Selasa, 07 APRIL 2026 • 08:35 WIB

100 Anak Tewas dalam Sebulan, Bangladesh Gelar Vaksinasi Darurat Hadapi Wabah Campak

Author

Imunisasi (Healthntx.org)

INDOZONE.ID - Bangladesh menggelar vaksinasi darurat setelah wabah campak yang menyebar cepat diduga menewaskan lebih dari 100 orang. Sebagian besar korbannya merupakan anak-anak. 

Kejadian luar biasa tersebut mungkin menjadi gelombang penyakit mematikan terburuk dalam sejarah terkini negara itu.

Vaksinasi yang dimulai Minggu (5/4/2026) ini dilakukan di tengah lebih dari 7.500 kasus dugaan campak sejak 15 Maret. 

Lebih dari 900 kasus telah dikonfirmasi, meningkat tajam dari tahun 2025 ketika hanya 125 kasus campak tercatat sepanjang tahun.

Baca juga: Wamendagri Akhmad Wiyagus Dorong Pemda Percepat Penuntasan TBC, Ini Strategi Nasionalnya

Satu Per Tiga Pasien Berusia Di Bawah 9 Bulan, Belum Layak Vaksinasi Rutin

Di Bangladesh, vaksin campak rutin diberikan kepada anak sejak usia sembilan bulan. 

Namun sekitar sepertiga dari mereka yang terinfeksi wabah terbaru berusia di bawah sembilan bulan. Menurut Rana Flowers, perwakilan UNICEF di Bangladesh infeksi pada bayi usia ini sangat mengkhawatirkan.

Tidak Ada Vaksinasi Khusus Campak Sejak 2020 karena Pandemi dan Situasi Politik

Selain vaksinasi rutin, Bangladesh melakukan vaksinasi campak khusus setiap empat tahun. Tapi program tersebut terhenti sejak 2020, karena pandemi COVID dan situasi politik. 

Baca juga: 6 Cara ke Dokter Gigi Pakai BPJS dan Jenis Perawatan yang Ditanggung, Wajib Tahu!

Bangladesh mengalami pergolakan politik pada 2024 ketika protes massal anti-pemerintah menggulingkan pemimpin lamanya Sheikh Hasina.

Vaksinasi campak seharusnya diadakan pada April tahun ini. "Tapi tidak terjadi," kata Shahriar Sajjad, Wakil Direktur Departemen Kesehatan. 

Seorang pejabat kesehatan mengatakan masalah pengadaan menyebabkan kekurangan vaksin, termasuk untuk campak.

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Berhenti Merokok Jadi Lapar Mulu, Nggak Banyak yang Tahu!

Target 1,2 Juta Anak Usia 6 Bulan hingga 5 Tahun di 30 Distrik

UNICEF mengatakan vaksinasi darurat untuk campak dan rubella akan diluncurkan di 30 daerah dan menargetkan lebih dari 1,2 juta anak antara enam bulan dan lima tahun. 

Vaksinasi akan memprioritaskan anak-anak yang melewatkan imunisasi rutin dan paling rentan terhadap penyakit parah dan komplikasi, dengan fokus utama pada Dhaka dan Cox's Bazar.

Penurunan Vaksinasi Global Picu Kebangkitan Campak

Selama dua dekade terakhir, jumlah kasus campak global menurun tajam. Namun WHO telah memperingatkan kemungkinan kebangkitan kembali campak di berbagai bagian dunia karena tingkat vaksinasi yang menurun. 

Baca juga: 4 Pilihan Susu Kambing Etawa untuk Mengatasi Asam Urat pada Anak Muda

Pada 2024 dan 2025, terjadi kasus campak tertinggi dalam lebih dari 20 tahun. Kasus campak meningkat di beberapa negara Asia dan Afrika, serta di Eropa, AS, dan Inggris, di mana ada skeptisisme yang berkembang terhadap vaksin, terutama setelah pandemi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU