Selasa, 02 JUNI 2026 • 21:30 WIB

Apa Bedanya Maag dan Asam Lambung? Simak Penjelasannya di Sini

Author

Ilustrasi Perbedaan Maag dan Asam Lambung. (Freepik)

INDOZONE.ID - Masih banyak orang yang menganggap maag dan asam lambung adalah penyakit yang sama.

Meski sama-sama menyerang sistem pencernaan dan sering menimbulkan keluhan yang mirip, keduanya memiliki perbedaan. Memahami perbedaannya penting agar penanganan yang dilakukan lebih tepat.

Baca juga: Salmon Mentah Kaya Nutrisi, Tapi Bisa Berbahaya bagi Kelompok Tertentu

Perbedaan Maag dan Asam Lambung yang Perlu Diketahui

1. Mekanisme yang Berbeda

Maag atau dispepsia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kumpulan gejala gangguan pencernaan bagian atas.

Jadi, maag sebenarnya bukan nama penyakit tertentu, melainkan kondisi yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.

Baca juga: Waspada, Salmon Mentah Rentan Kontaminasi Organisme dan Zat Berbahaya!

Sementara itu, asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) terjadi ketika asam dari lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup yang memisahkan kedua organ tersebut.

2. Gejala yang Muncul Tidak Selalu Sama

Pada maag, keluhan biasanya lebih banyak dirasakan di area perut. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain perut terasa penuh, kembung, mual setelah makan, sering bersendawa, hingga nyeri atau rasa perih di ulu hati.

Sedangkan asam lambung, gejala sering muncul di area dada dan tenggorokan.

Baca juga: Ahli Ungkap Terobosan Baru Pengobatan Kanker Ovarium untuk Kurangi Tingginya Angka Kematian

Penderitanya bisa merasakan sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn), mulut terasa asam atau pahit, tenggorokan terasa mengganjal, suara menjadi serak, hingga kesulitan menelan.

Gejala asam lambung juga sering memburuk saat malam hari atau ketika berbaring setelah makan.

3. Penyebabnya Juga Berbeda

Maag biasanya dipicu oleh pola makan yang kurang teratur, makan terlalu banyak dalam satu waktu, stres, atau efek samping obat tertentu.

Selain itu, maag juga bisa muncul sebagai gejala dari beberapa kondisi kesehatan lain, seperti radang lambung, tukak lambung, hingga gangguan pencernaan tertentu.

Di sisi lain, asam lambung lebih sering terjadi karena adanya gangguan pada katup antara lambung dan kerongkongan.

Baca juga: Terlalu Baik ke Orang Lain Ternyata Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya antara lain obesitas, kehamilan, hernia hiatus, kebiasaan berbaring setelah makan, hingga sering mengonsumsi makanan berlemak.

4. Cara Pengobatannya

Pada maag, pengobatan biasanya bertujuan untuk meredakan keluhan pada lambung dan membantu memperbaiki fungsi pencernaan.

Dokter dapat memberikan obat seperti antasida, obat prokinetik, atau pengobatan lain sesuai penyebabnya.

Sementara pada asam lambung, pengobatan lebih difokuskan untuk mengurangi produksi asam lambung agar kerongkongan tidak terus mengalami iritasi.

Karena itu, dokter biasanya memberikan obat golongan PPI (proton pump inhibitor) atau H2 blocker sesuai kondisi pasien.

Maag dan Asam Lambung Bisa Terjadi Bersamaan

Dalam beberapa kasus, maag dan asam lambung bisa muncul bersamaan karena keduanya sama-sama melibatkan gangguan pada saluran pencernaan bagian atas.

Baca juga: Ancaman Parasit 12 Meter di Balik Kenikmatan Menyantap Salmon Mentah

Memahami perbedaannya dapat membantu kamu mengenali keluhan yang dialami dan menentukan kapan perlu mendapatkan pemeriksaan atau penanganan yang tepat.

Jika gejala sering muncul, tidak kunjung membaik, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Alodokter

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU