INDOZONE.ID - Sikat gigi setelah makan, sering dianggap sebagai kebiasaan sehat untuk menjaga kebersihan mulut.
Namun, para ahli kesehatan gigi mengingatkan, menyikat gigi terlalu cepat setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam, justru dapat merusak enamel gigi.
Kondisi ini terjadi karena enamel atau lapisan pelindung terluar gigi menjadi lebih lunak sementara, setelah terpapar asam.
Jika gigi langsung disikat pada kondisi tersebut, gesekan dari sikat gigi dapat meningkatkan risiko abrasi dan erosi enamel secara perlahan.
Memahami waktu yang tepat untuk menyikat gigi, menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi dalam jangka panjang.
Baca juga: 7 Panduan Menyikat Gigi Anak agar Bersih dan Sehat, Orang Tua Wajib Tahu!
Kondisi Gigi Setelah Konsumsi Makanan Asam?
Dikutip dari Medical Daily, setelah makan, terutama makanan atau minuman yang bersifat asam seperti buah jeruk, tomat, soda, kopi, atau minuman berenergi, tingkat keasaman di dalam mulut meningkat.
Kondisi ini membuat pH mulut menurun, dan menyebabkan enamel gigi menjadi lebih lunak sementara.
Enamel merupakan lapisan keras yang melindungi gigi dari kerusakan. Sayangnya, enamel tidak dapat tumbuh kembali setelah hilang.
Paparan asam, membuat mineral penting seperti kalsium dan fosfat keluar dari permukaan enamel. Akibatnya, gigi menjadi lebih rentan terhadap kerusakan.
Di sisi lain, bakteri di dalam mulut juga memanfaatkan gula dari makanan untuk menghasilkan asam tambahan, yang semakin meningkatkan risiko erosi gigi setelah makan.
Mengapa Sikat Gigi Terlalu Cepat Bisa Berbahaya?
Banyak orang berpikir, menyikat gigi segera setelah makan adalah cara terbaik untuk membersihkan sisa makanan.
Padahal, ketika enamel sedang dalam kondisi lunak, menyikat gigi justru dapat menyebabkan abrasi atau pengikisan permukaan gigi.
Gesekan dari bulu sikat dapat mendorong asam lebih dalam ke enamel, sekaligus mengikis lapisan pelindung gigi secara perlahan.
Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat menyebabkan:
- Gigi lebih sensitif
- Perubahan warna gigi menjadi kekuningan
- Permukaan gigi menipis
- Risiko gigi berlubang meningkat
Sebagai contoh, menyikat gigi langsung setelah minum jus jeruk atau soda, dapat mempercepat kerusakan enamel karena gigi masih berada dalam kondisi lemah akibat paparan asam.
Proses Pemulihan Enamel Secara Alami
Pelunakan enamel berkaitan langsung dengan tingkat pH di dalam mulut. Ketika pH turun di bawah angka sekitar 5,5, enamel mulai mengalami demineralisasi atau kehilangan mineral.
Tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk melindungi gigi, yaitu melalui air liur.
Air liur membantu menetralkan asam, sekaligus mengembalikan mineral yang hilang melalui proses yang disebut remineralisasi. Namun, proses ini tidak terjadi secara instan dan membutuhkan waktu.
Karena itu, menyikat gigi sebelum enamel kembali mengeras, dapat meningkatkan risiko kerusakan permanen.
Waktu Menunggu Sebelum Sikat Gigi
Para ahli kesehatan gigi umumnya menyarankan untuk menunggu sekitar 30 hingga 60 menit setelah makan, sebelum menyikat gigi.
Waktu tersebut memberi kesempatan bagi air liur untuk:
- Menetralkan asam
- Mengembalikan keseimbangan pH mulut
- Memulai proses remineralisasi enamel
Makanan atau minuman dengan kadar asam tinggi, biasanya membutuhkan waktu lebih lama, mendekati 60 menit.
Selama masa menunggu, berkumur menggunakan air putih dapat membantu membersihkan sisa makanan, dan mengurangi kadar asam tanpa menyebabkan abrasi pada gigi.
Baca juga: Apakah Sikat Gigi Elektrik Worth It? Ini Penjelasan dari Sisi Kesehatan Gigi
Cara Aman Sikat Gigi Setelah Makan
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu melindungi enamel, sekaligus menjaga kebersihan mulut:
- Tunggu 30–60 menit setelah makan sebelum menyikat gigi
- Berkumur dengan air putih setelah mengonsumsi makanan asam
- Gunakan sikat gigi berbulu lembut
- Gunakan pasta gigi berfluoride untuk membantu remineralisasi
- Jika memungkinkan, sikat gigi sebelum mengonsumsi minuman asam
- Mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang produksi air liur
Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Erosi Enamel
Beberapa jenis makanan dan minuman diketahui lebih mudah melunakkan enamel, antara lain:
- Jeruk, lemon, dan grapefruit
- Soda dan minuman berkarbonasi
- Minuman energi dan olahraga
- Makanan berbahan dasar cuka seperti acar dan salad dressing
- Anggur putih yang memiliki tingkat keasaman tinggi
Paparan yang terlalu sering terhadap makanan dan minuman tersebut, dapat mempercepat pengikisan enamel, terutama jika diikuti kebiasaan menyikat gigi terlalu cepat.
Tanda-tanda Enamel Gigi Mulai Rusak
Kerusakan enamel sering terjadi secara perlahan, sehingga banyak orang tidak menyadarinya sejak awal. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Gigi terasa sensitif terhadap panas, dingin, atau makanan manis
- Warna gigi tampak lebih kuning
- Permukaan gigi terasa kasar atau tidak rata
- Gigi lebih mudah berlubang
Pentingnya Waktu yang Tepat Saat Menyikat Gigi
Menyikat gigi tetap menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan mulut. Namun, waktu dan cara menyikat gigi memiliki peran besar dalam melindungi enamel.
Menunggu sekitar 30–60 menit setelah makan, memberi kesempatan bagi air liur untuk menetralkan asam dan membantu memperkuat kembali enamel yang melemah.
Dengan memahami pengaruh makanan asam terhadap gigi dan menerapkan kebiasaan menyikat gigi yang tepat, risiko erosi enamel dapat dikurangi sehingga kesehatan gigi tetap terjaga dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily