INDOZONE.ID - Pernah nggak sih, kamu lagi bengong sambil megang botol minum atau ngeliatin awan di langit terus kepikiran sebenarnya benda-benda itu terbuat dari apa?
Ternyata semua benda yang bisa kamu liat, pegang, atau rasain di dunia ini punya istilah keren dalam sains, yaitu materi.
Materi itu simpelnya adalah segala sesuatu yang punya massa dan butuh ruang buat ada.
Mulai dari air yang kamu minum, udara yang kamu hirup, sampai smartphone yang lagi kamu pegang sekarang, semuanya adalah materi.
Tapi, nggak semua materi itu sama, lho! Biar kita makin pinter dan nggak gagal fokus pas belajar kimia atau fisika, kita harus tahu kalau materi itu dibagi-bagi lagi berdasarkan komposisinya.
Salah satu yang paling penting buat dipelajari adalah zat tunggal. Memahami zat tunggal adalah langkah awal, buat kamu sadar kalau dunia ini tersusun dari hal-hal yang sangat murni sekaligus kompleks.
Yuk simak ulasannya dilansir dari YouTube/Miss Shinta selengkapnya!
Baca juga: Rhino Tranq Mulai Menyebar, Zat Berbahaya Ini Bisa Membuat Korban Overdosis Sulit Diselamatkan
Mengenal Lebih Dekat Apa itu Materi?
Sebelum kita masuk ke bahasan yang lebih dalam, kita harus satu frekuensi dulu soal definisi materi.
Bayangin materi itu kayak bahan dasar bangunan. Ada yang bentuknya padat kayak kayu atau batu, ada yang cair kayak air di botol kamu, dan ada yang nggak kelihatan tapi kerasa kayak gas atau udara.
Intinya, kalau dia punya berat atau massa dan menempati ruang, berarti itu materi. Nah, dalam perjalanannya, para ilmuwan membagi materi ini jadi dua kubu besar berdasarkan siapa saja yang ada di dalemnya, yaitu zat tunggal dan campuran.
Pembagian ini penting banget karena sifat satu benda dengan benda lainnya, bisa beda jauh cuma gara-gara komposisi penyusunnya ini.
Rahasia di Balik Kemurnian Zat Tunggal
Nah, sekarang kita masuk ke bintang utamanya. Zat tunggal adalah zat yang komposisinya cuma terdiri dari satu jenis materi saja.
Makanya, zat tunggal sering juga disebut sebagai zat murni. Bayangin kayak kamu pesen jus jeruk yang bener-bener perasan jeruk asli tanpa air dan tanpa gula, itu baru namanya murni.
Contoh nyata di sekitar kita itu kayak air murni, garam dapur, gula pasir, sampai emas dua puluh empat karat yang belum dicampur apa-apa.
Karena sifatnya yang murni, zat tunggal ini punya karakteristik yang tetap dan nggak berubah-ubah.
Tapi tunggu dulu, zat tunggal ini ternyata masih punya dua cabang lagi yang nggak kalah seru buat dibahas, yaitu unsur dan senyawa.
Unsur sebagai Bagian Terkecil yang Nggak Bisa Dibagi lagi
Kalau kita ngomongin unsur, kita lagi ngomongin sesuatu yang sangat dasar. Unsur adalah zat kimia yang paling simpel dan sudah nggak bisa dipotong-potong atau dibagi lagi jadi zat yang lebih sederhana lewat reaksi kimia biasa.
Bisa dibilang, unsur itu adalah atom-atom yang sejenis. Unsur sendiri ada dua macam, ada yang sifatnya logam kayak perak, besi, emas, dan platina.
Ada juga yang non-logam kayak oksigen yang kita hirup, hidrogen, nitrogen, sampai karbon yang ada di ujung pensil kamu.
Unsur-unsur inilah yang jadi blok bangunan buat ngebentuk segala sesuatu di alam semesta ini.
Jadi, kalau kamu punya emas murni, ya isinya cuma atom emas saja, nggak ada yang lain.
Senyawa ketika Unsur Memilih buat Berkolaborasi
Beda lagi ceritanya sama senyawa. Senyawa itu sebenarnya masih masuk kategori zat tunggal atau zat murni, tapi dia terbentuk dari gabungan dua atau lebih unsur yang berbeda lewat reaksi kimia.
Meskipun dia gabungan, senyawa tetap dianggap zat tunggal karena komposisinya selalu tetap dan punya sifat baru yang beda banget sama unsur asalnya.
Contoh paling gampang adalah, air yang biasa kita tulis sebagai H20. Kamu tahu nggak kalau air itu sebenarnya gabungan dari gas hidrogen dan gas oksigen?
Padahal hidrogen itu gampang meledak dan oksigen itu ngebantu pembakaran. Tapi, pas mereka gabung jadi senyawa air, sifatnya malah jadi cair dan bisa buat madamin api.
