Minggu, 31 MEI 2026 • 17:15 WIB

Diare Enggak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Ada Tinja yang Menumpuk di Usus Besar

Author

Ilustrasi seseorang mengalami diare. (Freepik)

INDOZONE.ID – Banyak orang mengira, diare dan sembelit sebagai dua gangguan pencernaan yang berbeda. 

Namun, tahukah kamu, seseorang bisa mengalami diare justru karena sedang mengalami sembelit parah?

Kondisi ini mungkin terdengar membingungkan. Setelah beberapa hari tidak buang air besar, seseorang tiba-tiba mengalami diare encer yang terjadi berulang kali. 

Banyak yang mengira hal tersebut disebabkan oleh infeksi atau gangguan lambung biasa. Padahal, menurut para ahli, penyebabnya bisa jadi adalah penumpukan tinja yang menyumbat usus besar.

Seorang ahli gastroenterologi asal Florida, Dr. Joseph Salhab, menjelaskan, kondisi tersebut dikenal sebagai overflow diarrhea atau diare akibat sumbatan tinja. 

Ia menegaskan, gejala ini tidak boleh diabaikan karena dapat memerlukan penanganan medis.

Baca juga: 7 Buah Pereda Diare yang Ampuh dan Alami, Bikin Perut Lebih Tenang

Apa Itu Overflow Diarrhea?

Menurut Dr. Salhab, seseorang dapat mengalami diare meskipun sebenarnya sedang mengalami sembelit berat.

Kondisi ini terjadi ketika tinja yang keras, dan padat menumpuk di usus besar (kolon) hingga membentuk sumbatan.

Akibat adanya penyumbatan tersebut, hanya cairan atau tinja yang lebih encer yang mampu mengalir melewati celah-celah sumbatan dan keluar dari tubuh.

ilustrasi penderita diare (freepik)

Akibatnya, penderita mengalami buang air besar encer berulang kali sehingga tampak seperti diare biasa. Padahal, masalah utama yang terjadi adalah sembelit yang parah.

"Overflow diarrhea dapat terjadi ketika tinja keras menumpuk dan tersangkut di kolon, sementara tinja cair merembes melewati sumbatan tersebut. Banyak orang mengira mereka mengalami diare terus-menerus, padahal sebenarnya mereka mengalami sembelit berat," ujar Dr. Salhab.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Selain diare encer yang terjadi terus-menerus, kondisi ini juga dapat disertai berbagai keluhan lain, seperti:

  • Nyeri perut
  • Perut kembung
  • Mual
  • Kebocoran tinja tanpa disadari
  • Buang air besar encer yang sering terjadi
  • Rasa tidak nyaman di area perut

Karena gejalanya dapat menyerupai gangguan pencernaan lain, banyak penderita tidak menyadari, mereka sebenarnya mengalami penyumbatan tinja di usus besar.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Dr. Salhab menekankan, overflow diarrhea sebaiknya tidak ditangani sendiri secara agresif di rumah tanpa konsultasi medis.

Langkah pertama biasanya adalah, melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat keparahan penyumbatan dan mencari faktor risiko yang mendasarinya. 

Setelah diagnosis ditegakkan, fokus utama pengobatan adalah membersihkan tinja yang menumpuk di dalam usus besar.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan:

  • Pemeriksaan fisik
  • Foto rontgen perut
  • CT scan
  • Tes darah
  • Enema atau pencahar khusus
  • Program pengaturan buang air besar
  • Pengeluaran tinja secara manual pada kasus yang berat

"Tujuan awal terapi adalah membersihkan kolon dari tinja yang mengeras, baik dengan enema maupun obat pencahar. Setelah itu pasien perlu menjalani program pengaturan buang air besar yang mencakup pola makan tinggi serat, konsumsi cairan yang cukup, serta jadwal buang air besar yang teratur," jelas Dr. Salhab.

Baca juga: 7 Makanan Penyelamat saat Diare Biar Pulih Lebih Cepat, Jangan Asal Makan Ya!

Pentingnya Asupan Serat dan Cairan

Setelah penyumbatan berhasil diatasi, perubahan gaya hidup menjadi kunci untuk mencegah masalah serupa terulang.

Para ahli umumnya menyarankan konsumsi serat sekitar 25–30 gram per hari melalui buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.

Selain itu, suplemen serat seperti psyllium juga dapat membantu memperlancar buang air besar.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membiasakan waktu buang air besar yang teratur, juga berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Waspadai Risiko Kanker Usus Besar

Yang lebih mengkhawatirkan, Dr. Salhab mengingatkan, dalam beberapa kasus, kanker usus besar dapat menimbulkan gejala yang menyerupai sembelit maupun overflow diarrhea.

Tumor yang tumbuh di dalam kolon dapat menyebabkan penyempitan atau penyumbatan saluran usus. Sehingga, memicu gangguan buang air besar.

Oleh karena itu, perubahan pola buang air besar yang berlangsung terus-menerus tidak boleh dianggap sepele, terutama jika disertai gejala lain seperti:

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Darah pada tinja
  • Anemia
  • Nyeri perut berat
  • Muntah
  • Sembelit yang semakin memburuk

"Yang sangat penting untuk diingat adalah bahwa kanker usus besar terkadang dapat menyamar sebagai sembelit atau overflow diarrhea karena menyebabkan penyempitan atau penyumbatan pada kolon," kata Dr. Salhab.

Jangan Abaikan Perubahan Pola Buang Air Besar

Diare yang muncul setelah beberapa hari, mengalami sembelit mungkin bukan sekadar gangguan pencernaan biasa.

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya penumpukan tinja yang serius di dalam usus besar, atau bahkan masalah kesehatan yang lebih berat.

Para ahli mengingatkan, gejala yang menetap, memburuk, atau disertai tanda-tanda peringatan lain sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. 

Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi sekaligus mendeteksi kemungkinan penyakit yang lebih serius, termasuk kanker usus besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU