Mengenal batik, sejarah hingga tren modern
INDOZONE.ID - Batik adalah kesenian Indonesia melalui teknik percetakan kain dengan menggunakan lilin atau canting yang terdapat pola dan motif khas dengan memiliki arti atau makna di setiap motif tersebut.
Kain batik terbuat dari bahan alami seperti katun atau sutra, dan menjadi salah satu identitas budaya yang paling terkenal di Indonesia.
Batik tidak hanya digunakan sebagai bahan pakaian saja, melainkan batik dikembangkan menjadi cara desain untuk menambah keindahan artistik di setiap produk, seperti aksesoris, tas, topi, dan hiasan-hiasan keramik.
Warisan budaya ini mencerminkan keragaman dan keunikan di setiap lekuk motif batik di seluruh wilayah Indonesia.
UNESCO memberikan labeling batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Batik menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat berharga.
Kain indah ini memiliki keunikan di setiap desain-desainnya, ditambah dengan makna mendalam yang menggambarkan identitas suatu wilayah atau suatu negara.
Saat ini, batik bertransformasi secara cepat menjadi fashion yang diminati oleh berbagai kalangan usia, dan batik mulai dikenal luas serta digemari di kancah luar negeri.
Baca Juga: Mendunia! Elon Musk Kenakan Batik Bomba dari Sulteng saat Hadiri World Water Forum ke-10
Pengrajin batik surakarta tempo dulu
Asal Usul penemuan batik pertama kali di Indonesia masih terus dikaji oleh para sejarawan dan arkeolog untuk menentukan batik pertama kali muncul di Nusantara pada masa lampau.
Tetapi, terdapat beberapa sumber mendeskripsikan batik ditemukan ketika ditemukannya motif batik dasar lereng pada patung emas syiwa yang diperkirakan pada abad 9, di Gemuruh Wonosobo.
Mengutip dari buku "Batik Nusantara" karya Ari Wulandari, dijelaskan penemuan dasar motif ceplok yang ditemukan pada pakaian patung Ganesha di Candi Banon dekat Candi Borobudur diperkirakan dibuat sejak abad 9.
Batik mulai dikembangkan di era Hindu Budha oleh Kerajaan Majapahit mengutip dari penelitian sejarah batik di era Majapahit, dijelaskan era Kerajaan Majapahit antara 1293-1500 M. Batik berfungsi sebagai simbol status sosial dan identitas budaya, hal itu disebabkan karena Majapahit menjadi pusat kebudayaan di Asia Tenggara.
Motif-motif awal batik yang berkembang di Majapahit selain dipengaruhi oleh kondisi kultur hindu budha, seperti motif Kembang Sruni, motif Bangun Tulak, motif Surya Kawung, dan motif Surya Mangrangsang. Secara perlahan mulai dipengaruhi oleh budaya luar yakni dari Tiongkok dan India.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Buku Batik Nusantara Karya Ari Wulandari