Jumat, 03 APRIL 2026 • 17:15 WIB

5 Mitos Tidur Bayi yang Bikin Orang Tua Stres Tanpa Alasan

Author

Ilustrasi bayi tidur tanpa bantal. (Freepik)

INDOZONE.ID - Sedikit aspek perkembangan anak yang penuh dengan informasi keliru seperti tidur bayi

Dari anggapan bahwa bayi harus "tidur sepanjang malam" pada usia enam bulan hingga keyakinan bahwa tidur di kereta dorong tidak berkualitas. 

Berikut lima mitos umum tentang tidur bayi dan apa kata penelitian ilmiah.

1. Sebagian Besar Bayi Tidak "Tidur Sepanjang Malam"

Sebuah studi terhadap lebih dari 55.000 bayi di Norwegia menemukan bahwa hampir tujuh dari sepuluh bayi usia enam bulan terbang setidaknya sekali per malam, sementara lebih dari satu dari empat bayi usia 18 bulan masih terbangun. 

Baca juga: Tanaman Hias Bisa Bikin Lebih Bahagia, Simpel dan Mudah

Peneliti Finlandia melaporkan bahwa setidaknya satu bayi usia delapan bulan dalam studi mereka terbangun 21,5 kali per malam.

2. Tapi Terbangun Malam Juga Tidak Selalu "Normal"

Kekurangan zat besi, yang mempengaruhi sekitar 15 persen balita di AS, dapat menyebabkan sering terbangun malam, gelisah, dan kesulitan tidur pada bayi. 

Banyak kondisi lain juga terkait dengan tidur gelisah atau sering terbangun pada bayi dan anak kecil, termasuk alergi makanan, penyakit refluks gastroesofageal (GERD), infeksi telinga, hingga sleep apnea (hingga 6 persen anak).

Baca juga: Obat Pelangsing Bukan Solusi Cepat: Berat Badan Bisa Kembali dalam Waktu Singkat

3. 12 Jam Tidur Malam Itu Cukup Banyak untuk Kebanyakan Bayi

Sejak jadwal "7-7" (19.00-07.00) dipopulerkan, segala sesuatu yang kurang, terutama untuk bayi dan anak kecil, dianggap tidak cukup. 

Namun studi Australia terhadap 5.000 bayi menemukan bahwa anak-anak dari bayi hingga hampir lima tahun tidur rata-rata 11 jam semalam, bukan 12.

Di bagian lain dunia, termasuk banyak negara Asia, bayi tidur jauh lebih sedikit: di Taiwan rata-rata 8,73 jam, Hong Kong 9,02 jam, India dan Indonesia 9,15 jam.

Baca juga: Foto Romantis Kekasih Ini di Puncak Gunung Sindoro Sukses Bikin Warganet Iri

4. Tidur di Kereta Dorong atau Mobil Tetap Berkualitas

Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa tidur saat bergerak (di kereta dorong, gendongan, atau mobil) membuat bayi tetap dalam jenis tidur ringan yang kurang restoratif. 

Studi pada orang dewasa menggunakan EEG menemukan bahwa digoyang dengan lembut saat tidur siang meningkatkan jumlah waktu dalam tahap tidur nyenyak dan membantu transisi ke tidur nyenyak lebih cepat.

5. Tidur Tidak (Biasanya) Menghasilkan Tidur

Anggapan bahwa semakin banyak tidur anak di siang hari, semakin banyak tidur mereka di malam hari, biasanya tidak didukung penelitian. 

Baca juga: Kerja Terus Tanpa Henti? Kenali Tanda Workaholic dan Cara Mengatasinya

Pada balita dan anak prasekolah, sebagian besar studi menemukan sebaliknya: setelah usia dua tahun, anak-anak membutuhkan waktu lebih lama untuk tidur di malam hari, dan lebih sering terbangun di malam hari, pada hari-hari mereka tidur siang.

Salah satu pendorong biologis utama untuk tertidur adalah homeostasis tidur-bangun ("tekanan tidur"), yang meningkat semakin lama bayi (atau orang dewasa) tidak tidur. 

Jika seorang bayi tidur terlalu banyak di siang hari, itu akan membuat mereka lebih sulit—bukan lebih mudah—untuk tertidur di malam hari.

Kebutuhan tidur bersifat individual dan bervariasi, dan seperti orang dewasa, bayi tidak bisa dibujuk untuk tidur lebih dari yang dibutuhkan tubuh mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU