INDOZONE.ID – Fasilitas pengolahan sampah inovatif berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang bernama Sinergi Bersih diresmikan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jalan Joe Jakakarsa pada 27 November 2025.
Pembangunan TPS 3R Sinergi Bersih merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Nestlé Indonesia, WWF Indonesia, dan Waste4Change.
Baca juga: Cegah Stunting Harus dari Hulu ke Hilir, Wajib Penuhi Gizi Anak hingga Sanitasi Bersih
Hal ini berangkat dari krisis pengelolaan sampah di Indonesia yang kian memburuk dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan pihak swasta.
Direktur Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, menyatakan bahwa kolaborasi ini memperkuat peran Nestlé sebagai “force for good” untuk mengatasi tantangan lingkungan.
Sementara itu, Diaz Hendropriyono selaku Wakil Mentri Lingkungan Hidup mengungkapkan bahwa produksi sampah di Indonesia luar biasa banyaknya, yaitu mencapai 56 ton perhari.
Baca juga: Evolusi Dunia Fashion di Indonesia, Desainer Musa Widyatmodjo Soroti Efisiensi Produksi dan Promosi
“Intinya, sampah yang tidak terkelola itu banyak sekali, karena yang terkelola antara 20,18 persen, sampai mungkin 30 persen, atau bahkan bisa lebih rendah daripada itu,” tuturnya.
Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di Jakarta, sekaligus mendukung upaya percepatan target nasional Indonesia bebas sampah 2029.
Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengungkapkan pembangunan TPSR 3R Sinergi Bersih adalah contoh konkrit platform kolaborasi sosial berskala besar.
Baca juga: 6 Makna Mendalam di Balik Perayaan Hari Guru Nasional 25 November 2025
Antara lain meliputi bidang lingkungan hidup dan penerapan creative financing untuk mengurangi beban APBD sembari mendorong layanan publik yang modern.
“Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan teknis lahan dan tenaga kerja sebagai komitmen awal fasilitas 3R beroperasi dengan optimal,” ungkapnya.
Pemerintah menargetkan sasaran pengelolaan sampah yang sangat agresif. Berdasarkan Perpres RPJMNM 12 tahun 2025, sampah harus terkelola sekitar 51,12% tahun ini dan 100% harus terkelola dalam 5 tahun ke depan.
Baca juga: Akses Sanitasi Masih Rendah, Fasilitas Air Bersih di Sekolah Masih Kurang
TPS3R Sinergi Bersih di Lenteng Agung, mempunyai kemampuan mengolah 30 sampai 40 ton sampah per hari.
Operasional fasilitas ini didasarkan pada konsep 3R, yang meliputi kegiatan mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang.
Inisiatif TPS 3R Sinergi Bersih yang didukung oleh Nestlé dan WWF ini sangat membantu upaya pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia.
Fasilitas tersebut berusaha mengurai kompleksitas masalah sampah dari sumbernya, serta memastikan limbah tidak berakhir mencemari lingkungan dan kesehatan manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan