Saat inner critic muncul, kamu sering menyalahkan diri sendiri. (Pexels/Tess Emily Seymour)
INDOZONE.ID - Pernah merasa tidak tenang ketika pesan yang kamu kirim tidak segera dibalas? Atau baru merasa percaya diri setelah ada yang memuji hasil kerjamu? Bahkan mungkin kamu merasa usahamu sia-sia ketika tidak ada satu pun orang yang menyadarinya.
Situasi seperti itu sebenarnya cukup sering dialami banyak orang. Namun, jika rasa percaya dirimu sepenuhnya bergantung pada tanggapan orang lain, bisa jadi kamu sedang terjebak dalam kebiasaan mencari validasi dari luar. Tanpa disadari, pola ini justru dapat memperlambat proses pemulihan diri secara emosional.
Validasi eksternal adalah keinginan untuk mendapatkan persetujuan atau pengakuan dari orang lain agar merasa diri kita berharga.
Dalam kehidupan sehari-hari, bentuknya bisa terlihat sangat sederhana. Misalnya, berkali-kali mengecek jumlah “like” setelah mengunggah foto di media sosial, merasa ragu mengambil keputusan tanpa meminta pendapat banyak orang, atau merasa kurang percaya diri jika tidak mendapat pujian.
Keinginan untuk dihargai memang hal yang wajar. Setiap orang tentu ingin merasa diterima dan diapresiasi. Namun, masalah muncul ketika nilai diri kita sepenuhnya ditentukan oleh respons orang lain. Ketika itu terjadi, kita perlahan kehilangan kepercayaan terhadap penilaian diri sendiri.
Baca juga: Validasi di Media Sosial: Butuh Didengar atau Cuma Cari Likes?
Ketergantungan pada validasi eksternal bisa membuat proses pemulihan emosional menjadi lebih sulit. Salah satu dampaknya adalah munculnya keraguan terhadap keputusan yang sebenarnya sudah kamu yakini. Rasa takut tidak disetujui sering membuat seseorang menunda langkah yang sebenarnya penting untuk hidupnya.
Selain itu, banyak orang akhirnya memilih menahan emosi demi terlihat kuat di mata orang lain. Mereka menyembunyikan rasa lelah, sedih, atau kecewa karena takut dianggap lemah.
Lama-kelamaan fokus hidup pun bergeser. Bukan lagi tentang bagaimana kamu benar-benar merasa, melainkan tentang bagaimana kamu terlihat di mata orang lain. Alih-alih sembuh, energi justru habis untuk menjaga citra.
Validasi di Media Sosial Butuh Didengar atau Cuma Cari Likes. (Sumber: Freepik @freepik)
Ada beberapa tanda yang sering muncul ketika seseorang terlalu mengandalkan pengakuan dari luar.
Misalnya, kamu sering mengubah keputusan hanya karena tidak mendapat dukungan dari orang sekitar. Atau kamu kesulitan mengatakan “tidak” karena khawatir dianggap egois atau mengecewakan orang lain. Perasaan cemas juga mudah muncul ketika orang lain tidak merespons kamu sesuai harapan.
Jika kamu pernah merasakan hal-hal tersebut, bukan berarti kamu lemah. Itu hanya menunjukkan bahwa kamu perlu kembali membangun hubungan yang lebih sehat dengan dirimu sendiri.
Baca juga: Apa Itu Validasi? Ini Arti, Fungsi, Jenis, Tujuan, dan Contohnya dalam Kehidupan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Smileconsultingindonesia.com