INDOZONE.ID - Akhir-akhir ini, kabar soal ikan sapu-sapu ramai dibicarakan setelah penangkapan besar-besaran di beberapa wilayah Jakarta.
Ikan yang sering dianggap “pembersih sungai” ini ternyata ditemukan beredar dan bahkan disalahgunakan sebagai bahan konsumsi oleh sebagian masyarakat.
Kondisi ini pun memicu pertanyaan, sebenarnya aman nggak sih kalau tanpa sadar kita mengonsumsi makanan yang yang mengandung ikan sapu-sapu?
Berikut beberapa risiko yang perlu kamu ketahui.
1. Rentan Mengandung Logam Berat yang Bisa Merusak Organ
Ikan sapu-sapu dikenal dapat bertahan hidup di perairan yang kualitasnya sering kali buruk, bahkan tercemar.
Kondisi ini membuat tubuhnya berpotensi mengakumulasi logam berat seperti merkuri dan kadmium dari lingkungan sekitarnya.
Nah, masalahnya ada pada logam berat ini, yang tidak hilang hanya dengan dimasak.
Maka dari itu, ketika masuk ke tubuh manusia secara terus-menerus, zat tersebut bisa menumpuk dan memicu kerusakan organ vital seperti hati, ginjal, hingga sistem saraf.
Dalam jangka panjang, paparan ini juga berisiko mengganggu fungsi otak dan metabolisme tubuh tanpa disadari.
2. Tercemar Limbah Kimia dan Pestisida yang Sulit Hilang
Karena ikan jenis ini sering hidup di sungai atau perairan yang tercampur limbah industri dan pertanian, ikan sapu-sapu sangat rentan menyerap berbagai bahan kimia berbahaya, termasuk pestisida.
Zat-zat inilah bisa masuk ke dalam jaringan tubuh ikan dan tetap bertahan meski sudah melalui proses memasak.
Baca juga: 6 Jenis Ikan Lokal Tinggi Omega-3, Manfaat serta Tips Memilih dan Mengolahnya
Jika dikonsumsi, paparan bahan kimia tersebut dapat memicu gangguan kesehatan, mulai dari iritasi ringan hingga potensi gangguan hormon dan sistem imun jika terjadi secara berulang.
Inilah yang membuat ikan dari lingkungan tercemar sebaiknya dihindari.
3. Berisiko Membawa Parasit yang Ganggu Sistem Pencernaan
Selain dari sisi lingkungan, ikan sapu-sapu juga berpotensi menjadi inang bagi parasit seperti cacing.
Parasit ini bisa hidup di dalam tubuh ikan tanpa terlihat secara kasat mata.
Jika ikan tidak dibersihkan dan dimasak dengan benar, parasit tersebut bisa berpindah ke tubuh manusia.
Dampaknya bukan sekadar gangguan ringan, tapi bisa menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan, seperti sakit perut berkepanjangan, diare, hingga penyerapan nutrisi yang terganggu.
4. Bisa Memicu Reaksi Alergi yang Tidak Terduga
Bagi sebagian orang, konsumsi ikan tertentu bisa memicu reaksi alergi, termasuk ikan sapu-sapu.
Risiko ini bisa meningkat jika ikan sudah terkontaminasi zat berbahaya dari lingkungannya.
Reaksi alergi yang muncul bisa beragam, mulai dari gatal-gatal, ruam pada kulit, hingga gangguan pencernaan seperti mual atau kram perut.
Dalam kondisi tertentu, reaksi alergi juga bisa lebih serius jika tubuh sensitif terhadap kandungan yang ada di dalamnya.
5. Kualitas Daging Kurang Layak dan Minim Nilai Konsumsi
Secara tekstur, daging ikan sapu-sapu cenderung keras dan kurang memiliki cita rasa yang umum disukai.
Ini bukan hanya soal selera, tapi juga berkaitan dengan kualitasnya sebagai bahan konsumsi.
Baca juga: Mengenal Ikan Terbang, Ikan Unik yang Bisa Melayang di Udara
Dibandingkan ikan yang memang dibudidayakan untuk dimakan, ikan sapu-sapu tidak melalui proses pengawasan kualitas yang jelas.
Hal ini membuatnya kurang direkomendasikan sebagai sumber protein harian, terutama jika mempertimbangkan risiko kesehatan yang menyertainya.
6. Berpotensi Menyebabkan Keracunan Makanan
Jika ikan sapu-sapu berasal dari lingkungan yang tercemar, maka kemungkinan besar dagingnya juga membawa zat berbahaya.
Risiko ini bisa semakin besar jika ikan tidak diolah dengan higienis atau sudah tidak segar.
Dalam beberapa kasus, keracunan makanan juga dapat memerlukan penanganan medis jika gejalanya cukup parah.
Itu dia beberapa bahaya jika kamu secara tidak sengaja atau sengaja memakan ikan sapu-sapu. Semoga bermanfaat ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara