Ilustrasi pembekuan darah (freepik)
INDOZONE.ID - Pembekuan darah merupakan keadaan serius yang membutuhkan penanganan cepat. Individu yang mengidap kanker atau menjalani pengobatan kanker memiliki risiko lebih tinggi mengalami pembekuan darah.
Proses pembekuan darah normal, yang dikenal sebagai koagulasi, merupakan proses kompleks yang melibatkan berbagai sel darah khusus yang disebut trombosit, dan sejumlah protein dalam darah yang disebut faktor pembekuan atau koagulasi.
Kerja sama antara trombosit dan faktor koagulasi ini diperlukan untuk menyembuhkan pembuluh darah yang rusak dan mengendalikan perdarahan.
Keseimbangan antara faktor koagulasi yang merangsang pembekuan dan pencegahan perdarahan sangatlah penting.
Gangguan pembekuan darah terjadi ketika ada kekurangan atau kerusakan pada beberapa faktor pembekuan.
Baca Juga: Golongan Darah O Dilarang Minum Kopi? Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya!
Hal ini dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah di dalam tubuh, yang menghambat aliran darah normal dan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Ilustrasi pembekuan darah. (Pixabay/Vector8DIY)
Inilah gejala yang dialami dari gangguan pembekuan darah:
1. Pembengkakan pada lengan atau kaki di satu sisi tubuh.
2. Nyeri pada lengan atau kaki di area tempat gumpalan darah terbentuk.
3. Kesulitan bernapas atau nyeri dada saat bernafas.
4. Detak jantung yang cepat.
5. Kadar oksigen yang rendah.
Ilustrasi pengecekan tekanan darah
Seseorang yang mengalami gangguan pembekuan darah membutuhkan penanganan segera.
Salah satu perawatan yang umum adalah pemberian pengencer darah melalui suntikan di bawah kulit atau infus ke dalam vena.
Baca Juga: 13 Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tanpa Obat-obatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Halodoc.com