Kamis, 16 APRIL 2026 • 19:05 WIB

8 Tanda Hubungan Toxic yang Sering Dianggap Normal

Author

Ilustrasi menjalani hubungan toxic. (freepik.com) (freepik)

INDOZONE.ID - Di era media sosial, istilah “toxic relationship” makin sering berseliweran. Sedikit-sedikit toxic, beda pendapat dikit dibilang red flag. Tapi faktanya, nggak semua hubungan toxic itu langsung terlihat ekstrem atau penuh kekerasan.

Banyak hubungan yang terlihat “biasa aja” di luar, tapi ternyata menyimpan pola yang nggak sehat. 

Bahkan, hubungan seperti ini bisa terjadi bukan cuma sama pasangan, tapi juga teman, rekan kerja, sampai keluarga.

Yang bikin tricky, generasi sekarang cenderung pakai istilah “toxic” lebih luas — nggak cuma untuk hubungan yang abusif, tapi juga yang secara emosional melelahkan.

Baca juga: 5 Efek Hubungan Toxic yang Bisa Mengubah Kepribadianmu Tanpa Disadari

Toxic vs Tidak Sehat: Bedanya Tipis, Tapi Penting

Perlu dipahami, setiap orang pasti pernah bersikap kurang sehat dalam hubungan. Tapi beda cerita kalau perilaku itu terus berulang, nggak diperbaiki, dan malah jadi pola.

Ada hubungan yang masih bisa diperbaiki kalau kedua pihak mau introspeksi. Tapi ada juga yang sudah masuk kategori toxic dan malah merusak mental.

Nah, biar kamu nggak salah menilai, ini dia 8 tanda hubungan toxic yang sering banget nggak disadari.

Baca juga: Kesabaran Guru Mengajar Murid Berkebutuhan Khusus di SLBN 1 Sumbawa Ini Banjir Pujian

1. Ada Unsur Kekerasan Baik Fisik atau Emosional (Abusive Behavior)

Ini level paling serius. Bukan cuma soal fisik, tapi juga bisa berupa kata-kata yang menjatuhkan, ancaman, atau mempermalukan kamu terus-menerus. 

Misalnya, pasangan sering merendahkan kamu di depan orang lain atau bikin kamu merasa takut untuk jadi diri sendiri. Kalau sudah sampai tahap ini, itu bukan sekadar “toxic” — itu sudah berbahaya dan perlu bantuan.

Nggak ada alasan untuk membenarkan ini!

Baca juga: Kesabaran Guru Mengajar Murid Berkebutuhan Khusus di SLBN 1 Sumbawa Ini Banjir Pujian

2. Pasangan Terlalu Narsistik (Narcissistic Traits)

Dalam hubungan seperti ini, semuanya selalu tentang dia. Dia butuh dipuji terus, tapi nggak pernah benar-benar peduli sama perasaan kamu. 

Contohnya, saat kamu lagi sedih, dia malah mengalihkan pembicaraan ke dirinya sendiri. Lama-lama kamu merasa “nggak terlihat” dalam hubungan itu.

Orang dengan sifat seperti ini cenderung memprioritaskan diri sendiri dan mengabaikan kebutuhan pasangan.

Baca juga: Menangis di Tengah Tuntutan, Suster Natalia yang Viral Minta Uang Miliaran Dikembalikan

3. Hubungan Kayak “Hitung-hitungan” (Keeping Score)

Hubungan sehat itu saling memberi, bukan saling menghitung. Kalau salah satu atau dua-duanya mulai sering mikir “aku sudah lebih banyak berkorban”, itu bisa jadi masalah.

Misalnya, kamu merasa selalu lebih banyak keluar uang atau usaha, lalu jadi kesal diam-diam. Kalau dibiarkan, ini bisa berubah jadi rasa dendam.

Lama-lama, yang ada cuma rasa kesal dan nggak tulus.

Baca juga: Bocah Ini Terkejut Setelah Tahu Ayahnya Seorang Polisi

4. Ada “Kasta” dalam Hubungan (Power Imbalance)

Salah satu merasa lebih “unggul” dari yang lain — entah karena uang, pendidikan, atau status. Akibatnya, pendapat kamu sering dianggap nggak penting.

Contohnya, pasangan selalu memutuskan segalanya tanpa diskusi karena merasa dirinya lebih tahu. Ini bikin hubungan jadi nggak seimbang dan tidak sehat. 

Hal ini menciptakan ketimpangan kekuasaan yang bikin hubungan jadi nggak sehat.

Baca juga: Dulu Bestie, Sekarang Bikin Lelah: Ini Cara Mengenali dan Keluar dari Pertemanan Toxic

5. Suka Manipulasi (Manipulative Behavior)

Manipulasi itu tricky karena sering nggak kelihatan jelas. Misalnya gaslighting — kamu dibuat merasa salah atau “halu” padahal sebenarnya kamu benar. 

Atau dia menyebarkan cerita yang memojokkan kamu ke orang lain. Tujuannya satu: mengontrol kamu tanpa kamu sadari. Contohnya:

  • Memutarbalikkan fakta (gaslighting)
  • Menjatuhkan kamu di depan orang lain
  • Membuat kamu merasa bersalah tanpa alasan jelas
  • Efeknya? Kamu jadi ragu sama diri sendiri.

Baca juga: 1 Dzulhijjah 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Cek Jadwal Lengkapnya di Sini

6. Terlalu Mengontrol (Controlling Behavior)

Pasangan ingin tahu semua hal tentang kamu, bahkan sampai hal-hal kecil. Awalnya mungkin terasa seperti perhatian, tapi lama-lama jadi mengekang.

Contohnya, kamu harus selalu kasih kabar setiap saat, atau dia marah kalau kamu pergi tanpa izin. Bisa juga dia mengatur siapa saja yang boleh dan tidak boleh kamu temui, padahal mereka adalah teman-teman kamu. Ini bisa membuat kamu kehilangan kebebasan.

Sekilas terlihat “perhatian”, tapi kalau berlebihan, itu tanda kontrol.

Baca juga: 3 Cara Tegas Hadapi Pasangan yang Suka Melanggar Batasan Kamu

7. Tidak Menghargai dan Menghormati (Disrespect)

Setiap orang pasti pernah khilaf, tapi kalau sering terjadi, itu tanda bahaya. 

Misalnya, dia sering memotong pembicaraan kamu, meremehkan pendapat kamu, atau melanggar batas yang sudah kamu jelaskan.

Jika ini terjadi terus-menerus, itu bukan hal kecil. Itu tanda kurangnya rasa hormat. Kalau rasa hormat dan menghargai hilang, maka hubungan jadi gampang rusak.

Baca juga: 3 Cara Tegas Hadapi Pasangan yang Suka Melanggar Batasan Kamu

8. Perilaku yang Nggak Pantas (Inappropriate Behavior)

Ini berkaitan dengan pelanggaran batas, baik secara moral maupun situasional. Misalnya, flirting dengan orang lain padahal sudah punya pasangan, atau hubungan yang tidak pantas karena perbedaan posisi (seperti atasan dan bawahan). 

Hal ini bisa membuka peluang eksploitasi dan merusak kepercayaan.

Dampaknya Nggak Main-Main

Hubungan toxic bisa menyebabkan:

  • Menghancurkan rasa percaya diri
  • Memicu stres dan overthinking
  • Menghambat perkembangan diri

Dan yang paling bahaya adalah kamu jadi terbiasa dengan hal yang sebenarnya nggak sehat.

Baca juga: 6 Prosedur Evakuasi Diri yang Wajib Kamu Tahu, Bisa Selamatkan Nyawa Saat Bencana!

Jadi Harus Gimana?

Langkah pertama: komunikasi.

Coba bicarakan apa yang kamu rasakan. Kalau masih ada rasa hormat, harusnya ada usaha berubah.

Tapi kalau:

  • Dia nggak mau denger
  • Nggak mau berubah
  • Atau malah makin parah

Baca juga: Studi: Wanita Lebih Sering Stalking Mantan di Medsos Meskipun Ngaku Sudah Move On

Mungkin sudah waktunya kamu mempertimbangkan ulang hubungan tersebut.

Hubungan yang sehat itu bukan yang sempurna, tapi yang bisa saling menghargai, ada komunikasi serta saling mendukung, bukan menjatuhkan.

Kalau kamu mulai merasa lelah secara emosional terus-menerus, jangan diabaikan. Bisa jadi itu bukan “fase”, tapi tanda kamu ada di hubungan yang salah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU