Selasa, 23 JUNI 2026 • 19:20 WIB

7 Gejala Awal HIV/AIDS yang Wajib Diwaspadai, Mirip Flu

Author

7 Gejala Awal HIV/AIDS yang Wajib Diwaspadai (Deccanherald)

INDOZONE.ID - HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, HIV dapat berkembang menjadi AIDS dan membuat tubuh lebih mudah terserang berbagai penyakit.

Pada tahap awal, gejala HIV sering kali mirip dengan flu biasa, seperti demam, sakit tenggorokan, tubuh terasa lemas, dan nyeri otot. Karena gejalanya umum dan tidak khas, banyak orang menganggapnya sebagai penyakit ringan yang akan sembuh sendiri.

Padahal, mengenali gejala HIV sejak dini sangat penting untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Semakin cepat HIV terdeteksi, semakin besar peluang untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah perkembangan penyakit. 

7 Gejala Awal HIV/AIDS yang Wajib Diwaspadai

Ilustrasi demam. (Pexels/Polina Tankilevitch)

Berikut ini adalah 7 gejala awal HIV/AIDS yang sering muncul dan kerap disalahartikan sebagai flu biasa:

1. Demam

Demam menjadi salah satu gejala awal HIV yang paling umum. Suhu tubuh biasanya meningkat sebagai respons sistem imun yang sedang melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.

Demam akibat infeksi HIV sering disertai rasa tidak nyaman, tubuh lemas, dan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

Baca juga: Hati-hati! Rasa Kesemutan yang Tidak Hilang Bisa Jadi Gejala Neuro HIV

2. Kelelahan Berlebihan

Rasa lelah yang tidak biasa dan berlangsung terus-menerus juga bisa menjadi tanda awal infeksi HIV. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bekerja lebih keras untuk melawan virus.

Berbeda dengan kelelahan biasa, kelelahan akibat HIV sering kali tidak membaik meskipun sudah cukup beristirahat. Aktivitas ringan pun bisa terasa lebih berat dari biasanya.

3. Sakit Tenggorokan

Banyak penderita HIV mengalami sakit tenggorokan pada fase awal infeksi. Gejala ini sering disertai rasa nyeri saat menelan dan kemerahan pada area tenggorokan.

Karena gejalanya hampir sama dengan flu atau radang tenggorokan biasa, kondisi ini sering diabaikan. Padahal, jika muncul bersama gejala lain, sakit tenggorokan perlu mendapatkan perhatian lebih.

4. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening yang membengkak merupakan salah satu tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Pembengkakan biasanya terjadi di area leher, ketiak, atau selangkangan.

Pada infeksi HIV, pembengkakan kelenjar getah bening dapat berlangsung cukup lama dan terkadang tidak menimbulkan rasa sakit. Gejala ini termasuk salah satu tanda yang cukup sering ditemukan pada tahap awal HIV.

Baca juga: 9 Mitos dan Fakta Tentang HIV dan AIDS, Nomor 5 Paling Umum!

5. Ruam Kulit

Ruam kulit dapat muncul beberapa minggu setelah infeksi HIV terjadi. Ruam biasanya berupa bercak merah yang terasa gatal atau tidak gatal dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh.

Meskipun ruam kulit bisa disebabkan oleh banyak faktor lain, kemunculannya bersama gejala seperti demam dan kelelahan patut diwaspadai, terutama jika ada riwayat paparan risiko HIV.

6. Nyeri Otot dan Sendi

Nyeri otot dan sendi bisa menjadi salah satu gejala awal HIV yang sering muncul. Kondisi ini membuat tubuh terasa pegal, tidak nyaman, dan mudah lelah saat beraktivitas.

Gejala ini sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa atau flu. Namun, jika nyeri otot dan sendi terjadi bersamaan dengan gejala lain seperti demam atau sakit tenggorokan, sebaiknya tidak diabaikan.

7. Berkeringat di Malam Hari

Apakah kamu sering terbangun di malam hari karena baju dan kasur basah oleh keringat, padahal suhu kamar sedang dingin atau ber-AC? Keringat malam yang berlebihan tanpa disertai aktivitas fisik adalah salah satu gejala khas dari reaksi tubuh terhadap infeksi virus yang serius, termasuk HIV.

Baca juga: Mengenal Lenacapavir, Obat Baru yang Jadi Solusi bagi Pasien HIV

Itulah 7 gejala awal HIV/AIDS yang perlu diwaspadai. Meski mirip flu biasa, penting untuk mengenalinya sejak dini agar kesehatan tetap terjaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU