INDOZONE.ID - Makan Ultra-Proses memiliki pengaruh buruk gak hanya untuk berat badan, tapi juga otot. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Radiology mengungkapkan, temuan penting terkait pola makan modern.
Penelitian tersebut menunjukkan, konsumsi tinggi makanan ultra-proses berkaitan dengan meningkatnya penumpukan lemak pada otot paha, yang berpotensi menurunkan kualitas otot.
Temuan ini menambah daftar risiko kesehatan dari makanan ultra-proses, yang selama ini lebih dikenal karena kaitannya dengan obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.
Apa Itu Makanan Ultra-Proses?
Dikutip dari Medical News Today, makanan ultra-proses adalah produk yang telah melalui banyak tahap pengolahan industri. Umumnya, mengandung berbagai bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, serta kadar gula dan garam yang tinggi.
Contohnya meliputi makanan instan, camilan kemasan, minuman manis, dan produk siap saji.
Baca juga: Mengapa Makanan Ultra-Proses Tidak Baik untuk Kesehatan? Simak Penjelasannya!
Selama ini, penelitian lebih banyak menyoroti dampaknya terhadap metabolisme. Namun, hubungan antara makanan ultra-proses dan kesehatan otot masih jarang diteliti.
Hasil Penelitian: Lemak Otot Meningkat
Penelitian ini melibatkan lebih dari 600 peserta dengan risiko osteoartritis lutut. Para peneliti menganalisis pola makan peserta, serta melakukan pemindaian MRI untuk melihat kondisi otot paha.
Hasilnya menunjukkan, semakin tinggi konsumsi makanan ultra-proses, semakin besar pula penumpukan lemak di dalam otot paha.
Menurut Zehra Akkaya, penulis utama studi, kualitas diet memiliki peran penting terhadap kesehatan otot. Bahkan, hubungan ini tetap terlihat meskipun faktor jumlah kalori dan total lemak dalam makanan telah diperhitungkan.
“Temuan kami menunjukkan bahwa, konsumsi tinggi makanan ultra-proses, berkaitan dengan peningkatan lemak pada otot paha, yang terlihat melalui pemeriksaan MRI,” ujar Akkaya.
Dampak pada Kelompok Tertentu
Penelitian juga menemukan bahwa:
- Perempuan cenderung memiliki penumpukan lemak otot lebih tinggi dibandingkan laki-laki
- Kelompok otot tertentu, seperti otot paha bagian dalam (adductor), menunjukkan hubungan paling kuat
- Hubungan ini tetap konsisten meskipun memperhitungkan faktor lain seperti lemak makanan
Selain itu, efek tersebut lebih jelas terlihat pada peserta dengan kondisi lutut yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan lebih parah.
Keterbatasan Studi
Meski memberikan wawasan penting, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan:
- Fokus pada kelompok usia lebih tua dengan risiko osteoartritis
- Data pola makan berdasarkan laporan peserta (self-reported)
- Tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat karena desain penelitian bersifat observasional
Para peneliti menekankan, perlunya studi lanjutan dengan metode jangka panjang untuk memahami hubungan ini secara lebih mendalam.
Implikasi Klinis: Lebih dari Sekadar Kalori
Menurut Patrick Kee, kualitas otot sangat penting untuk menjaga stabilitas sendi. Penumpukan lemak pada otot akibat konsumsi makanan ultra-proses, berpotensi mempercepat perkembangan osteoartritis lutut.
Ia menegaskan, pendekatan kesehatan tidak cukup hanya fokus pada pengurangan kalori atau penurunan berat badan.
Sebaliknya, diperlukan strategi yang menekankan kualitas makanan, termasuk mengurangi konsumsi makanan ultra-proses, dan beralih ke makanan alami atau minim pengolahan.
Pendapat serupa disampaikan Mir Ali, yang menyebutkan, temuan ini memperkuat bukti bahwa, makanan ultra-proses meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Meskipun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan, temuan tersebut menjadi pengingat penting, menjaga pola makan sehat tidak hanya berdampak pada berat badan, tetapi juga pada kesehatan otot, dan fungsi tubuh secara keseluruhan.
Mengurangi konsumsi makanan ultra-proses, dan memilih makanan alami dapat menjadi langkah sederhana namun efektif, untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today