Keren banget kan gimana alam bekerja? Selain air, contoh senyawa lainnya itu ada garam dapur, gula pasir, sampai asam cuka yang sering ada di tukang bakso.
Baca juga: Waspada, Salmon Mentah Rentan Kontaminasi Organisme dan Zat Berbahaya!
Mengenal Campuran yang Sifatnya Lebih Ramai
Kalau tadi kita bahas yang murni-murni, sekarang kita geser ke campuran. Sesuai namanya, campuran itu adalah gabungan dari dua atau lebih zat tunggal tapi tanpa lewat reaksi kimia.
Artinya, sifat asli dari zat-zat yang dicampur itu nggak bakal hilang. Campuran ini terbagi jadi dua jenis, yaitu homogen dan heterogen.
Campuran homogen itu yang kalau dicampur jadinya rata banget sampai kamu nggak bisa ngebedain mana zat a dan mana zat b, contohnya kayak sirup atau udara.
Tapi kalau campuran heterogen, itu yang nggak mau nyatu sempurna. Contohnya kayak kopi tumbuk yang ada ampasnya di bawah, atau air yang dicampur sama minyak.
Meskipun sudah diaduk sekencang apa pun, mereka bakal tetep milih buat pisah jalan.
Status Emas dalam Dunia Zat Tunggal dan Campuran
Ada fakta unik nih soal emas yang mungkin belum banyak orang tahu. Emas itu bisa jadi zat tunggal tapi bisa juga jadi campuran, tergantung kadar karatnya.
Kalau kamu punya emas murni dua puluh empat karat, itu fiks masuk kategori zat tunggal atau unsur, karena belum dapet gangguan dari logam lain.
Tapi, kalau emas itu sudah dibikin jadi perhiasan kayak cincin atau kalung dengan kadar dua puluh dua karat atau delapan belas karat, statusnya berubah jadi campuran.
Kenapa? Karena biasanya emas perhiasan itu sudah dicampur sama tembaga atau perak, biar lebih keras dan nggak gampang berubah bentuk.
Bahkan ada yang namanya emas putih, yang sebenarnya adalah hasil campuran antara emas murni, perak, dan tembaga. Jadi, jangan salah sebut lagi ya.
Ciri Khas Campuran yang Perlu Kamu Tahu
Biar makin pro, kamu harus tahu ciri-ciri utama dari sebuah campuran. Pertama, campuran itu tersusun dari dua atau lebih unsur atau senyawa.
Kedua, karena mereka cuma gabung secara fisik dan bukan kimia, zat-zat penyusunnya itu sebenarnya bisa dipisahin lagi lho!
Ketiga, perbandingan massa zatnya nggak tetap. Contohnya, pas kamu bikin kopi, kamu bebas mau kasih gula banyak atau dikit, rasanya tetep kopi manis tapi komposisinya beda-beda tiap orang.
Terakhir, sifat asli dari zat penyusunnya tetap ada. Misalnya air garam, rasa asin dari garamnya nggak hilang dan sifat cair dari airnya juga tetep ada. Beda banget sama senyawa yang sifat asalnya bisa hilang total dan jadi sifat baru.
Kenapa Kita Harus Paham Perbedaan ini?
Mungkin kamu nanya, ngapain sih repot-repot belajar ginian? Jawabannya simpel, biar kita lebih aware sama apa yang kita konsumsi dan pakai sehari-hari.
Dengan tahu kalau air itu senyawa dan bukan unsur, kita jadi lebih paham soal sains dasar. Dengan tahu kalau emas perhiasan itu campuran, kita nggak bakal ketipu soal nilai kemurniannya.
Memahami zat tunggal adalah cara kita buat menghargai betapa teraturnya alam semesta ini disusun.
Selain itu, pengetahuan ini juga kepake banget di berbagai industri, mulai dari kesehatan, kecantikan, sampai teknologi smartphone yang lagi kamu pake sekarang. Semua itu hasil dari utak-atik para ahli terhadap zat tunggal dan campuran.
Baca juga: Kuku Serapuh Cangkang Telur? Jangan Dicuekin, Bisa Jadi Tubuhmu Kurang Zat Besi!
Jadi, sudah jelas ya kalau materi itu luas banget cakupannya. Zat tunggal adalah bagian dari materi yang sifatnya murni, baik itu dalam bentuk unsur yang jomblo alias sendirian, maupun senyawa yang sudah berpasangan tapi tetep solid.
Sementara campuran adalah tempat berkumpulnya berbagai zat dengan sifat masing-masing yang tetap eksis.
Dengan menguasai konsep dasar ini, kamu sudah selangkah lebih maju buat jadi anak muda yang nggak cuma sekadar eksis, tapi juga berwawasan luas soal dunia sekitar.
Jangan lupa buat terus kepo dan eksplor hal-hal baru, karena ilmu pengetahuan itu seru banget kalau kita tahu cara asyik buat mempelajarinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube