Rabu, 01 APRIL 2026 • 10:35 WIB

Benarkah Kafein Matcha Lebih Halus dan Tak Bikin Jantung Berdebar Dibanding Kopi?

Author

ilustrasi Matcha. (Elovena)

INDOZONE.ID - Matcha kini semakin populer di seluruh dunia. Minuman asal Jepang ini diklaim memberikan efek "tenang namun waspada" tanpa kegelisahan atau penurunan energi drastis seperti kopi. Tapi benarkah demikian?

Apa Itu Matcha?

Matcha adalah jenis teh hijau yang dikeringkan dan digiling menjadi bubuk. 

Berbeda dengan teh hijau biasa yang tumbuh di bawah sinar matahari penuh, tanaman matcha dinaungi selama beberapa minggu sebelum panen. 

Baca juga: 7 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil Trimester Kedua, Biar Tetap Fit dan Happy!

Proses ini memperlambat fotosintesis, menghasilkan konsentrasi senyawa tertentu yang lebih tinggi—termasuk klorofil yang memberi warna hijau cerah.

Matcha disiapkan dengan mengocok bubuk ke dalam air panas, bukan diseduh. Marilyn Cornelis, profesor nutrisi di Northwestern Medicine, menyebut matcha seperti teh hijau "versi steroid" dengan konsentrasi kafein, asam amino, antioksidan, dan senyawa antiinflamasi yang lebih tinggi.

Apakah Kafein Matcha Berbeda?

Kadar kafein dalam kopi dan teh sangat bervariasi. Matcha biasanya mengandung lebih banyak kafein daripada teh hijau biasa, dan lebih sedikit daripada kopi.

Menurut data Departemen Pertanian AS:

Baca juga: 7 Cara Alami Mengobati Campak yang Bantu Penyembuhan Lebih Cepat dan Aman Dicoba!

  • Teh hijau 8 ons: sekitar 30 mg kafein
  • Kopi seduh 8 ons: sekitar 100 mg kafein

Sementara matcha, berdasarkan tinjauan ilmiah 2020, mengandung antara 19 mg hingga 44 mg kafein per gram bubuk. Satu sendok teh bubuk matcha menghasilkan antara 38 mg hingga 88 mg kafein per sajian.

Cornelis mengatakan matcha mungkin memberikan dosis kafein yang "tepat" bagi sebagian orang—cukup untuk meningkatkan energi tetapi tidak menyebabkan kecemasan, jantung berdebar, atau gangguan tidur.

Namun, para ahli tidak menemukan bukti yang mendukung klaim bahwa kafein matcha diserap lebih lambat sehingga memberikan energi lebih stabil tanpa efek kecanduan atau penurunan drastis.

Baca juga: 5 Jenis Infeksi Jamur Kulit yang Sering Dianggap Sepele, Lengkap dengan Cara Mengatasinya

Peran Senyawa Lain dalam Matcha

Beberapa pemasaran produk matcha mengklaim senyawa tertentu dalam teh ini dapat mengurangi stres dan meningkatkan fokus.

L-theanine adalah asam amino dalam matcha yang terbukti mengurangi stres. Ketika dikombinasikan dengan kafein, senyawa ini dikaitkan dengan peningkatan fokus. 

Epigallocatechin gallate (EGCG), sejenis antioksidan dalam matcha, juga ditemukan dapat membuat orang merasa lebih tenang dan kurang stres.

Namun, studi mengenai hal ini masih kecil dan terbatas. Penelitian tersebut terutama melihat senyawa itu sendiri—dalam suplemen atau minuman lain, bukan dalam matcha. 

Baca juga: Hitung Kalori Tak Lagi Cukup, Kunci Berat Badan Ideal Ada di Cara Makan

Senyawa yang diteliti juga digunakan dalam dosis lebih tinggi daripada yang ditemukan dalam minuman matcha biasa.

Ketika peneliti melihat langsung efek matcha, hasilnya beragam. Sebuah studi tahun 2018 pada 39 mahasiswa menemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi matcha merasa sedikit kurang cemas—tetapi tidak kurang stres—dibandingkan kelompok plasebo. 

Studi lain tahun 2017 pada 19 dewasa muda tidak menemukan perbedaan suasana hati setelah mengonsumsi matcha dibandingkan plasebo.

Kesimpulan: Coba Sendiri, Tapi Perhatikan Gula

Jika penasaran, para ahli menyarankan untuk mencoba matcha dan melihat sendiri efeknya. Yang perlu diingat, banyak minuman matcha populer seperti matcha latte atau bubble tea mengandung banyak gula tambahan.

Baca juga: Mulai Sekarang Hindari! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Kanker Paru

Sebagai contoh, Dunkin' Iced Matcha Latte ukuran besar mengandung 25 gram gula tambahan—setara batas harian yang direkomendasikan untuk wanita (batas untuk pria adalah 36 gram per hari).

Lena Beal, ahli diet kardiovaskular di Piedmont Atlanta Hospital, memperingatkan bahwa gula sebanyak itu dapat menyebabkan lonjakan gula darah cepat yang diikuti penurunan energi, meniadakan potensi manfaat matcha.

Saat memesan minuman matcha, minta barista untuk mengurangi atau menghilangkan sirup dan pemanis. Atau buat sendiri di rumah menggunakan bubuk matcha tanpa pemanis.

"Minuman matcha paling sehat adalah yang paling sederhana," kata Beal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Channelnewsasia.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU