INDOZONE.ID - Vaksin jadi salah satu cara penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya.
Karena itu, pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah menetapkan beberapa jenis vaksin wajib yang perlu diberikan sejak bayi.
Selain membantu menjaga daya tahan tubuh anak, vaksin juga bisa menurunkan risiko komplikasi serius akibat infeksi penyakit tertentu.
Baca juga: 10 Tahapan Pembukaan Melahirkan Normal, Calon Ibu Wajib Tahu!
Daftar Vaksin Wajib Anak di Indonesia
Nah, berikut daftar vaksin wajib anak di Indonesia yang perlu diketahui orang tua.
1. Vaksin DTaP-Polio IPV-HIB-HEP B (Hexaxim)
Vaksin Hexaxim termasuk vaksin kombinasi yang melindungi anak dari beberapa penyakit sekaligus, seperti difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, polio, dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib).
Biasanya, vaksin ini diberikan saat anak usia 2, 3, dan 4 bulan atau bisa juga pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Setelah itu, ada booster saat usia 18 bulan dan dilanjutkan lagi di usia 5–7 tahun.
Orang tua juga tidak perlu khawatir karena vaksin ini aman diberikan bersamaan dengan beberapa vaksin lain.
Baca juga: 10 Tahapan Pembukaan Melahirkan Normal, Calon Ibu Wajib Tahu!
2. Vaksin Rotavirus (Rotarix)
Vaksin rotavirus berfungsi melindungi bayi dari infeksi rotavirus yang bisa menyebabkan diare berat atau gastroenteritis.
Vaksin ini penting karena diare akibat rotavirus cukup sering menyerang bayi dan balita.
Pemberiannya dimulai sejak usia 6 minggu, dengan dosis pertama biasanya diberikan saat bayi usia 6 minggu dan dosis kedua di usia sekitar 10 minggu.
3. Vaksin MMR
Vaksin MMR diberikan untuk melindungi anak dari campak, gondongan, dan rubella. Ketiga penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius jika tidak dicegah sejak dini.
Vaksin biasanya diberikan saat anak usia 15–18 bulan dan diulang kembali pada usia 5–7 tahun. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa yang belum pernah vaksin juga dianjurkan mendapatkannya.
Baca juga: Infeksi Telinga pada Anak, Simak Gejala dan Cara Mengatasinya
4. Vaksin Tifoid
Vaksin tifoid membantu melindungi anak dari penyakit demam tifoid atau tifus. Penyakit ini cukup umum terjadi di Indonesia dan rentan menyerang anak-anak.
Vaksin tifoid biasanya mulai diberikan saat anak berusia 2 tahun, lalu diulang setiap tiga tahun sekali agar perlindungannya tetap optimal.
5. Vaksin Tdap (Boostrix)
Vaksin Tdap diberikan untuk melindungi dari difteri, tetanus, dan pertusis. Bedanya dengan Hexaxim, vaksin ini diperuntukkan bagi anak usia di atas 10 tahun.
Selain anak-anak, vaksin Tdap juga sering dianjurkan untuk ibu hamil trimester ketiga guna membantu memberikan perlindungan awal pada bayi setelah lahir.
Baca juga: MPASI Bukan Sekadar Kenyang, Simak Kandungan Gizi yang Dibutuhkan Anak
Pentingnya Melengkapi Vaksin Anak
Melengkapi vaksin anak bukan hanya sekadar mengikuti jadwal imunisasi, tapi juga langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan anak dalam jangka panjang.
Orang tua sebaiknya rutin memeriksa jadwal vaksin dan berkonsultasi dengan dokter agar imunisasi anak tetap lengkap sesuai usianya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rsiabinamedika.com