Rabu, 02 OKTOBER 2019 • 20:33 WIB

Inilah Penjelasan Tentang Bahaya Merokok Sebelum Tidur

Author

Ilustrasi. (Pixabay/ukieiri)

Banyak perokok mengaku lebih menikmati kebiasaannya ini saat malam hari sembari menikmati keheningan karena bisa mengatasi stress dan menenangkan pikiran. 

Tapi, tahukah kamu bahwa kebiasaan merokok di malam hari ternyata bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh. Dalam sebatang rokok, terkandung lebih dari 4.000 jenis bahan kimia. Dari ribuan bahan kimia tersebut, dua komponen yang sangat berbahaya, adalah nikotin dan tar.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan berjudul Chest, disebutkan bahwa para perokok kronis cenderung menghabiskan waktu lebih banyak untuk tidur dalam fase ringan yang tidak nyenyak. 

Hal ini disebabkan oleh kadar nikotin yang terus merangsang sistem saraf. Yang menjadi masalah adalah, nikotin juga mampu menurunkan aliran darah sehingga akhirnya memicu kegelisahan dan insomnia.

Dikutip dari laman KlikDokter, dr.Theresia Rina Yunita juga membenarkan bahwa merokok dapat menimbulkan gangguan tidur yang disebut insomnia.

Ini bisa terjadi karena kandungan nikotin serta zat kima lainnya yang terdapat dalam rokok mampu memacu jantung dua kali lebih cepat dari biasanya.

“Merokok di malam hari juga membuat pencandu lebih banyak memiliki waktu tidur tidak nyenyak dan tidak deep sleep. Ini disebabkan oleh kadar nikotin yang terus merangsang sistem saraf jantung dan sekitarnya,” ujar dr. Theresia. 

Pada penelitian selanjutnya yang dipublikasikan pada Februari 2008, Punjabi dan kawan-kawan lebih menyoroti efek kecanduan rokok pada pola tidur. Secara teoritis, nikotin akan hilang dari otak dalam waktu 30 menit. Tetapi reseptor di otak seorang pecandu seolah 'menagih' nikotin lagi, sehingga mengganggu proses tidur.

Mayo Clinic juga menyebutkan bahwa perokok cenderung meningkatkan risiko untuk terkena obstructive sleep apnea hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Selama sleep apnea ini terjadi, saluran pernafasan akan menyempit sehingga menurunkan aliran oksigen ke otak selama tertidur. Tak hanya bisa membuat seseorang mendengkur dengan sangat keras atau terbangun dengan nafas terengah-engah, sleep apnea juga bisa memicu hipertensi pulmonal, gagal jantung, hingga kematian dini.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU