Kamis, 24 APRIL 2025 • 16:50 WIB

Mbok Yem Tutup Usia, Sosok Legendaris Penjaga Warung Tertinggi di Gunung Lawu

Author

Mbok Yem Tutup Usia, Sosok Legendaris Warung Tertinggi di Gunung Lawu.

INDOZONE.ID - Dunia pendakian Indonesia sedang berduka. Mbok Yem, sosok legendaris penjaga warung tertinggi di Gunung Lawu, meninggal dunia pada Rabu (23/4/2025) di rumahnya yang berada di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Magetan.

Mbok Yem sempat dirawat di RSU Siti Aisyiyah, Ponorogo. Mbok Yem diduga meninggal dunia karena pneumonia akut yang menyerang saluran pernapasannya.

Bagi para pendaki, nama Mbok Yem udah nggak asing lagi. Di ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut, berdiri Warung Mbok Yem yang sering menjadi tempat istirahat andalan sejak dulu.

Baca Juga: Tersadar Usai Nonton 'Walid', Mantan Santriwati Laporkan Ustaz Ponpes di Lombok Barat atas Pelecehan

Warung Mbok Yem di Gunung Lawu

Warung ini nggak cuma jualan makanan seperti pecal, tapi juga jadi tempat buat para pendaki recharge tenaga dan mendapat kehangatan di tengah dinginnya Gunung Lawu.

Awalnya, Mbok Yem membuka warung di atas ketinggian ini karena melihat banyak pendaki yang butuh tempat istirahat dan mengisi perut.

Sebelumnya, Mbok Yem dikenal sebagai pencari akar herbal di lereng Gunung Lawu. Lama-lama, warung ini jadi tempat ikonik yang wajib disinggahi oleh para pendaki.

Meskipun sudah lanjut usia, Mbok Yem masih setia menjaga warungnya. Mbok Yem dibantu dua orang untuk ngelola tempat tersebut, menyiapkan makanan dan menemani para pendaki yang mampir.

Warung Mbok Yem masih sangat tradisional. Bahkan untuk masak saja masih memakai kayu dan listrik dari genset. Semua dijaga supaya suasana di warung tetap autentik dan hangat.

Buat sampai ke warung ini butuh perjuangan. Jalur pendakiannya cukup berat, bisa memakan waktu 8 sampai 10 jam. Suhunya juga bisa ekstrem banget, bahkan sampai minus 5 derajat.

Baca Juga: Delegasi ZEEA Zanzibar Lakukan Benchmarking Pemberdayaan Ekonomi di PNM

Warung Mbok Yem di Puncak Gunung Lawu

Tapi, semua rasa capek langsung hilang saat sampai dan disambut dengan senyuman khas Mbok Yem, lengkap dengan sepiring pecal yang rasanya nggak ada lawan.

Setiap momen spesial seperti 17-an, warung ini bisa rame banget. Ratusan pendaki datang dan ngerasain pengalaman yang nggak terlupakan.

Warung Mbok Yem udah jadi bagian dari tradisi mendaki Gunung Lawu, tempat yang bukan cuma soal makanan tapi juga soal kebersamaan dan semangat bertahan dalam pendakian.

Kepergian Mbok Yem meninggalkan kesan mendalam buat banyak orang, khususnya para pendaki. Sosoknya bakal selalu dikenang sebagai bagian penting dari cerita Gunung Lawu dan semangat pendakian.

Penulis: Eliani Kusnedi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan, X/@kgblgnunfaedh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU