ilustrasi olahraga kardio (Sumber : Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap kardio sebagai metode utama untuk membakar lemak. Namun, apakah itu benar-benar cara paling optimal?
Jawabannya justru terletak pada pembentukan massa otot itu sendiri,“mesin pasif” yang terus membakar kalori bahkan saat tubuh tidak bergerak.
Jika di dunia bisnis kamu bisa memilih bekerja langsung untuk mendapat uang atau membangun pendapatan pasif, prinsip serupa berlaku untuk membakar kalori.
Kardio itu seperti bekerja per jam, kamu membakar kalori hanya ketika berlatih. Setelah selesai, proses pembakaran berhenti. Sebaliknya, membangun otot adalah bentuk “pendapatan pasif” tubuh.
Setiap 1 kilogram massa otot menghasilkan sekitar 50 kalori yang terbakar per hari, tanpa kamu perlu melakukan apa pun. Artinya, sekalipun kamu hanya berbaring dan bersantai (yang tentu bukan kebiasaan ideal), otot tetap aktif menghabiskan energi.
Dibandingkan kardio yang hanya efektif saat dikerjakan, otot membuat tubuh tetap membakar lemak sepanjang hari.
Baca juga: Tanda-tanda Bayi Kena Influenza dan Cara Penanganannya, Kapan Harus ke Dokter?
Otot memegang peran besar dalam mengatur metabolisme, dan kamu bisa mengendalikannya dengan melatih kekuatan. Kardio selama satu jam mungkin membakar 500 kalori, tetapi efeknya selesai setelah latihan tersebut berakhir.
Bila kamu menambah sekitar 4,5 kg massa otot, Anda dapat membakar 500 kalori ekstra setiap hari, bahkan tanpa melakukan kardio. Jika kamu tetap rutin beraktivitas, pembakaran kalori akan meningkat lebih tinggi lagi.
Bayangkan kalau berhasil menambah 10 kg otot, tentu itu bisa menambah 1.000 kalori per hari pada metabolisme. Meski terdengar banyak, otot jauh lebih padat daripada lemak, sehingga peningkatan massa otot tidak otomatis membuat tubuh terlihat besar kecuali itu memang tujuannya.
Baca juga: Riset Baru yang Unik! Makin Banyak Bahasa yang Dikuasai, Semakin Lambat Tubuhmu Akan Menua
Kamu mungkin masih menginginkan manfaat kardio seperti stamina jantung, pengurangan stress, atau kesehatan paru-paru, tetapi tidak punya waktu menjalani dua jenis latihan sekaligus. Di sinilah latihan kekuatan sirkuit menjadi pilihan terbaik.
Dalam latihan sirkuit, kamu melakukan beberapa gerakan secara berurutan tanpa jeda panjang. Teknik ini menjaga detak jantung tetap tinggi sambil membangun massa otot, menggabungkan kekuatan dan kardio dalam satu sesi yang efisien. Hasilnya pembakaran lemak maksimal tanpa harus mengandalkan kardio sebagai latihan utama.
Baca juga: Fenomena Regresi Spontan Tumor Ganas: Bisakah Kanker Menghilang Sendirinya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medpulse.ru