Ilustrasi Cara Bahagia. (Foto: Freepik @prostooleh)
INDOZONE.ID - Banyak orang punya pola pikir yang sama yaitu nanti bahagia kalau sudah sukses.
Nanti bahagia kalau sudah punya uang banyak. Nanti bahagia kalau hidup sudah mapan, karier sudah stabil, atau semua target tercapai.
Sekilas terdengar masuk akal. Siapa sih yang nggak ingin hidup enak dulu baru santai menikmati kebahagiaan?
Tapi tanpa sadar, cara berpikir seperti ini justru bikin banyak orang menunda kebahagiaan tanpa batas waktu yang jelas.
Karena kenyataannya, target hidup manusia hampir tidak pernah benar-benar selesai. Setelah satu tujuan tercapai, biasanya muncul tujuan baru. Setelah satu impian terwujud, langsung muncul keinginan berikutnya.
Kalau kebahagiaan selalu ditaruh di ujung pencapaian, maka kemungkinan besar kebahagiaan itu akan terus terasa jauh.
Dilansir dari YouTube/Embun Kata, mengajak kita melihat kebahagiaan dari sudut pandang berbeda. Bahagia bukan hadiah setelah sukses, tapi sikap yang bisa dipilih mulai sekarang.
Baca juga: 5 Tips Konsisten untuk Sukses: Bangun Karakter dengan Keteguhan Hati
Menunda kebahagiaan sering terjadi karena kita terbiasa berpikir bahwa kebahagiaan itu hasil, bukan proses.
Sejak kecil, banyak orang diajarkan bahwa hidup harus berjuang dulu. Harus kerja keras dulu. Harus capai sesuatu dulu. Baru setelah itu boleh menikmati hidup.
Akhirnya terbentuk pola pikir bahwa bahagia itu nanti, bukan sekarang.
Masalahnya, standar “cukup” atau “berhasil” itu terus berubah. Hari ini merasa harus punya pekerjaan tetap dulu.
Setelah punya, merasa harus punya gaji lebih besar. Setelah itu ingin jabatan lebih tinggi.
Lalu ingin rumah sendiri, ingin investasi, ingin keamanan finansial jangka panjang. Targetnya terus bergerak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube