INDOZONE.ID - Gondongan adalah penyakit yang sering terjadi, terutama pada anak-anak, tetapi juga bisa dialami orang dewasa.
Penyakit ini menyebabkan pipi atau rahang bengkak dan terasa nyeri sehingga mengganggu aktivitas.
Meskipun terlihat cukup serius, gondongan umumnya bisa sembuh sendiri dengan perawatan di rumah. Namun, tetap perlu penanganan yang tepat agar gejalanya tidak makin parah dan proses penyembuhan lebih cepat.
Pengertian Gondongan
Gondongan adalah penyakit yang menyebabkan pembengkakan pada pipi atau rahang, akibat peradangan pada kelenjar ludah.
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus dan dapat menular melalui percikan air liur, batuk, atau bersin.
Gondongan sering menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar air liur yang berada di dekat telinga dan rahang. Gejala yang umum muncul adalah pipi bengkak, sakit kepala, lemas, nyeri saat mengunyah, dan kadang disertai demam.
Baca juga: 8 Makanan untuk Daya Tahan Tubuh saat Musim Flu, Biar Nggak Gampang Tumbang!
Cara Mengatasi Gondongan di Rumah dengan Aman dan Tepat
Berikut ini panduan cara mengatasi gondongan di rumah secara aman dan tepat, untuk membantu mempercepat proses pemulihan:
1. Istirahat yang Cukup
Saat terkena gondongan, tubuh membutuhkan waktu untuk melawan infeksi. Istirahat yang cukup membantu sistem imun bekerja lebih optimal sehingga proses penyembuhan jadi lebih cepat. Sebaiknya hindari aktivitas berat selama masa sakit.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Minum air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Hindari minuman asam seperti jus jeruk karena bisa memperparah rasa nyeri pada kelenjar yang bengkak.
3. Kompres Hangat atau Dingin
Mengompres bagian pipi yang bengkak dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Kamu bisa menggunakan kompres hangat untuk meredakan ketegangan atau kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan.
4. Konsumsi Makanan Lembut
Saat gondongan, mengunyah bisa terasa sakit. Karena itu, pilih makanan yang lembut seperti bubur, sup, atau yogurt agar lebih mudah ditelan dan tidak memperparah rasa nyeri.
5. Hindari Makanan Asam
Saat terkena gondongan, sebaiknya hindari makanan atau minuman yang bersifat asam seperti jeruk, lemon, atau cuka.
Makanan asam bisa merangsang kelenjar ludah dan membuat rasa nyeri serta bengkak semakin terasa.
6. Jaga Kebersihan dan Hindari Menulari Orang Lain
Gondongan bisa menular, jadi penting untuk menjaga kebersihan diri. Gunakan masker, jangan berbagi alat makan, dan sering mencuci tangan agar tidak menularkan virus ke orang lain.
7. Minum Obat Pereda Nyeri (jika diperlukan)
Jika rasa sakit cukup mengganggu, kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol sesuai aturan pakai. Namun, sebaiknya tetap konsultasi jika gejala tidak membaik.
Baca juga: Minum Campuran Cuka Apel dan Madu Setiap Hari, Beneran Sehat atau Cuma Mitos?
Mitos Penggunaan Blau untuk Gondongan
Penggunaan blau (pemutih pakaian tradisional berwarna biru) untuk mengobati gondongan adalah, salah satu mitos kesehatan yang sangat populer di masyarakat kita.
Namun, secara medis, blau tidak memiliki kandungan zat aktif untuk menyembuhkan gondongan.
Gondongan disebabkan oleh virus, jadi tidak bisa sembuh dengan cara seperti itu. Yang dibutuhkan adalah istirahat cukup, menjaga daya tahan tubuh, dan pengobatan yang tepat jika diperlukan.
Karena itu, jangan mudah percaya pada cara yang belum terbukti secara medis.
Kapan Harus ke Dokter?
Gondongan biasanya bisa sembuh sendiri dengan perawatan di rumah. Namun, kamu perlu segera ke dokter jika gejalanya tidak membaik setelah beberapa hari atau justru semakin parah.
Selain itu, periksa ke dokter jika demam tinggi, nyeri semakin kuat, sulit makan atau minum, atau terjadi pembengkakan yang sangat besar.
Pemeriksaan medis penting untuk memastikan tidak ada komplikasi dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca juga: Cara Mengatasi Cantengan di Rumah, Biar Gak Makin Parah
Gondongan bisa sembuh dengan perawatan di rumah. Istirahat cukup, jaga pola makan, dan kebersihan agar cepat pulih dan tidak menular ke orang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ayosehat.kemkes.go.id