INDOZONE.ID - Tetap terhidrasi selama gelombang panas berarti memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara konsisten, bukan sekadar minum saat haus.
Ketika suhu meningkat, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat sehingga asupan air, makanan kaya air, dan elektrolit perlu diperhatikan agar risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heatstroke dapat dikurangi.
Minum Lebih Banyak saat Cuaca Panas
Kebutuhan cairan setiap orang memang berbeda, tetapi rata-rata perempuan dianjurkan mengonsumsi sekitar sembilan gelas cairan per hari, sedangkan laki-laki sekitar 13 gelas.
Saat cuaca sedang sangat panas atau terjadi gelombang panas, jumlah tersebut sebaiknya ditingkatkan karena tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat.
Daripada menunggu rasa haus muncul, biasakan minum sedikit demi sedikit sepanjang hari. Haus sering kali menjadi tanda awal bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan.
Baca juga: Benarkah Tambahkan Garam ke Air Minum Bisa Cegah Dehidrasi? Ini Penjelasan Dokter
Menjaga pola minum yang teratur membantu tubuh tetap terhidrasi sekaligus menjaga fungsi organ tetap optimal.
Selalu Sediakan Botol Minum
Membawa botol minum yang dapat digunakan kembali menjadi salah satu cara paling sederhana untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.
Botol yang selalu berada dalam jangkauan akan mengingatkan kamu untuk minum lebih sering, baik saat bekerja, bepergian, maupun beraktivitas di luar ruangan.
Saat memilih botol minum, pertimbangkan ukuran yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari agar mudah dibawa.
Jika sering berada di bawah sinar matahari, botol dengan kemampuan menjaga suhu dingin lebih lama juga dapat membuat air tetap segar.
Selain itu, pilih desain tutup dan material yang nyaman digunakan sesuai preferensi masing-masing.
Bagi yang sering lupa minum, membuat target sederhana, seperti menghabiskan satu botol sebelum waktu tertentu, bisa menjadi kebiasaan yang membantu.
Pengingat melalui aplikasi atau notifikasi ponsel juga dapat dimanfaatkan agar jadwal minum tidak terlewat.
Tambahkan Makanan Kaya Air ke Menu Harian
Air putih memang menjadi sumber hidrasi utama, tetapi bukan satu-satunya. Sekitar 20 persen kebutuhan cairan harian berasal dari makanan yang dikonsumsi.
Karena itu, saat cuaca panas, pilih makanan dengan kandungan air tinggi untuk membantu meningkatkan asupan cairan.
Baca juga: Jangan Asal Minum Antibiotik, Ini Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Beberapa pilihan yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian antara lain semangka, stroberi, mentimun, selada, paprika, tomat, jeruk, yogurt, serta berbagai jenis sup atau kaldu.
Mengombinasikan makanan tersebut dalam menu sehari-hari tidak hanya membantu menjaga hidrasi, tetapi juga memberikan tambahan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Jangan Abaikan Kebutuhan Elektrolit
Selain kehilangan air, tubuh juga mengeluarkan elektrolit melalui keringat. Elektrolit merupakan mineral penting yang membantu menjaga fungsi sistem saraf dan otot tetap bekerja dengan baik.
Mineral yang termasuk elektrolit meliputi natrium, kalium, magnesium, dan kalsium. Dalam kondisi normal, kebutuhan elektrolit umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan seimbang.
Namun, saat tubuh berkeringat lebih banyak, penggantian elektrolit menjadi lebih penting.
Salah satu cara praktis adalah menambahkan bubuk elektrolit ke dalam air minum. Air kelapa juga bisa menjadi pilihan karena mengandung kalium yang membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh.
Buat Air Minum Lebih Menarik
Jika kamu mudah bosan dengan air putih, cobalah memberikan rasa alami tanpa tambahan gula. Cara ini dapat membuat Anda lebih semangat memenuhi kebutuhan cairan setiap hari.
Beberapa bahan yang dapat ditambahkan antara lain irisan lemon, jeruk nipis, jeruk, mentimun, atau aneka buah beri.
Kamu juga dapat menyeduh teh herbal dan menikmatinya dalam keadaan dingin sebagai alternatif yang menyegarkan.
Pilihan lain adalah menggunakan penambah rasa bebas kalori yang tersedia di pasaran.
Kenali Gejala Dehidrasi Sejak Dini
Mengenali tanda-tanda dehidrasi membantu kamu mengambil tindakan sebelum kondisinya semakin parah.
Gejala yang umum muncul meliputi rasa haus, mulut, bibir, dan lidah kering, tubuh terasa lelah, sakit kepala, pusing, frekuensi buang air kecil yang berkurang, serta urine berwarna kuning pekat atau berbau tajam.
Baca juga: Tren Penggunaan Pemurni Air Minum Meningkat, Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
Jika mengalami dehidrasi, segera tingkatkan konsumsi cairan. Pada kondisi yang lebih berat, larutan rehidrasi oral dapat membantu mengganti cairan, gula, dan garam dengan lebih cepat.
Selama proses pemulihan, sebaiknya hindari minuman berkafein maupun alkohol karena dapat memperburuk dehidrasi.
Segera cari bantuan medis apabila mengalami pusing yang tidak kunjung membaik saat berdiri, napas menjadi cepat, denyut nadi melemah, atau muncul rasa mengantuk berlebihan hingga kebingungan.
Kondisi tersebut dapat menandakan dehidrasi yang membutuhkan penanganan segera. Menjaga tubuh tetap terhidrasi selama gelombang panas tidak hanya bergantung pada banyaknya air yang diminum.
Kebiasaan minum secara teratur, mengonsumsi makanan kaya air, menjaga keseimbangan elektrolit, serta mengenali tanda dehidrasi sejak awal menjadi langkah penting agar tubuh tetap sehat dan mampu beraktivitas dengan nyaman meski suhu sedang tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com