Rabu, 03 JUNI 2026 • 13:45 WIB

Sering Dianggap Sepele, Serat Ternyata Punya Peran Besar untuk Kesehatan Tubuh

Author

Serat membantu memperlancar pencernaan dan mengeluarkan toksin dari tubuh, menjaga kulit tetap sehat. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Belakangan ini, serat lagi sering dibahas di dunia kesehatan. Banyak orang mulai sadar kalau nutrisi yang satu ini ternyata punya peran penting buat tubuh. Sayangnya, masih banyak juga yang menganggap serat cuma berguna supaya buang air besar lancar.

Padahal, manfaat serat jauh lebih banyak dari itu.

Kalau selama ini kamu lebih fokus menghitung protein atau mengurangi gula, mungkin sudah saatnya mulai memperhatikan asupan serat harian juga.

Sebenarnya Serat Itu Apa?

Serat adalah bagian dari makanan yang berasal dari tumbuhan dan tidak bisa dicerna tubuh sepenuhnya.

Saat kita makan, sebagian besar nutrisi akan diserap tubuh. Nah, serat berbeda. Serat akan terus berjalan sampai ke usus besar dan menjadi "makanan" bagi bakteri baik yang hidup di dalam usus.

Meski terdengar sepele, bakteri baik ini punya tugas penting untuk membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Makanya, kondisi usus yang sehat sekarang semakin sering dikaitkan dengan kesehatan tubuh secara umum.

Baca juga: 5 Buah dengan Kandungan Serat Lebih Tinggi dari Semangkuk Oatmeal

Kenapa Tubuh Butuh Serat?

Banyak penelitian menunjukkan kalau orang yang cukup makan serat cenderung punya risiko lebih rendah terkena berbagai masalah kesehatan.

Beberapa manfaat serat yang paling sering disebut antara lain:

  • Membantu menjaga kadar kolesterol.
  • Membantu mengontrol gula darah.
  • Membantu menjaga berat badan.
  • Membuat perut kenyang lebih lama.
  • Membantu menjaga kesehatan usus.
  • Mendukung daya tahan tubuh.
  • Membantu mengurangi risiko beberapa penyakit kronis.

Karena itu, serat sekarang bukan cuma dianggap penting untuk pencernaan, tapi juga untuk kesehatan secara keseluruhan.

Serat Bukan Cuma dari Sayur

Saat mendengar kata serat, banyak orang langsung teringat sayur. Padahal sumber serat sebenarnya cukup banyak dan mudah ditemukan di Indonesia.

Beberapa contohnya:

Buah-buahan

  • Pepaya
  • Pisang
  • Jambu biji
  • Apel
  • Pir
  • Alpukat

Sayuran

  • Bayam
  • Kangkung
  • Brokoli
  • Wortel
  • Kubis
  • Kembang kol

Kacang-kacangan

  • Kacang merah
  • Kacang hijau
  • Kedelai
  • Buncis

Karbohidrat yang lebih tinggi serat

  • Oatmeal
  • Beras merah
  • Roti gandum
  • Jagung
  • Ubi

Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, biasanya semakin baik juga asupan serat yang didapat.

Kenapa Banyak Orang Indonesia Masih Kurang Serat?

Sembelit. (photo/Ilustrasi/Pexels/cottonbro)

Kalau dilihat dari kebiasaan makan sehari-hari, jawabannya sebenarnya cukup sederhana.

Banyak orang lebih sering makan nasi, lauk, dan makanan olahan, tetapi porsi sayur serta buahnya masih sedikit.

Belum lagi kebiasaan ngemil makanan tinggi gula atau gorengan yang lebih mengenyangkan dibanding buah.

Akibatnya, kebutuhan serat harian sering kali tidak terpenuhi.

Perlu Minum Suplemen Serat?

Suplemen serat memang ada dan cukup mudah ditemukan. Namun, kalau masih bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari, itu biasanya lebih disarankan.

Alasannya sederhana. Buah, sayur, dan kacang-kacangan tidak hanya mengandung serat, tetapi juga vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh.

Jadi manfaat yang didapat lebih lengkap.

Baca juga: Protein atau Serat Saat Sarapan? Ini yang Lebih Ampuh Buat Diet!

Berapa Banyak Serat yang Dibutuhkan?

Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 30 sampai 40 gram serat setiap hari.

Kalau merasa selama ini jarang makan sayur atau buah, jangan langsung menambah serat dalam jumlah besar sekaligus.

Lebih baik dilakukan pelan-pelan.

Misalnya:

  • Tambah satu porsi buah setiap hari.
  • Perbanyak sayur saat makan siang atau malam.
  • Ganti camilan kemasan dengan buah atau kacang-kacangan.
  • Sesekali pilih beras merah atau oatmeal.

Cara seperti ini biasanya lebih mudah dijalani dibanding mengubah pola makan secara drastis.

Jangan Lupa Banyak Minum Air

Saat mulai memperbanyak serat, sebagian orang bisa mengalami perut kembung atau lebih sering buang angin.

Hal itu cukup normal karena sistem pencernaan sedang beradaptasi.

Karena itu, jangan lupa perbanyak minum air putih agar serat bisa bekerja dengan baik di dalam tubuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU