INDOZONE.ID - Anyang-anyangan adalah kondisi saat seseorang merasa perih, panas, nyeri, atau tidak nyaman ketika buang air kecil. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai disuria.
Meski sering dianggap sepele, anyang-anyangan sebenarnya bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran kemih. Karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi agar keluhan tidak makin parah.
Jika kamu sedang mengalami rasa tidak nyaman saat buang air kecil, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Baca juga: Niatnya Sehat, Kok Jadi Bahaya? Fakta Green Coffee yang Bikin Banyak Orang Kaget!
Apa Itu Anyang-anyangan?
Anyang-anyangan bukan nama penyakit, melainkan gejala yang muncul akibat kondisi tertentu pada saluran kemih, kandung kemih, ginjal, atau area kelamin.
Keluhan ini bisa terjadi pada pria maupun wanita, tetapi lebih sering dialami wanita karena saluran kemih yang lebih pendek.
Gejala Anyang-anyangan
Beberapa tanda yang umum dirasakan saat mengalami anyang-anyangan antara lain:
- Sering ingin buang air kecil
- Terasa perih, panas, atau nyeri saat kencing
- Ingin kencing terus meski urine sedikit
- Urine keluar tidak tuntas
- Rasa tidak nyaman di area bawah perut
- Urine keruh atau berbau tajam
Jika disertai demam atau nyeri pinggang, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Baca juga: Benarkah Green Coffee Ampuh Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya yang Jarang Dibahas!
Penyebab Anyang-anyangan
Anyang-anyangan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi hingga iritasi ringan.
1. Infeksi Saluran Kemih
Ini adalah penyebab paling umum, karena bakteri masuk ke saluran kemih lalu menimbulkan peradangan.
Faktor pemicunya:
- Sering menahan kencing
- Kurang menjaga kebersihan area kelamin
- Daya tahan tubuh lemah
- Diabetes
- Setelah berhubungan intim
- Kandung kemih tidak kosong sempurna
2. Iritasi di Area Kelamin
Kulit sensitif di area intim bisa iritasi akibat sabun berbahan keras, parfum atau cairan pembersih kewanitaan, gesekan saat berhubungan seksual, dan perubahan hormon menopause.
3. Batu Ginjal
Batu yang bergerak ke saluran kemih bisa menyebabkan nyeri hebat dan anyang-anyangan.
4. Efek Samping Obat
Beberapa obat tertentu bisa menyebabkan iritasi kandung kemih atau perubahan urine, sehingga timbul rasa perih saat kencing.
Baca juga: BGN Adopsi Strategi Jepang, Fokus Gizi dan Gaya Hidup untuk Tingkatkan Kualitas Generasi Muda
Cara Mengatasi Anyang-anyangan
Penanganan tergantung penyebabnya. Namun, beberapa cara berikut bisa membantu meredakan gejala.
1. Perbanyak Minum Air Putih
Air membantu membersihkan saluran kemih dan mengurangi rasa perih saat buang air kecil, maka usahakan minum cukup sepanjang hari.
2. Jangan Menahan Buang Air Kecil
Segera ke toilet saat terasa ingin kencing agar bakteri tidak berkembang di kandung kemih.
3. Hindari Sabun Berbahan Keras
Gunakan pembersih lembut atau cukup air bersih untuk area intim.
4. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu
Beberapa makanan dapat memperparah gejala, seperti kopi, teh, soda, makanan pedas, hingga minuman yang terlalu asam.
5. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter
Jika disebabkan infeksi bakteri, dokter biasanya memberikan antibiotik. Jangan membeli antibiotik sembarangan tanpa resep. Untuk nyeri, dokter juga bisa menyarankan obat antiradang.
6. Obati Penyebab Utama
Jika penyebabnya batu ginjal, prostat membesar, atau gangguan lain, maka sumber masalahnya harus ditangani terlebih dulu.
Baca juga: Panduan Memilih Kandungan Pasta Gigi Anak yang Aman dan Tepat, Orang Tua Wajib Tahu!
Anyang-anyangan saat buang air kecil biasanya ditandai rasa perih, panas, dan sering ingin kencing. Penyebabnya bisa karena infeksi saluran kemih, iritasi, batu ginjal, hingga efek obat tertentu.
Cara mengatasinya bisa dimulai dari banyak minum air putih, menjaga kebersihan, menghindari makanan pemicu, hingga pengobatan medis sesuai penyebabnya. Jika gejala tidak membaik, segera konsultasi ke dokter agar ditangani dengan tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: