Rabu, 25 MARET 2026 • 09:35 WIB

Meditasi Rutin Bisa Mengubah Struktur Otak: Lebih Tebal, Sehat, dan Awet Muda

Author

Ilustrasi meditasi untuk memiliki kecerdasan emosional terbaik. (Freepik)

INDOZONE.ID - Ada kabar baik bagi Anda yang rutin bermeditasi. Sebuah studi gabungan dari para peneliti Harvard, Yale, dan MIT mengungkap bahwa meditasi secara teratur dapat mengubah struktur fisik otak—dengan cara yang mengejutkan dan sangat positif.

Selama ini kita tahu meditasi bisa menenangkan pikiran. Ternyata, ia juga bisa membuat otak secara fisik lebih tebal, padat, dan sehat.

Apa yang Terjadi pada Otak Meditator?

Para peneliti membandingkan pemindaian otak 20 orang yang berpengalaman dalam meditasi dengan 15 orang yang tidak pernah bermeditasi. 

Baca juga: 11 Makanan Ini Ternyata Bisa Bikin Kamu Cepat Tua! Coba Ganti yang Lebih Sehat

Para praktisi ini mempraktikkan meditasi wawasan ala Buddha (insight meditation), yaitu metode yang fokus mengamati apa yang terjadi di sekitar, bukan dengan mantra atau pernapasan.

Mereka rata-rata bermeditasi 40 menit per hari, dengan pengalaman bervariasi dari satu tahun hingga puluhan tahun. 

Hasilnya mencengangkan: area korteks (lapisan terluar otak) para meditator lebih tebal 4 hingga 8 per seribu inci di area-area kunci yang bertanggung jawab atas perhatian dan pemrosesan sensorik.

Yang lebih menarik, efek penebalan ini justru lebih terlihat pada peserta yang lebih tua. 

Baca juga: Cara Menurunkan Darah Tinggi Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari, Wajib Kamu Coba

Ini menunjukkan bahwa meditasi mungkin dapat membantu memperlambat penuaan kognitif yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia.

Mengapa Ini Penting?

Penemuan ini menentang anggapan lama bahwa korteks otak akan menipis seiring usia. 

Para peneliti menemukan bahwa meditator mampu menjaga ketebalan korteks mereka, bahkan membuatnya lebih tebal, di area yang biasanya menurun fungsinya seiring waktu.

"Data kami menunjukkan bahwa praktik meditasi dapat mendorong plastisitas kortikal pada orang dewasa di area yang penting untuk pemrosesan kognitif dan emosional serta kesejahteraan," kata Sarah Lazar, psikolog Harvard yang menjadi penulis utama studi ini.

Baca juga: 4 Suplemen yang Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Jahat Menurut Dokter

Efek paling kuat ditemukan pada peserta yang mampu bermeditasi lebih dalam, yang diukur dari pernapasan lambat. 

Ini menunjukkan bahwa memang praktik meditasilah yang menyebabkan perubahan ini, bukan karena perbedaan struktur otak yang sudah ada sebelumnya.

Manfaat yang Dirasakan

Para meditator dalam studi ini melaporkan berbagai efek positif: fokus yang lebih baik, stres berkurang, dan ketahanan emosional yang lebih besar. 

Dengan melatih otak untuk mengamati pikiran dan sensasi tanpa terlibat di dalamnya, mereka mampu mengelola kecemasan dengan lebih baik dan lebih hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Tim peneliti berencana melakukan studi lebih besar untuk melacak perubahan seiring waktu dan mengeksplorasi bagaimana meditasi dapat memengaruhi koneksi saraf dan penuaan kognitif. 

Baca juga: Apa Saja Larangan Ibu Hamil Trimester Pertama? Ini Daftar Lengkapnya

Satu hal yang pasti: meditasi tidak hanya menenangkan pikiran, tapi juga merawat organ paling penting dalam tubuh kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Vice.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU