi, dan mendeteksi tanda-tanda risiko penyakit kardiovaskular.
Dalam studi tersebut, para peneliti mengembangkan alat berbasis AI yang mampu mengukur jumlah kalsium pada arteri payudara, melalui gambar mammografi standar.
Kondisi ini dikenal sebagai breast arterial calcification (BAC) atau kalsifikasi arteri payudara.
BAC menggambarkan penumpukan kalsium pada dinding arteri di area payudara. Kondisi ini diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, seperti serangan jantung, stroke, dan gagal jantung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today