Minggu, 14 JUNI 2026 • 13:15 WIB

Cara Mengobati Sinusitis Akut dan Kapan Harus ke Dokter

Author

 Ilustrasi orang mengalami Sinusitis Akut. (Freepik)

INDOZONE.ID - Sinusitis akut merupakan kondisi peradangan dan pembengkakan pada rongga di dalam hidung yang disebut sinus

Ketika sinus meradang, saluran drainase menjadi tersumbat, sehingga lendir menumpuk di dalamnya. 

Kondisi ini dapat membuat penderitanya sulit bernapas melalui hidung. Area di sekitar mata dan wajah juga bisa terasa bengkak, disertai nyeri berdenyut pada wajah atau sakit kepala. 

Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab paling umum sinusitis akut adalah, infeksi virus akibat pilek biasa. 

Dalam banyak kasus, keluhan membaik sendiri dalam 7–10 hari, kecuali jika terjadi infeksi bakteri tambahan. Pengobatan rumahan sering kali sudah cukup untuk meredakan gejala. 

Sinusitis yang berlangsung lebih dari 12 minggu meskipun sudah mendapat pengobatan, disebut sinusitis kronis. 

Baca juga: Berikut Alasan Kenapa Orang Batak Jago Nyanyi, Punya Ukuran Rongga Sinus yang Spesial!

Gejala Sinusitis Akut 

Gejala sinusitis akut biasanya meliputi: 

  • Lendir hidung kental berwarna kuning atau kehijauan (pilek).
  • Lendir mengalir ke belakang tenggorokan (postnasal drip).
  • Hidung tersumbat sehingga sulit bernapas.
  • Nyeri, bengkak, dan tekanan di sekitar mata, pipi, hidung, atau dahi yang memburuk saat membungkuk. 

Gejala lain yang dapat menyertai antara lain: 

  • Tekanan pada telinga.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri pada gigi.
  • Perubahan kemampuan mencium bau.
  • Batuk.
  • Bau mulut.
  • Kelelahan.
  • Demam.  

Kapan Harus ke Dokter? 

Hidung tersumbat akibat sinusitis akut. (freepik/katemangostar)

Sebagian besar penderita sinusitis akut tidak memerlukan penanganan medis khusus. Namun, segera hubungi tenaga kesehatan jika mengalami: 

  • Gejala berlangsung lebih dari satu minggu.
  • Gejala memburuk setelah sempat membaik.
  • Demam yang menetap.
  • Riwayat sinusitis berulang atau kronis.  

Segera cari pertolongan medis jika muncul tanda infeksi serius seperti: 

  • Nyeri, bengkak, atau kemerahan di sekitar mata.
  • Demam tinggi.
  • Kebingungan.
  • Penglihatan ganda atau perubahan penglihatan lainnya.
  • Leher kaku. 

Penyebab Sinusitis Akut 

Sinusitis akut paling sering disebabkan oleh infeksi virus, terutama pilek biasa. Ketika saluran sinus tersumbat cukup lama, bakteri dapat berkembang dan menyebabkan infeksi bakteri sekunder. 

Faktor Risiko 

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sinusitis, antara lain: 

  • Rhinitis alergi atau alergi lain yang memengaruhi sinus.
  • Pilek biasa yang menyerang sinus.
  • Kelainan pada hidung, seperti septum hidung bengkok, polip hidung, atau tumor.
  • Penyakit tertentu, misalnya fibrosis kistik atau gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS.
  • Paparan asap rokok, baik aktif maupun pasif.  

Komplikasi yang Mungkin Terjadi 

Komplikasi sinusitis akut sebenarnya jarang terjadi, tetapi dapat meliputi: 

  • Sinusitis kronis: peradangan berkepanjangan yang berlangsung lebih dari 12 minggu.
  • Meningitis: infeksi pada selaput dan cairan di sekitar otak serta sumsum tulang belakang.
  • Infeksi lain: infeksi dapat menyebar ke tulang (osteomielitis) atau jaringan kulit (selulitis).
  • Gangguan penglihatan: infeksi yang menyebar ke rongga mata dapat menurunkan penglihatan bahkan menyebabkan kebutaan.  

Cara Mencegah Sinusitis Akut 

Langkah-langkah berikut dapat membantu menurunkan risiko terkena sinusitis: 

  • Jaga kesehatan tubuh. Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang pilek atau mengalami infeksi.
  • Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.
  • Kendalikan alergi. Bekerja sama dengan dokter untuk menjaga gejala alergi tetap terkendali.
  • Hindari asap rokok dan polusi udara. Asap rokok dan polutan dapat mengiritasi saluran hidung dan paru-paru.
  • Gunakan humidifier jika udara kering. Menjaga kelembapan udara di rumah dapat membantu mencegah iritasi sinus. Pastikan alat selalu bersih dan bebas jamur.  

Diagnosis 

Dokter akan menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk memeriksa area wajah dan bagian dalam hidung. 

Namun, jika diperlukan pemeriksaan tambahan, maka yang dapat dilakukan antara lain: 

  • Endoskopi hidung: menggunakan selang tipis berkamera untuk melihat kondisi sinus.
  • CT scan: untuk melihat detail sinus dan menyingkirkan penyebab lain.
  • Pemeriksaan sampel lendir atau jaringan: biasanya dilakukan jika gejala tidak membaik atau memburuk meski sudah diobati.  

Pengobatan Sinusitis Akut 

Sebagian besar kasus sinusitis akut membaik dengan sendirinya. Perawatan biasanya difokuskan untuk meredakan gejala. 

Baca juga: Jangan Sepele! Bakteri dalam Mulut Bisa Sebabkan Sinusitis

Obat dan Perawatan untuk Meredakan Gejala 

  • Semprotan saline hidung: membantu membersihkan rongga hidung dari lendir.
  • Kortikosteroid hidung: mengurangi peradangan dan pembengkakan sinus.
  • Dekongestan: membantu melegakan hidung tersumbat, tetapi semprotan hidung sebaiknya tidak digunakan terlalu lama karena dapat memperparah sumbatan.
  • Obat alergi: bermanfaat jika sinusitis dipicu alergi.
  • Pereda nyeri: seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan demam.  

Kapan Antibiotik Diperlukan? 

Antibiotik tidak efektif untuk infeksi virus, yang merupakan penyebab utama sinusitis akut. Bahkan jika disebabkan bakteri, infeksi ringan sering kali dapat sembuh sendiri. 

Dokter biasanya baru mempertimbangkan antibiotik bila gejala: 

  • sangat berat,
  • semakin memburuk, atau
  • berlangsung lama.  

Jika diresepkan antibiotik, obat harus dihabiskan sesuai anjuran dokter meskipun gejala sudah membaik. 

Imunoterapi untuk Alergi 

Bila sinusitis dipicu atau diperparah oleh alergi, suntikan alergi (imunoterapi) dapat membantu mengurangi reaksi alergi jangka panjang. 

Perawatan di Rumah 

Langkah-langkah berikut dapat membantu meringankan gejala sinusitis: 

  • Istirahat cukup agar tubuh lebih cepat pulih.
  • Perbanyak minum air untuk membantu mengencerkan lendir.
  • Gunakan kompres hangat pada hidung dan dahi untuk mengurangi tekanan sinus.
  • Jaga kelembapan sinus dengan menghirup uap air hangat atau mandi air hangat. 
  • Bilas hidung dengan saline menggunakan botol khusus atau neti pot untuk membantu membersihkan sinus.  

Pengobatan Alternatif 

Belum ada terapi alternatif yang terbukti efektif mengatasi sinusitis akut. Beberapa produk herbal yang mengandung cowslip, gentian root, elderflower, verbena, dan sorrel mungkin membantu sebagian orang, tetapi bukti ilmiahnya masih terbatas. 

Sebelum menggunakan suplemen herbal, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya dan mencegah interaksi dengan obat lain. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU