INDOZONE.ID - Selama ini, blueberry dikenal sebagai salah satu superfood yang kaya nutrisi dan memiliki beragam manfaat kesehatan.
Buah berukuran kecil tersebut, telah lama dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.
Bahkan, dapat membantu meningkatkan daya ingat, menurunkan tekanan darah, menjaga berat badan, serta mendukung kesehatan otak.
Selain itu, blueberry mengandung antioksidan kuat yang membantu melawan kerusakan sel dan mendukung berbagai fungsi tubuh.
Buah ini juga kaya akan vitamin C, vitamin K, dan penting bagi kesehatan secara keseluruhan.
Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, tidak banyak orang yang menyadari, blueberry juga berpotensi mendukung kesehatan tulang dan membantu mengurangi risiko osteoporosis.
Baca juga: 7 Manfaat Jus Blueberry untuk Kesehatan Tubuh, Terutama untuk Otak
Blueberry dan Kesehatan Tulang
Dikutip dari Hindustan Times, Konsultan Ortopedi di Sahyadri Super Speciality Hospital, Pune, India, Nikhil Jadhav, menjelaskan, blueberry kini semakin diakui sebagai bagian penting dari pola makan yang mendukung kesehatan tulang.
Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari kandungan antioksidan dan sifat antiinflamasi yang tinggi pada blueberry.
"Blueberry mulai diakui sebagai tambahan penting dalam pola makan sehat untuk tulang berkat kemampuan antioksidan dan antiinflamasinya yang tinggi," ujar Jadhav.
Meski tidak ada satu jenis makanan pun yang dapat menyembuhkan osteoporosis secara langsung, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan, blueberry berpotensi membantu menjaga kesehatan tulang, dan mengurangi risiko kehilangan massa tulang yang terjadi seiring bertambahnya usia.
Kandungan Antioksidan Bantu Lindungi Tulang
Salah satu alasan blueberry dianggap bermanfaat bagi kesehatan tulang adalah, kandungan senyawa polifenol, terutama antosianin. Kandungan itu berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi alami.
Senyawa tersebut diketahui mampu mengurangi stres oksidatif dan peradangan kronis, dua faktor yang berperan dalam proses kerusakan dan penurunan kualitas tulang.
Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh, melebihi kemampuannya untuk menetralisir. Kondisi ini dapat mempercepat kerusakan sel, termasuk sel-sel yang berperan dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang.
Berpotensi Mendukung Pembentukan Tulang Baru
Jadhav menjelaskan, menjaga massa tulang merupakan langkah penting dalam mencegah osteoporosis dan patah tulang.
Sejumlah penelitian laboratorium pada hewan menunjukkan, beberapa senyawa yang terdapat dalam blueberry dapat merangsang aktivitas osteoblas, yaitu sel yang bertugas membentuk jaringan tulang baru.
Di sisi lain, senyawa tersebut juga diketahui dapat menghambat aktivitas osteoklas, yaitu sel yang berfungsi menghancurkan atau menyerap kembali jaringan tulang.
Keseimbangan antara aktivitas osteoblas dan osteoklas sangat penting untuk menjaga kepadatan, serta kekuatan tulang seiring bertambahnya usia.
Baca juga: Konsumsi Blueberry Mencegah Terjadinya Penuaan Dini
Blueberry Bukan Satu-satunya Solusi
Meskipun menjanjikan, Jadhav mengingatkan, blueberry tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya cara untuk mencegah osteoporosis.
"Blueberry sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pendekatan yang lebih luas dalam pencegahan osteoporosis, bukan sebagai solusi tunggal," jelasnya.
Asupan nutrisi penting bagi tulang tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan tulang, di antaranya:
- Kalsium
- Vitamin D
- Protein
- Mineral dan nutrisi pendukung lainnya
Tanpa pemenuhan kebutuhan nutrisi tersebut, manfaat blueberry terhadap kesehatan tulang kemungkinan tidak akan optimal.
Gaya Hidup Sehat Tetap Penting
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga memegang peranan penting dalam menjaga kepadatan tulang.
Jadhav menyarankan, beberapa bentuk olahraga yang dapat membantu mencegah osteoporosis, seperti:
- Berjalan kaki secara rutin
- Latihan beban atau resistance training
- Aktivitas fisik yang melatih kekuatan otot dan tulang
Ia juga menekankan, pentingnya menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Sebab, kedua faktor tersebut dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang.
Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis, dan perlu melakukan pemantauan kesehatan tulang secara berkala, antara lain:
- Perempuan pascamenopause
- Individu dengan riwayat keluarga osteoporosis
- Orang yang memiliki kondisi medis tertentu yang memengaruhi kesehatan tulang
Bagi kelompok berisiko tinggi, pemeriksaan kepadatan tulang secara rutin, dan konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk mendeteksi osteoporosis sejak dini.
Blueberry Bisa Menjadi Bagian dari Pola Hidup Sehat
Menambahkan blueberry ke dalam menu harian merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mendukung gaya hidup sehat.
Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan sejauh mana blueberry dapat mencegah osteoporosis, bukti ilmiah yang ada saat ini menunjukkan, buah ini berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan tulang.
Dengan kandungan antioksidan yang tinggi serta manfaat kesehatan lainnya, blueberry dapat menjadi salah satu pilihan makanan bergizi yang mendukung upaya menjaga tulang tetap kuat dan sehat sepanjang hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times