Founder dan Chairman SIS Group of Schools, Jaspal Sidhu. (Dewi Kania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Orang tua muda saat ini semakin selektif saat memilih sekolah bagi anak-anaknya. Hal ini wajar, karena pendidikan bukan cuma mengejar akademik, tapi juga pembentukan karakter dan kesiapan gen alpha di masa depan.
Saking banyaknya sekolah yang bagus, tak jarang orang tua sering kebingungan saat memilih sekolah terbaik untuk anaknya. Karena itu, penting bagi orang tua mengetahui ciri-ciri sekolah yang benar-benar ideal.
Menurut Founder dan Chairman SIS Group of Schools, Jaspal Sidhu, hal paling penting yang perlu dipahami orang tua adalah sekolah bukan sekadar tempat penitipan anak. Sebab pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah, guru, dan orang tua.
“Jangan sampai orang tua mengharap sekolah itu adalah subkontraktor pendidikan anak mereka. Bukan berarti anak ditaruh sekolah, mereka pergi ke arisan. Anak ditaruh sekolah, mereka pergi ke salon. Jadi orang tua itu adalah mitra di sekolah,” ungkapnya di sela acara SIS 30 Anniversary dan Peresmian SIS North East Jakarta (SIS NEJ Lake Side Campus), baru-baru ini.
Baca juga: Aksi Para Ibu Bersemangat Pilih Bangku Sekolah untuk Anak Saat Awal Masuk Sekolah
Ia juga menegaskan bahwa peran keluarga di rumah sangat besar dalam membentuk karakter anak. Suasana rumah yang hangat serta komunikasi yang aktif antara orang tua dan anak menjadi faktor penting dalam perkembangan si kecil.
“Jadi misi saya, impian saya adalah young parents, yang muda ini, paling penting untuk meluangkan waktu untuk kerja sama dengan sekolah supaya feedback-nya bagus,” tuturnya.
Karena itu, komunikasi yang baik antara guru, orang tua, dan anak perlu dilakukan secara konsisten setiap hari. Sekolah yang baik biasanya juga membantu orang tua memahami cara berkomunikasi yang efektif dengan anak.
“Kami juga memandu bagaimana orang tua bisa berkomunikasi dengan anak melalui sistem yang kami sediakan. Jadi antara guru dan orang tua punya satu visi dalam mengembangkan perilaku dan karakter anak,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Jaspal menilai bahwa sekolah yang baik untuk anak tidak identik dengan fasilitas mewah. Karena yang terpenting justru kualitas guru.
Menurutnya, sekolah terbaik yang pernah ia lihat bahkan berada di bawah sebuah pohon di Afrika, namun memiliki guru yang mampu membangun koneksi kuat dengan muridnya.
“Jika guru itu kita tidak pilih dengan baik, guru itu tidak akan punya koneksi kepada anak dan tidak ada tukar pikiran, tidak ada positive mindset,” paparnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memilih guru berdasarkan sikap atau attitude, bukan semata pengalaman kerja.
“Di sini kita mencari guru dengan attitude. Saya udah bilang ke staff, saya tidak perlu mencari guru dengan pengalaman tahun-tahunan. Saya ingin mencari guru yang punya sikap yang positif,” imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan