Ilustrasi Terapi Sound Bath (sumber: goodrx.com)
INDOZONE.ID - Gaya hidup serba cepat di perkotaan sering kali memicu stres. Jika meditasi atau yoga tidak cukup, mungkin saatnya mencoba terapi Sound Bath.
Dilansir dari SAE Institut, dijelaskan bahwa terapi ini bukan sekadar mandi dengan air, melainkan mandi dengan gelombang suara yang dipercaya bisa membantu menenangkan pikiran dan tubuh.
Baca juga: Forest Bathing, Terapi dari Jepang yang Populer di Tengah Kesibukan Modern
Sound Bath adalah sebuah terapi kuno yang memanfaatkan vibrasi atau getaran suara dari berbagai alat musik.
Praktisi terapi ini biasanya menggunakan mangkuk kristal (crystal bowls), mangkuk Tibet (Tibetan singing bowls), lonceng, dan gong untuk menciptakan resonansi yang menenangkan.
Seseorang yang menjalani terapi ini cukup berbaring atau duduk dengan rileks, lalu membiarkan gelombang suara "mengaliri" tubuhnya.
Secara ilmiah, terapi ini bekerja berdasarkan cara tubuh kita bereaksi terhadap frekuensi suara. Setiap fungsi dalam tubuh kita, termasuk organ dan sel, diyakini memiliki vibrasinya sendiri.
Gangguan modern seperti paparan layar dan polusi suara bisa mengganggu frekuensi alami ini.
Suara yang dihasilkan dalam terapi Sound Bath bertujuan untuk "menyetel ulang" vibrasi tubuh. Berbeda dengan musik biasa yang memiliki irama, Sound Bath menciptakan suara yang mengaktifkan sistem saraf parasimpatik.
Sistem ini bertanggung jawab untuk proses perbaikan dan penyembuhan alami tubuh, serta membantu menonaktifkan sistem saraf simpatik yang memicu respons fight or flight saat stres.
Baca juga: Psilocybin 2025: Dari Terapi Mental Sampai Gaya Hidup Digital Gen Z
Berbagai riset menunjukkan bahwa terapi ini memiliki manfaat signifikan. Sebuah studi pada tahun 2018 menemukan bahwa mendengarkan Sound Bath melalui headphone terbukti dapat meningkatkan detak jantung dan mengurangi indikator kecemasan.
Secara umum, manfaat Sound Bath meliputi:
Dengan mengurangi stres, Sound Bath secara tidak langsung juga mendukung kesehatan secara keseluruhan, mengingat stres erat kaitannya dengan berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Usa.sae.edu