Minggu, 05 APRIL 2026 • 10:20 WIB

Sering Dianggap Aman, Ini Risiko Kerokan yang Jarang Diketahui

Author

Ilustrasi kerokan badan. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Saat badan lagi pegal, masuk angin, atau nggak enak badan, banyak orang langsung kepikiran dengan kerokan. Cara ini memang udah jadi andalan turun-temurun karena dianggap ampuh dan praktis.

Tapi, di balik sensasi lega setelah kerokan, terapi ini juga ternyata memiliki risiko yang jarang diketahui.

Baca juga: 7 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil Trimester Kedua, Biar Tetap Fit dan Happy!

Apa Itu Kerokan dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Kerokan adalah terapi tradisional dengan cara menggosok permukaan kulit menggunakan koin atau alat khusus. Biasanya, dilakukan setelah kulit diolesi minyak agar lebih licin.

Di Tiongkok, teknik ini dikenal sebagai gua sha. Setelah dikerok, kulit biasanya muncul garis merah atau bintik-bintik yang disebut “sha”.

Secara medis, garis merah itu sebenarnya terjadi karena pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah, istilahnya adalah petechiae atau ekimosis.

Manfaat Kerokan yang Sering Dirasakan

Meskipun belum banyak bukti ilmiah yang kuat, beberapa orang merasa kerokan bisa bantu meredakan keluhan ringan.

Baca juga: 7 Cara Alami Mengobati Campak yang Bantu Penyembuhan Lebih Cepat dan Aman Dicoba!

1. Meredakan Pegal dan Nyeri Otot

Gesekan pada kulit bisa memberikan efek hangat dan meningkatkan aliran darah sementara, jadi badan terasa lebih ringan.

2. Bantu Mengurangi Sakit Kepala

Beberapa orang merasa sakit kepala berkurang setelah kerokan, terutama yang tegang atau migrain ringan.

3. Mengurangi Nyeri Leher dan Punggung

Efek relaksasi dari kerokan bisa bantu meredakan nyeri, walaupun biasanya hanya sementara.

4. Membantu Keluhan Tertentu Seperti Perimenopause

Dalam beberapa studi kecil, kerokan yang dikombinasikan dengan terapi medis bisa bantu meredakan gejala seperti hot flashes dan nyeri otot.

Risiko Kerokan yang Jarang Disadari

Nah, ini bagian yang jarang diketahui. Meskipun terlihat aman, kerokan tetap punya risiko, apalagi jika dilakukan sembarangan.

1. Luka Pada Pembuluh Darah Kecil

Garis merah yang muncul itu sebenarnya tanda adanya kerusakan pembuluh darah kecil. Jika terlalu keras, bisa membuat memar yang lebih parah.

2. Risiko Infeksi Kulit

Jika alat yang digunakan nggak bersih, bakteri bisa masuk melalui kulit yang teriritasi dan memicu infeksi.

Baca juga: Hitung Kalori Tak Lagi Cukup, Kunci Berat Badan Ideal Ada di Cara Makan

3. Bisa Memperparah Kondisi Tertentu

Kerokan nggak disarankan untuk orang dengan kondisi tertentu, antara lain:

  • Gangguan pembekuan darah
  • Diabetes
  • Sistem imun lemah
  • Sedang konsumsi obat pengencer darah

Hal ini karena bisa memicu komplikasi yang lebih serius.

4. Efeknya hanya sementara

Kerokan lebih mengarah pada meredakan gejala, bukan menyembuhkan penyebab utama. Jadi jika keluhan sering muncul, tetap perlu dicek lebih lanjut.

Tips Aman Kerokan

Biar tetap aman, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum kerokan, seperti:

  • Gunakan alat yang bersih dan higienis
  • Jangan kerok terlalu keras
  • Hindari area kulit yang luka atau sensitif
  • Stop kalau terasa sakit berlebihan
  • Pilih praktisi yang sudah berpengalaman

Jika muncul tanda aneh seperti nyeri berlebihan, luka nggak sembuh, atau infeksi, jangan ragu untuk periksa ke dokter.

Baca juga: Obat Alami untuk Herpes yang Aman dan Mudah Digunakan, Bisa Bantu Redakan Gejalanya

Kerokan memang bisa jadi solusi cepat untuk meredakan pegal atau badan nggak enak. Tapi, bukan berarti metode ini tanpa risiko.

Jadi, daripada asal kerok tiap badan capek, lebih baik pahami dulu cara kerja dan batas amannya. Jika keluhan terus berulang, itu bisa jadi sinyal tubuh butuh penanganan yang lebih serius.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alodokter

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU