Ilustrasi roti gandum utuh pengganti roti putih agar tidak terlihat cepat tua. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Tanpa disadari, apa yang kamu makan setiap hari ternyata punya dampak besar pada kondisi tubuh, termasuk kesehatan dan tampilan kulit.
Bukan cuma soal skincare, makanan juga berperan penting dalam membuat kulit tetap segar atau justru lebih cepat terlihat tua.
Selain paparan sinar matahari, ada juga faktor lain yang disebut AGEs (Advanced Glycation End Products), yaitu senyawa yang terbentuk dari reaksi gula berlebih dalam tubuh dan bisa merusak kolagen kulit.
Hasilnya? Kulit lebih cepat kusam, kering, dan kehilangan elastisitas.
Nah, supaya lebih aware, berikut daftar makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan — plus alternatif sehat yang bisa kamu pilih.
Baca juga: Cara Menurunkan Darah Tinggi Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari, Wajib Kamu Coba
Kentang goreng yang dimasak dengan suhu tinggi bisa memicu zat pemicu kerusakan sel. Lebih baik ganti dengan ubi panggang yang kaya antioksidan dan bantu produksi kolagen.
Roti putih cepat menaikkan gula darah dan memicu peradangan. Roti gandum utuh lebih tinggi serat dan lebih ramah untuk kulit.
Baca juga: 4 Suplemen yang Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Jahat Menurut Dokter
Terlalu banyak gula mempercepat kerusakan kolagen. Alternatifnya, pilih buah beri atau madu alami sebagai pemanis.
Margarin mengandung lemak trans yang kurang baik untuk kulit. Lemak sehat dari minyak zaitun atau alpukat justru membantu menjaga kelembaban kulit.
Baca juga: Apa Saja Larangan Ibu Hamil Trimester Pertama? Ini Daftar Lengkapnya
Sosis dan bacon mengandung banyak pengawet yang bisa memicu peradangan. Protein segar seperti ayam lebih bersih dan mendukung regenerasi kulit.
Tidak semua orang cocok dengan susu. Jika sensitif, bisa ganti dengan kacang-kacangan, sayuran hijau, atau biji-bijian.
Baca juga: PNM Perkuat Akses Air Bersih, Dorong Kesehatan dan Produktivitas Masyarakat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline