Selasa, 19 MEI 2026 • 08:05 WIB

Kuku Sering Pecah dan Mudah Mengelupas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Author

Ilustrasi merawat kuku. (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah merasa kuku tiba-tiba jadi tipis, gampang patah, terasa lebih lunak, atau bahkan sering terkelupas saat melakukan aktivitas ringan? 

Banyak orang menganggap kondisi ini hanya masalah perawatan kuku yang kurang maksimal. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda hapalonychia.

Hapalonychia adalah kondisi ketika kuku menjadi lebih lunak, rapuh, tipis, dan mudah mengelupas. Meski terlihat seperti masalah kecil, kuku yang tidak sehat bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman, mulai dari mengetik, mencuci, hingga aktivitas sederhana lainnya.

Tak sedikit orang baru menyadari ada masalah ketika kuku terus patah meski sudah dipanjangkan berkali-kali. 

Baca juga: Cara Membuat Anak Berani untuk Ikut Lomba, Jangan Sampai Orang Tua Salah Mendampingi!

Kalau kamu mengalami hal serupa, jangan buru-buru panik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi ini.

Kenapa kuku bisa jadi rapuh?

Kuku yang mudah rusak bisa dipicu oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kuku yang terlalu sering terpapar air, sabun, deterjen, atau bahan kimia keras dari produk kecantikan.

Selain itu, kebiasaan menggigit kuku, mencabut kulit di sekitar kuku, hingga penggunaan kuteks dan remover secara berlebihan juga bisa memperburuk kondisi kuku.

Dalam beberapa kasus, kuku rapuh juga bisa dipengaruhi oleh kurangnya nutrisi tertentu atau kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, penting untuk memperhatikan perubahan yang terjadi pada kuku.

Baca juga: Sering Diabaikan, Kebiasaan Simpel Ini Disebut Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

1. Rutin gunakan pelembab tangan

Salah satu cara paling sederhana namun sering diabaikan adalah menjaga kelembaban tangan dan kuku.

Mengoleskan lotion atau hand cream secara rutin setelah mencuci tangan dapat membantu menjaga kuku agar tidak terlalu kering. Kuku yang terhidrasi dengan baik biasanya lebih kuat dan tidak mudah pecah.

Aplikasikan juga pada area kutikula agar kulit di sekitar kuku tetap sehat.

2. Rapikan kuku secara teratur

Membiarkan kuku terlalu panjang saat kondisinya sedang rapuh justru bisa membuatnya lebih mudah patah.

Baca juga: Dinkes DKI Pantau Enam Kasus Suspek Hantavirus di Jakarta

Potong kuku secara rutin dan gunakan kikir untuk membentuk ujung kuku agar lebih rapi. Cara ini dapat membantu mencegah kuku tersangkut benda dan patah secara tiba-tiba.

Merawat kuku secara rutin juga membuat tampilannya lebih bersih dan sehat.

3. Gunakan nail hardener jika diperlukan

Sebagian orang menggunakan nail hardener atau pelapis penguat kuku untuk memberikan perlindungan tambahan.

Produk ini bisa membantu memperkuat lapisan kuku yang tipis agar tidak mudah retak. Namun, pilih produk yang aman dan tidak mengandung bahan terlalu keras.

Baca juga: Puskesmas Baru di Meruya Selatan Ini Bikin Warga Antusias, Lansia 83 Tahun Ikut Rutin Datang

4. Biotin disebut dapat membantu pertumbuhan kuku

Biotin merupakan salah satu vitamin yang sering dikaitkan dengan kesehatan kuku.

Beberapa orang memilih mengkonsumsi suplemen biotin untuk membantu pertumbuhan kuku agar lebih kuat. Namun, jangan asal konsumsi suplemen tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, terutama bagi ibu hamil atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

5. Hentikan kebiasaan buruk yang merusak kuku

Kalau kamu punya kebiasaan menggigit kuku saat cemas atau bosan, sebaiknya mulai dihentikan.

Begitu juga dengan kebiasaan mencabut kutikula atau kulit kecil di sekitar kuku. Kebiasaan ini bisa menyebabkan luka dan meningkatkan risiko infeksi.

Baca juga: 7 Buah yang Bisa Meredakan Asam Urat secara Alami, Harus Kamu Tahu!

6. Hindari produk kuku berbahan keras

Penggunaan produk kuku berbahan kimia keras dalam jangka panjang bisa membuat kuku semakin lemah.

Batasi penggunaan kuteks, lem kuku palsu, serta cairan pembersih kuku yang mengandung bahan keras agar kuku punya waktu untuk pulih secara alami.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika kondisi kuku tidak membaik setelah dirawat, justru semakin rapuh, berubah warna, terasa nyeri, atau disertai gejala lain, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Bisa saja kondisi tersebut berkaitan dengan masalah kesehatan lain yang perlu ditangani lebih lanjut.

Meski ukurannya kecil, kuku bisa menjadi salah satu tanda kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jadi, jangan abaikan jika kuku mulai menunjukkan perubahan yang tidak biasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU