Rabu, 27 MEI 2026 • 13:20 WIB

Mitos vs Fakta: Benarkah Daging Kambing Kurban Bikin Darah Tinggi?

Author

Daging kambing kurban. (Pinterest)

INDOZONE.ID - Saat Hari Raya Idul Adha tiba, daging kambing sering jadi menu favorit banyak orang. Mulai dari sate, gulai, hingga tongseng, aroma khasnya memang menggoda selera.

Namun, di balik kenikmatannya, masih banyak orang percaya bahwa makan daging kambing bisa langsung menyebabkan darah tinggi dan kolesterol naik drastis. 

Lalu, benarkah hal tersebut atau hanya mitos? Simak penjelasannya berikut. 

Sebagaimana halnya dengan daging merah lainnya, daging kambing secara ilmiah tidak menjadi pemicu hipertensi. 

Namun, hal itu bisa disebabkan karena cara penyajian dan konsumsi yang terkait erat dengan hipertensi.

Baca juga:  Benarkah Daging Kambing Biang Kerok Hipertensi? Guru Besar Fakultas Peternakan IPB Buka Suara

Mengenal Daging Kambing Kurban

Nilai gizi daging sangat dipengaruhi, jenis, faktor genetik, dan cara ternaknya.

Misalnya, jika kambing ternak yang digembalakan menghasilkan daging yang lebih sehat dan kandungan lemak jenuh dan kolesterolnya lebih sedikit. 

Dari sisi nilai gizi, daging kambing yang dikenal dengan chevon ini merupakan pilihan daging merah yang lebih sehat.

Chevon mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan daging merah lainnya yang bermanfaat dalam menunjang kesehatan jantung.

Daging kambing memang mengandung kolesterol dalam jumlah yang moderat, lebih rendah jika dibandingkan dengan kandungan kolesterol daging sapi dan domba. 

Jadi, jika daging kambing dikonsumsi secara tidak berlebihan, tidak akan meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol secara drastis.

Penyebab Hipertensi

Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang seimbang, dan mengonsumsi daging kambing kurban tidak memengaruhi tekanan darah.

Studi ini juga mengungkap bahwa untuk penderita hipertensi direkomendasikan untuk membatasi konsumsi daging merah utamanya yang sudah diproses yang mengandung lemak jenuh tinggi.

Oleh sebab itu, daging kambing jika diolah dengan benar dan rendah lemak merupakan alternatif yang lebih baik bagi penderita hipertensi dibanding dengan daging merah lainnya.

Jadi bisa dikatakan bahwa, faktor penyebab hipertensi lebih berpengaruh pada metode penyajian dibandingkan dengan dagingnya.

Menggoreng atau memasak dengan garam, mentega, atau saus berlemak yang berlebihan dapat mengubah daging yang sehat menjadi bahan makanan yang berisiko hipertensi.

Baca juga: Mengenal Madu Olor, Jamu Fermentasi Madu dan Daging Kambing, serta Manfaatnya

Jadi, bisa disimpulkan bahwa daging kambing kurban bikin darah tinggi hanyalah mitos.

Data gizi menunjukkan bahwa kandungan kolesterol pada daging kambing sebenarnya berada pada kategori moderat.

Justru, kadar kolesterol daging sapi dan domba lebih tinggi dibandingkan dengan daging kambing.

Jadi, pada intinya untuk mengelola tekanan darah dan kolesterol, daging kambing dapat menjadi bagian dari diet asalkan dikonsumsi secara moderat dan memperhatikan dengan baik cara menyiapkan dan memasaknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ipb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU