Sabtu, 21 FEBRUARI 2026 • 15:05 WIB

Kamu Korban Ghosting? Ini 7 Alasan Orang Tiba-Tiba Menghilang Tanpa Pamit

Author

Ilustrasi korban ghosting. (freepik)

INDOZONE.ID - Kencan online makin jadi andalan di era serba digital. Dari kenalan, ngobrol intens, sampai membangun chemistry — semuanya bisa terjadi lewat layar. 

Sayangnya, di balik kemudahan itu, ada satu fenomena yang bikin banyak orang kecewa dan bertanya-tanya: ghosting.

Ghosting adalah momen ketika seseorang yang tadinya aktif berkomunikasi mendadak lenyap tanpa kabar. 

Chat berhenti, telepon tak diangkat, dan hubungan seperti diputus sepihak. 

Baca juga: 40+ Ucapan Selamat Buka Puasa yang Hangat dan Sederhana

Dampaknya bukan main — mulai dari bingung, merasa ditolak, sampai kepercayaan diri yang ikut runtuh. 

Terutama di dunia kencan online, di mana pilihan terasa tak terbatas, ghosting jadi makin sering terjadi.

Sebenarnya, apa sih yang membuat seseorang memilih menghilang ketimbang bicara baik-baik? Ini dia sejumlah alasan yang sering terjadi, meski jarang diakui secara terbuka.

1. Paling cepat dan anti ribet

Buat sebagian orang, ghosting adalah jalan pintas. Tanpa perlu debat, klarifikasi, atau obrolan canggung, mereka merasa urusan selesai hanya dengan berhenti membalas pesan.

Baca juga: 5 Contoh Penutup Makalah yang Bisa Jadi Referensi untuk Menyusun Kesimpulan dan Saran

2. Nggak pede menyampaikan penolakan

Ada juga yang sebenarnya ingin jujur, tapi merasa nggak punya kemampuan komunikasi yang cukup. 

Takut salah kata dan menyakiti perasaan orang lain akhirnya membuat mereka memilih diam.

3. Sudah capek jelasin, tapi nggak didengar

Dalam beberapa situasi, ghosting muncul setelah usaha komunikasi gagal. 

Ketika penjelasan tak diterima dan batasan tak dihormati, menghilang dianggap sebagai pilihan terakhir.

4. Merasa tidak aman atau tidak nyaman

Perilaku kasar, memaksa, melewati batas, hingga komentar diskriminatif bisa membuat seseorang merasa terancam. 

Baca juga: Puasa Bikin Mudah Mengantuk? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Tetap Produktif

Dalam kondisi seperti ini, ghosting sering dipakai sebagai bentuk perlindungan diri.

5. Menganggap hubungan masih “cuma sebentar”

Ada yang merasa tak perlu penutupan jika hubungan belum berjalan lama atau belum ada ikatan emosional. 

Menurut mereka, relasi singkat tak butuh penjelasan panjang.

6. Takut melukai perasaan

Ironisnya, sebagian orang ghosting karena merasa lebih “baik” menghilang perlahan daripada berkata jujur. 

Mereka mengira diam akan terasa lebih lembut, meski kenyataannya justru menyakitkan.

Baca juga: 50 Ide Caption Ucapan Selamat Ramadhan untuk Media Sosial

7. Sudah dianggap normal di dunia dating apps

Budaya kencan digital ikut membentuk kebiasaan ini. 

Fitur unmatch, mute, atau blokir sekali klik membuat ghosting terasa biasa — seolah tak ada konsekuensi emosional dibaliknya.

Apapun alasannya, berada di posisi yang di-ghosting tetap meninggalkan bekas. 

Rasa tak dihargai dan keraguan pada diri sendiri bisa terbawa ke hubungan berikutnya. 

Kecuali dalam kondisi darurat atau menyangkut keselamatan, komunikasi yang jujur dan jelas tetap jadi cara paling dewasa untuk mengakhiri relasi. 

Baca juga: Gagasan Utama: Definisi, Letak dalam Paragraf, Ciri ciri, dan Cara Menentukannya dengan Cepat

Karena pada akhirnya, kencan online seharusnya bukan cuma soal praktis, tapi juga soal saling menghargai sebagai manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU