Kamis, 24 AGUSTUS 2023 • 06:20 WIB

Mau Cek Kualitas Udara Tanpa Alat? Begini Caranya!

Author

Suasana gedung-gedung bertingkat yang tertutup oleh kabut polusi di Jakarta.
INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan kita untuk mengecek kualitas udara menggunakan aplikasi yang terinstal dalam smartphone. Namun jika tidak ada internet atau alat tersebut, kamu masih bisa mengukur kualitas udara di sekitar.

Cara ini diungkap Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan sekaligus pakar paru, Prof Agus Dwi Susanto. Menurutnya, hal ini dapat dilakukan dengan hanya mengandalkan penglihatan visual semata.

"Kalau tidak punya akses atau jaringan (internet), sebenarnya kita bisa memberikan cara menilai sederhana. Kalau bisa melihat dari jarak lebih dari 15 km, maka kita katakan itu baik," ujar Agus di Jakarta, Rabu.

Selanjutnya, sambung dia, jika jarak pandang masih terlihat hingga 10 km, maka kualitas udara berada pada kategori sedang.

Baca Juga: Polusi Udara di Jakarta Memburuk, Waspadai 10 Penyakit Ini Sebelum Terinfeksi

Adapun kualitas udara yang tak sehat ditandai dengan jarak pandang yang hanya sekitar 2,5 km hingga 4 km.
 
Namun jika jarak pandang hanya sekitar 1,5 - 2,4 km, maka kualitas udara sekitar dikategorikan sangat tidak sehat.
 
"Kalau kurang dari 1,4 km itu tidak baik. Tidak sehat itu kalau hanya 2,5 km sudah tidak kelihatan atau buram. Ini cara sederhana menilai kualitas udara tanpa alat," kata Agus.

Agus menuturkan, polusi udara merupakan akumulasi berbagai bahan berbahaya di dalam udara, yang dapat menimbulkan efek buruk bagi manusia, hewan, dan vegetasi dengan nilai polutan di atas nilai normal.

Baca Juga: Polusi Udara Makin Parah dan Ancam Kesehatan, Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Rumah
 
Menurut dia, ada beberapa parameter untuk mengukur kualitas udara, menggunakan indeks kualitas udara atau air quality index (AQI) misalnya.
 
Indeks kualitas udara apabila di atas 500 menunjukkan tingkat polusi udara berbahaya yang lebih tinggi. Sementara kualitas udara yang baik berkisar dari 0 hingga 50.
 
"Sebagai contoh kalau tidak sehat itu 151-200, nilai particulate matter (PM) 2.5 itu 55,5 - 150," kata Agus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU