Ilustrasi Idul Adha. (Freepik)
Puasa sebelum Idul Adha menjadi amalan yang baik dan berpahala. Kamu bisa melakukan Puasa Dzulhijjah hingga Puasa Arafah yang punya keutamaan penggugur dosa.
Menurut hadits dari Hafsah binti Umar bin Khattab RA, Nabi Muhammad SAW tak pernah meninggalkan amalan ini.
Ia berkata, "Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh." (HR Ahmad dan An Nasa i).
Dilansir dari laman resmi Baznas, berikut ini 3 jenis puasa sunnah sebelum Idul Adha, lengkap dengan bacaan niat dan keutamaannya. Yuk simak!
Baca Juga: 3 Pidato Singkat Tentang Idul Adha yang Bikin Kamu Mikir Ulang Arti Pengorbanan
Ilustrasi Doa Sebelum Buka Puasa.
Puasa Dzulhijjah dilakukan dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Keutamaannya Puasa Dzulhijjah adalah pahala amal kebaikan kamu bisa dilipatgandakan loh!
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dibanding sepuluh hari pertama Dzulhijjah." (HR Ahmad)
Niat Puasa Dzulhijjah:
Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta'ala
(Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala)
Setelah 7 hari melaksanakan Puasa Dzulhijjah, di hari ke-8 kamu bisa lanjut melakukan Puasa Tarwiyah.
Keutamaan Puasa Tarwiyah:
"Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun." (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).
Niat Puasa Tarwiyah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BAZNAS