INDOZONE.ID - Stroke masih jadi salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini bisa datang tiba-tiba dan sering kali tanpa peringatan. Karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sedini mungkin agar penderita bisa segera mendapatkan pertolongan.
Para dokter dari Mayo Clinic mengingatkan masyarakat untuk mengenal metode sederhana bernama B.E.F.A.S.T.. Cara ini digunakan untuk membantu mengenali gejala stroke dengan lebih cepat sehingga penanganan tidak terlambat.
Stroke sendiri terjadi saat aliran darah ke otak terganggu, baik karena pembuluh darah tersumbat maupun pecah. Saat hal itu terjadi, sel-sel otak mulai rusak dalam waktu singkat karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
Di Indonesia, stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan yang cukup tinggi. Faktor pemicunya pun beragam, mulai dari tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, hingga faktor usia.
Banyak orang terlambat mendapatkan pertolongan karena tidak menyadari gejala awal stroke. Padahal, semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk pulih.
Baca juga: 7 Penyakit yang Bisa Picu Stroke, Jangan Dianggap Sepele!
Kenali Tanda-Tandanya Lewat B.E.F.A.S.T.
Metode B.E.F.A.S.T. dibuat agar masyarakat lebih mudah mengingat gejala stroke.
- B - Balance (Keseimbangan)
Orang yang terkena stroke bisa tiba-tiba kehilangan keseimbangan, sempoyongan saat berjalan, atau sulit mengontrol gerakan tubuh. - E - Eyes (Mata)
Penglihatan bisa mendadak terganggu. Misalnya pandangan menjadi kabur, ganda, atau bahkan kehilangan penglihatan pada salah satu mata. - F - Face (Wajah)
Perhatikan wajahnya. Jika salah satu sisi wajah terlihat turun atau tidak simetris saat tersenyum, itu bisa menjadi tanda stroke. - A - Arm (Lengan)
Salah satu lengan atau kaki bisa terasa lemah atau mati rasa secara tiba-tiba. Coba minta orang tersebut mengangkat kedua tangan. Jika salah satunya turun atau sulit diangkat, jangan dianggap sepele. - S - Speech (Bicara)
Penderita stroke sering mengalami kesulitan berbicara. Ucapannya bisa terdengar pelo, tidak jelas, atau sulit memahami perkataan orang lain. - T - Time (Waktu)
Kalau menemukan satu atau beberapa gejala di atas, jangan menunggu. Segera cari bantuan medis atau bawa ke rumah sakit terdekat. Dalam kasus stroke, setiap menit sangat berharga.
Jangan Tunggu Sampai Gejalanya Hilang Sendiri
Banyak orang berpikir gejala seperti pusing mendadak, bicara pelo, atau tangan terasa lemas akan membaik dengan sendirinya. Padahal, menunda pemeriksaan justru bisa membuat kondisi semakin parah.
Dokter mengatakan bahwa peluang pemulihan biasanya lebih baik jika pasien mendapatkan penanganan secepat mungkin. Semakin lama otak kekurangan aliran darah, semakin besar risiko kerusakan yang terjadi.
Baca juga: Tiba-Tiba Pusing dan Bicara Pelo? Bisa Jadi Gejala Stroke
Sebagian Besar Risiko Stroke Bisa Dikurangi
Meski terdengar menakutkan, banyak faktor risiko stroke sebenarnya bisa dikendalikan. Menjaga tekanan darah tetap stabil, rutin bergerak atau berolahraga, mengurangi makanan tinggi lemak dan garam, berhenti merokok, serta mengontrol gula darah bisa membantu menurunkan risiko terkena stroke.
Karena itu, tidak ada salahnya mulai lebih peduli dengan kesehatan sejak sekarang. Selain menjaga pola hidup, mengenali tanda-tanda stroke juga penting. Siapa tahu suatu saat pengetahuan sederhana tentang B.E.F.A.S.T. bisa membantu menyelamatkan diri sendiri atau orang terdekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic