Minggu, 19 JULI 2026 • 17:15 WIB

Flu Biasa atau Rinitis Alergi? Dokter Ungkap 7 Cara Mudah Membedakannya

Author

 Ilustrasi pilek karena rintis alergi. (Pexels/Andrea Piacquadio)

INDOZONE.ID – Ketika musim hujan atau pancaroba, kerap kali kasus flu, pilek, hidung tersumbat, hingga infeksi saluran pernapasan menjadi meningkat. 

Namun, tidak semua gejala bersin dan pilek yang muncul saat musim tersebut, disebabkan oleh infeksi virus. 

Dalam banyak kasus, keluhan ini bisa jadi merupakan rinitis alergi. Kondisi itu merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh alergen, seperti tungau debu dan jamur yang lebih mudah berkembang di lingkungan lembap. 

Menurut Konsultan Imunologi Klinis dan Reumatologi di Narayana RN Tagore Hospital, Narayana Health, Kolkata, India, Dr. Sayan Mukherjee, banyak orang keliru mengira rinitis alergi sebagai flu biasa, karena keduanya memiliki gejala yang hampir sama. 

"Flu dan rinitis alergi sama-sama dapat menyebabkan bersin, hidung meler, dan hidung tersumbat," ucap Mukherjee, dikutip dari Hindustan Times

"Namun, ada beberapa tanda khas yang dapat membantu membedakan keduanya. Memahami perbedaannya dapat mencegah kesalahan pengobatan selama berminggu-minggu," sambungnya. 

Baca juga: Kenapa Obat Flu Bikin Ngantuk? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa Itu Rinitis Alergi? 

Rinitis alergi adalah peradangan pada lapisan dalam hidung, yang terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alergen. Misal, tungau debu, serbuk sari, bulu hewan, atau jamur. 

Berbeda dengan flu yang disebabkan infeksi virus, rinitis alergi tidak menular dan dapat kambuh berulang ketika seseorang terpapar pemicu alerginya. 

Flu dan Rinitis Alergi, Apa Bedanya? 

Ilustrasi seseorang flu akibat infeksi virus. (Freepik)

Meski memiliki gejala yang mirip, terdapat beberapa perbedaan yang bisa menjadi petunjuk. 

1. Cara Gejala Muncul 

Menurut Mukherjee, flu biasanya berkembang secara bertahap. Sedangkan rinitis alergi, muncul secara tiba-tiba setelah seseorang terpapar alergen. 

Pada flu, gejala umumnya diawali dengan tenggorokan terasa gatal atau tidak nyaman, kemudian disusul hidung tersumbat, pilek, dan gejala lain dalam satu hingga dua hari setelah kontak dengan penderita flu. 

Sebaliknya, pada rinitis alergi, bersin dan hidung meler dapat muncul hanya dalam hitungan menit setelah seseorang memasuki ruangan yang berdebu, lembap, atau berjamur. 

2. Demam Menjadi Pembeda Penting 

Demam merupakan salah satu tanda yang paling mudah membedakan kedua kondisi tersebut. 

Flu akibat infeksi virus, sering disertai demam ringan, nyeri otot, serta badan terasa pegal karena sistem imun sedang melawan infeksi. 

Sementara itu, rinitis alergi hampir tidak pernah menyebabkan demam, kecuali jika terjadi infeksi sekunder. Jika seseorang mengalami pilek disertai suhu tubuh meningkat, kemungkinan besar penyebabnya bukan hanya rinitis alergi. 

3. Rasa Gatal Lebih Identik dengan Alergi 

Rasa gatal menjadi salah satu ciri khas rinitis alergi yang jarang ditemukan pada flu biasa. Penderita rinitis alergi umumnya mengalami: 

  • Mata terasa gatal.
  • Hidung gatal.
  • Langit-langit mulut atau tenggorokan terasa gatal.  

Sebaliknya, flu biasanya hanya menyebabkan hidung tersumbat atau berair tanpa rasa gatal yang menetap. 

Baca juga: Benarkah Kehujanan Bisa Bikin Pilek? Ini Penjelasannya

4. Gejala Gak Kunjung Hilang Setelah Dua Minggu 

Jika gejala pilek tidak kunjung membaik setelah lebih dari dua minggu atau terus berulang, kondisi tersebut patut dicurigai sebagai rinitis alergi. 

Flu virus umumnya akan membaik dalam waktu sekitar 7 hingga 10 hari. Sedangkan alergi, dapat berlangsung lebih lama selama paparan alergen masih terjadi. 

5. Pemicu Gejala Berbeda 

Pada flu, gejala biasanya tetap sama di mana pun seseorang berada. 

Sebaliknya, gejala rinitis alergi sering memburuk ketika berada di lingkungan tertentu, misalnya: 

  • Ruangan berdebu.
  • Rumah yang lembap atau berjamur.
  • Cuaca hujan dengan tingkat kelembapan tinggi. 

Jika seseorang sering bersin setelah memasuki ruangan tertentu atau hidung semakin tersumbat saat pagi hari yang lembap, kemungkinan penyebabnya adalah alergi. 

6. Perbedaan Cairan dari Hidung 

Cairan yang keluar dari hidung juga dapat menjadi petunjuk. Pada flu, lendir biasanya awalnya bening, tetapi kemudian menjadi lebih kental dan berubah kekuningan seiring berkembangnya infeksi. 

Sementara itu, pada rinitis alergi, lendir umumnya tetap bening dan encer meski hidung terasa sangat tersumbat. 

7. Gejala Selalu Muncul Setiap Musim Hujan 

Menurut Mukherjee, pola kemunculan gejala merupakan salah satu petunjuk paling penting. 

Jika seseorang mengalami bersin, pilek, dan hidung tersumbat pada waktu yang hampir sama setiap musim hujan dari tahun ke tahun, kondisi tersebut lebih mengarah pada gangguan alergi daripada infeksi virus yang terjadi berulang. 

Cara Mengatasi Flu 

Apabila penyebabnya adalah flu akibat infeksi virus, beberapa langkah berikut dapat membantu mempercepat pemulihan: 

  • Istirahat yang cukup.
  • Minum banyak air putih agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Menghirup uap hangat untuk membantu melegakan hidung tersumbat.
  • Mengonsumsi parasetamol bila mengalami demam atau nyeri tubuh sesuai anjuran dokter.
  • Memberikan waktu bagi tubuh untuk melawan infeksi secara alami.  

Cara Mengatasi Rinitis Alergi 

Jika gejala disebabkan rinitis alergi, penanganannya berbeda, yaitu: 

  • Mengonsumsi antihistamin sesuai resep dokter secara teratur.
  • Membilas rongga hidung menggunakan larutan saline untuk membantu menghilangkan alergen. 
  • Menjaga tempat tidur, gorden, karpet, dan area lembap di rumah tetap bersih dan kering.
  • Mengurangi paparan tungau debu dan jamur, terutama saat musim hujan.
  • Bagi penderita alergi musiman yang sering kambuh, dokter dapat menyarankan memulai obat alergi satu hingga dua minggu sebelum musim hujan tiba. 
     

Kapan Harus ke Dokter? 

Mukherjee menyarankan, agar masyarakat segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami kondisi berikut: 

  • Gejala pilek atau hidung tersumbat berlangsung lebih dari 10 hari.
  • Keluhan yang sama selalu muncul setiap musim hujan.
  • Mengalami sesak napas atau bunyi mengi (wheezing) disertai hidung tersumbat. 

Ia juga mengingatkan, agar tidak terus-menerus mengonsumsi obat flu jika gejala tidak kunjung membaik.

Pemeriksaan klinis dan, bila diperlukan, tes alergi dapat membantu memastikan penyebab keluhan. Sehingga, pasien memperoleh penanganan yang tepat. 

Dengan mengenali perbedaan antara flu dan rinitis alergi sejak awal, seseorang dapat memperoleh pengobatan yang sesuai, sekaligus mencegah gejala berulang yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU