Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 17:05 WIB

Benarkah Kamu di-Ghosting? Ini Cara Membacanya dengan Lebih Jernih dan Hati-Hati

Benarkah Kamu di-Ghosting? Ini Cara Membacanya dengan Lebih Jernih dan Hati-HatiIlustrasi pria yang ghosting kamu. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Di era chat cepat dan notifikasi instan, istilah ghosting makin sering terdengar. 

Fenomenanya sederhana tapi bikin galau: seseorang yang tadinya intens berkomunikasi tiba-tiba menghilang tanpa kabar. 

Pesan cuma centang satu, telepon tak dijawab, dan hubungan seolah menguap. 

Bukan cuma urusan cinta, ghosting juga bisa muncul di lingkar pertemanan, dunia kerja, sampai relasi profesional.

Menariknya, ghosting tak selalu terjadi di balik layar. Pernah menyapa seseorang tapi dia lewat begitu saja seolah tak mengenalmu? 

Baca juga: 40+ Ucapan Selamat Buka Puasa yang Hangat dan Sederhana

Situasi seperti ini sering bikin kita bertanya-tanya: “Ini aku yang diabaikan, atau cuma salah paham?”

Efek Ghosting ke Mental Kita: Bukan Sekadar Perasaan

Dari sudut pandang psikologi, berada di posisi “ditinggalkan tanpa penjelasan” bisa memicu berbagai emosi negatif — mulai dari kesal, malu, cemas, sampai merasa sendirian. 

Yang paling berat bukan kepergiannya, tapi ketidak-jelasan. Tanpa alasan yang jelas, pikiran gampang dipenuhi asumsi: “Aku salah apa?” atau “Aku nggak cukup penting, ya?”

Tak jarang, rasa cemas itu bercampur rasa bersalah. Ada yang justru khawatir dengan kondisi orang yang menghilang — takut terjadi sesuatu yang buruk. 

Baca juga: 5 Contoh Penutup Makalah yang Bisa Jadi Referensi untuk Menyusun Kesimpulan dan Saran

Namun, di titik ini penting untuk berhenti sebentar dan bertanya: apakah setiap diam selalu berarti ghosting?

Diam Tak Selalu Berarti Ditolak

Faktanya, keheningan dalam hubungan itu lebih rumit dari sekadar satu pihak menghilang dan pihak lain ditinggal. Banyak kasus menunjukkan, menjauhnya komunikasi bisa terjadi dua arah — bahkan tanpa disadari.

Apalagi pada relasi yang belum jelas bentuknya. Hubungan singkat, obrolan ringan, atau interaksi tanpa komitmen kuat memang bisa meredup begitu saja. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada “momen putus” yang tegas. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Benarkah Kamu di-Ghosting? Ini Cara Membacanya dengan Lebih Jernih dan Hati-Hati

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!