Sabtu, 18 APRIL 2026 • 15:28 WIB

Hari Bumi 2026, Krisis Air dan Nasib Satwa Liar Jadi Sorotan Dunia

Author

Ilustrasi Krisis Air dan Nasib Satwa Liar yang Jadi Sorotan Dunia. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momen untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan planet ini.

Pada tahun 2026, perhatian global tertuju pada dua isu besar yang semakin mendesak, yaitu krisis air bersih dan ancaman terhadap satwa liar.

Peringatan Hari Bumi tahun ini juga dibarengi dengan berbagai inisiatif internasional yang mendorong perlindungan alam, pengelolaan sumber daya, dan konservasi keanekaragaman hayati.

Baca juga: Nggak Cuma Bentakan! Ini Tanda-Tanda Kekerasan Verbal yang Sering Dianggap Bercanda

Krisis Air Jadi Isu Utama Hari Bumi

Salah satu sorotan terbesar datang dari peluncuran program global bernama Water Forward oleh Bank Dunia dan sejumlah lembaga pembiayaan pembangunan dunia.

Program ini menargetkan peningkatan akses air bersih yang aman bagi 1 miliar orang dalam empat tahun ke depan. Fokus awal akan dilakukan di 14 negara yang mengalami kekurangan air di wilayah Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan.

Beberapa langkah yang diprioritaskan antara lain:

  • Mengurangi kebocoran air di perkotaan
  • Modernisasi sistem irigasi
  • Pemanfaatan ulang air limbah
  • Perencanaan berbasis data

Tujuannya bukan hanya memperluas akses air, tapi juga mendorong pemerintah melihat air sebagai aset strategis, bukan sekadar layanan publik biasa.

Baca juga: Bantu Tunanetra Lewat Aplikasi Be My Eyes, Ternyata Penglihatan Kita Bisa Berguna

Permintaan Air Diprediksi Melebihi Pasokan

Bank Dunia memperkirakan kebutuhan air tawar global bisa melampaui pasokan hingga 40 persen pada akhir dekade ini.

Di sisi lain, perubahan iklim membuat situasi semakin rumit. Kekeringan dan banjir yang semakin sering terjadi memberi tekanan besar pada kota-kota berkembang dan masyarakat rentan.

Saat ini, diperkirakan lebih dari 2,1 miliar orang masih kesulitan mendapatkan air minum aman, sementara 3,4 miliar orang hidup tanpa sanitasi layak.

Hari Bumi Juga Ingatkan Nasib Satwa Liar

Selain isu air, Hari Bumi juga jadi pengingat bahwa banyak satwa liar menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan. Beberapa kabar yang jadi perhatian dunia antara lain:

1. Populasi Gajah Afrika Alami Gangguan Genetik

Penelitian terbaru menemukan tanda perkawinan sedarah dan mutasi berbahaya pada populasi gajah Afrika yang terisolasi.

Kondisi ini dipicu penyusutan habitat akibat pertanian, pertumbuhan penduduk, dan pembangunan infrastruktur.

2. Perdagangan Satwa Liar di Nigeria Masih Tinggi

Kelompok konservasi mendesak pemerintah Nigeria segera mengesahkan undang-undang perlindungan satwa.

Dalam beberapa bulan terakhir, aparat menyita gading gajah, trenggiling hidup, anak singa, hingga monyet.

3. Kolombia Kendalikan Populasi Kuda Nil Liar

Kolombia mengumumkan rencana mengendalikan populasi kuda nil invasif yang jumlahnya terus bertambah sejak pertama kali dibawa secara ilegal pada era Pablo Escobar.

Baca juga: 10 Manfaat Tolong Menolong bagi Kesehatan Mental yang Jarang Disadari

4. Kabar Baik dari Spanyol

Di tengah banyak ancaman lingkungan, kabar positif datang dari kebun binatang di Spanyol yang menyambut kelahiran bayi orangutan jantan sehat.

Orangutan saat ini termasuk satwa yang terancam punah akibat hilangnya habitat dan perburuan liar.

Hari Bumi Jadi Pengingat untuk Semua

Hari Bumi bukan sekadar peringatan tahunan, tapi juga pengingat bahwa masalah lingkungan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Krisis air, cuaca ekstrem, hilangnya hutan, hingga ancaman pada satwa liar adalah isu nyata yang dampaknya dirasakan banyak orang.

Melalui momen ini, masyarakat diajak lebih peduli pada bumi melalui langkah sederhana seperti hemat air, mengurangi sampah, menjaga alam, dan mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU