INDOZONE.ID - Begitu pentingnya peran orang tua mendampingi si kecil selama bertumbuh dan berkembang. Memantau tumbuh kembang anak hingga melihat potensi bakat untuk mengetahui masa depan anak bisa memanfaatkan artificial intelligence (AI) loh, Moms.
“Door of Future” Experience menjadi wadah inspiratif sekaligus ajakan untuk memulai gerakan, membangun kesadaran kolektif akan pentingnya peran aktif ayah bunda dalam mengenali potensi si kecil sejak dini.
Melalui pengalaman interaktif berbasis AI, Moms bisa mengeksplorasi potensi profesi masa depan si kecil dengan cara yang menyenangkan. Orang tua dapat melihat visualisasi kreatif melalui foto AI yang menggambarkan si kecil dalam profesi masa depannya.
Brand Group Manager Morinaga Gregorius Daru mengatakan, bahwa masa depan itu bukan sesuatu yang kebetulan, tetapi harus dipersiapkan, dipilih, dan yang terbaik mulai dari sekarang. Dalam membentuk masa depan yang terbaik buat anak itu harus dipersiapkan dari sekarang.
“Jadi ada tiga pilar utama sebetulnya, yaitu berkaitan dengan atensi. Atensi itu apa? Atensi itu adalah perhatian, kualitas perhatian terhadap anak. Orang tua memahami entah itu baik itu perilaku anak, tumbuh kembang anak,” katanya dalam acara Morinaga “Door of Future” Experience di Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (27/7/2025).
Baca juga: Kesenjangan Akses Digital Ternyata Berdampak Pada Gaya Parenting Ibu Milenial, Kok Bisa?
Menggali potensi anak jadi pilar kedua dalam mendukung tumbuh kembang si kecil. Potensi anak cukup banyak sekali dati musikal, bahasa, matematika dan sebagainya.
“Dari potensi tersebut orang tua memiliki fondasi yang jelas. Bahwa anak saya itu apa sih yang harus dipersiapkan. Stimulasi yang cocok, sehingga pada akhirnya bisa membentuk masa depan,” ujar Gregorius.
Ada 1 pilar penting lainnya yang gak boleh dilupakan orang tua, yakni nutrisi yang bagian yang sangat penting untuk mendukung agar tumbuh kembang anak optimal.
Makanya kenapa di sini tiga pilar ini kami gulirkan secara berkelanjutan. Dan ini menjadi rangkai yang sebenarnya sudah hanya berhenti pada hari ini. Tetapi juga sebelumnya kami sudah melakukan di berbagai kota
Manfaatkan AI
Orang tua di zaman sekarang bahkan bisa memanfaatkan AI untuk belajar banyak hal soal tumbuh kembang anak. Terlebih lagi untuk mengetahui cita-cita masa depan anak, mengetahui bakat atau potensinya dan kegunaan lain.
“Orang tua bisa coba pengalaman untuk merasakan tools yang namanya Artificial Intelligence. Dari tools AI tersebut, orang tua bisa memproyeksikan masa depan anak itu akan menjadi profesi seperti apa. Tools ini kami gagas untuk mendukung atau bagian dari edukasi,” tambah dia.
Gregorius bilang, penggunaan AI sekarang harus dimanfaatkan secara positif. Karena AI bisa membantu orang tua untuk bisa menjadi arahan dalam mendidik anak.
Baca juga: Ibunda Sabhira Lala Terapkan Adventure Parenting, Manfaatnya Melimpah
“AI untuk membantu ibu atau orang tua agar bisa semakin jelas mempersiapkan anaknya harus seperti apa, oh iya anak saya ke depan jadi apa ya. Karena pada hakikatnya masa depan kita lihat tuh masa depannya tanpa batas,” ucapnya.
Misalnya si anak itu akan jadi astronot, penyanyi, menjadi dokter, pilot. Ingat ya, masa depan anak tanpa batas dan perlu dibimbing.
“Kita di Indonesia masa depannya gak terbatas kok. Kita bisa, kita juga bagian dari warga dunia, masa depannya tidak terbatas. Sehingga kita bisa membentuk masa anak kita, menjadi profesi yang sesuai dengan potensi diri anak itu menjadi apapun,” terangnya.
Ruang untuk Orang Tua
Karena kesempatan ini, orang tua akan sangat terbuka. Mereka bisa memanfaatkan layanan online untuk bertanya mengenai nutrisi, tapi juga mengenai tumbuh kembang anak.
“Kami ada online nutrition (konsultasi) yang bisa dihubungin sebetulnya secara langsung, by call dan juga by WA juga. Orang tua bisa bertanya juga, mengenai tumbuh kembang anak saya dan melihat concern anak itu seperti apa,” bebernya.
Edukasi Lewat AI
Orang tua atau masyarakat siapapun yang punya anak usia anak 1 tahun ke atas dapat edukasi lewar AI. Di usia ini jadi bagian dari integrasi 1000 hari pertama kehidupan yang sangat penting.
“Karena di situ adalah masa emas pertumbuhan otak yang paling optimal. Kami targetkan seluas mungkin dari masyarakat, bahkan hari ini kita ketemu, kurang lebih di atas 10.000 orang tua untuk mencoba dari tools artificial intelligence yang kami gagas,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan